Minggu, 09 Maret 2014

Melati Untuk Melody

Sebelumnya, kalau ada yang pernah baca cerita ini sebelumnya di tempat dan atas nama orang lain, ya benar.! cerita ini hasil revisian saya dari sebuah cerita milik partner ngidol saya :D dan kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat dan kejadian yang sama berupa kesengajaan semata :P , cerita ini hanya fiktif belaka, jangan di anggep serius yee:P


Waktu masih amat pagi,ketika kesunyian terlalu siang baginya.Mataharipun terasa masih enggan untuk keluar,ketika kakinya telah melangkahkan langkah seribunya dan bergegas dengan pakaian rapinya.Langkahnya begitu cepat,bahkan lebih cepat dari hitungan detik,waktu terlalu berharga untuknya,apalagi kalau hanya dibuang-buang untuk tidur pulas.
            Jalanan kota masih lengang,kemacetanpun belum nampak disana sini,mungkin ini alasan ia berangkat lebih pagi disaat yang lainnya masih mendekap mimpi di tempat tidurnya.

            Akhirnya tibalah ia di tempat tujuannya,dibukanya pintu,dan masuklah ia kedalam ruangannya,segera ia berkutat dengan laptop dan beberapa berkas yang tertata rapi.Beberapa menit berselang,satu demi satu kawan seperjuangan datang,dan mulai dengan pekerjaan mereka masing-masing.
“Pagi.....ibu direktur.......”ucap seorang laki-laki seusianya saat memasuki ruangan,dan langsung duduk mengambil kursi dihadapannya.
“Pagi” Jawabnya singkat tanpa menatap dan masih sibuk dengan banyak file yang dipegangnya.
“Sudah sarapan kah ibu direktur yang cantik ini?” Tanya laki-laki itu lagi dengan gaya bicara tengilnya, yang ditanya hanya menjawab dengan anggukan kepala.
“Akh.....kata pak slamet, penjaga malam di kantor ini,kamu masuk jam 6.15 pagi,kenapa ga nungguin aku sih, aku tau pagi ini aku rada telat,tapi mana mungkin kamu udah sarapan, pasti belum.” Laki-laki itu masih mencoba perhatian wanita di hadapannya yang tak menatapnya sedari tadi.
“Melody.......ayolah........kita sarapan dulu,lagian ini masih pagi......biarin file itu ditinggal ajah,lagian siapa sih yang mau ngambil kertas-kertas kaya gitu,paling juga tukang rongsok buat dikiloin,ayo....”  Kali ini laki-laki itu hanya diam, dia menarik tangan melody, menjauhkannya dari file-file yang menyita perhatiannya.
“Adit......tapi aku masih banyak kerjaan nih...” Ucap melody akhirnya,tapi tak digubris Adit justru Adit semakin menariknya, hingga Melody bangun dari duduknya dan mengikuti ajakan laki-laki itu, berjalan beriringan menuju kantin kantor yang tak begitu jauh dari ruangan Melody.
“Ini ibu ratu, bubur ayam tanpa kacang dan sambal, selamat menikmati” Ucap adit sambil membawakan mangkok bubur ayam untuk Melody bak pelayan melayani Ratunya.
“Makasih dit.” Ucap melody menerima mangkuk dari Adit dan langsung melahap isinya.
“Sama-sama, sarapan itu penting mel, kamu ngejar kerjaan ga akan ada beresnya, lebih penting tuh kesehatan kamu” Ucap Adit sesaat sebelum memasukkan sendok bubur ke dalam mulutnya.
“Oia, kemarin iklan yang buat cari asisten buat kamu udah menyebar, hasilnya bagus, banyak yang daftar, hari ini langsung interview, lusa bisa langsung kerja.” Ucap adit membuka topik baru, karena merasa topik bahasan sebelumnya tak membuat Melody menanggapinya.
“Emangnya jadi yah? Kayanya ga perlu-perlu amat deh dit.” Ucap Melody santai dengan nada remehnya.
“Ga perlu gimana? Sekarang aja kamu repot kaya gini, sarapan aja harus dipaksa, kamu tuh perlu ada yang bantuin kerjaan kamu, jangan mikirin kerjaan terus,seengganya pikirin tuh urusan pribadi kamu,tentang pacar kek atau.....” Ucap adit yang langsung dipotong oleh Melody.
“Selesai......kenyang deh,”ucap Melody yang langsung beranjak dan pergi, ceramah Adit yang panjang lebar membuatnya mempercepat gerak tangan dan mulutnya untuk segera mencerna makanannya.
“Eh...mel...ni gimana?? Bayar donk woy...” Teriak Adit.
“Bayarin Adit dulu deh, gak ada uang kecil”ucap melody segera berlari ke kantornya kembali.
“Wah, yakali ibu direktur minta di bayarin, harusnya kan gue yang dibayarin.” Gerutu Adit kemudian menyuapkan lagi bubur ke dalam mulutnya. “ Rugi nih gue.” Lanjutnya.
            Kesibukan mulai terasa saat ini,tak terkecuali dengan melody, dia yang paling tak bisa diam dalam segala hal yang dilalui dikantor itu. Melody adalah direktur sekaligus pemilik tunggal perusahaan advertising itu, perusahaan yang sempat terhempas dan hancur dan mulai berkembang lagi beberapa tahun belakangan. Perusahaan yang diberi nama “Lighting Advertising” adalah perusahaan  warisan dari Ayahnya yang meninggal akibat tragedi kecelakaan Amsterdam 3tahun yang lalu, pada saat itu hanya Melody dan seorang adiknya yang selamat. Namun adiknya ingin tetap tinggal di Amsterdam,sedangkan Melody memilih untuk menjalankan bisnis ayahnya.

“Ike...siap-siap yah?15 menit lagi kamu nemenin aku nemuin client,sekalian bawa sample project baru kita untuk PT.Rully Sejahtera.” ucap Melody kepada salah seorang anak buahnya.
“Iya Mba” Jawab dhike mematuhi.

            Melody adalah gadis muda bertalenta tinggi,pintar,cerdas dan termasuk type gila kerja, apapun dia lakukan demi memajukan perusahaannya, usianya masih bisa dibilang anak kemarin sore, tapi jangan tanya dengan cara kerjanya, dia termasuk ke dalam 100 pebisnis muda yang mulai berkembang di Indonesia.

            15 menit berselang, dengan mobil kantornya Melody dan Dhike menyusuri jalanan kota dan melaju menuju tempat tujuan,Melody memperhatikan Dhike yang tiba-tiba berkeringat dingin dan tangannya gemetar.
“Ke....kamu ga papa kan?” Ucap Melody khawatir dengan tetap fokus pada jalanan.
“Ga...ga papa mba, i...ike e..mang suka gini kalau tegang.” Ucap dhike terbata dengan rasa tegangnya.
“Ok...Dhike nggak usah tegang, pegang tangan mba ,nanti di tempat client, dhike temenin mba aja,biar yang ngomong, yang presentasi, yang mulai negosiasi mba semua...”ucap Melody menenangkan.

            Pertemuan pun selesai, project barupun akhirnya goal, Melody berjabatan tangan dengan clientnya  dan berakhir pula pertemuan itu. Di perjalanan pulang dhike sudah terlihat lebih tenang dan ia kini yang mengendalikan laju mobil kantor, Melody pun mulai membaca-baca kembali banyak kontrak yang sekarang dipegangnya.
 “Mba...maafin dhike yah.” Ucap dhike memulai pembicaraan.
“Ke...mba ngerti, butuh waktu lama buat kamu mulai segalanya, kamu tenang,semua pasti baik-baik saja.” Ucap Melody sambil mngelus pundak dhike.

            Dhike mengalami trauma, semenjak ia pernah menggagalkan proyek besar lighting advertising beberapa bulan lalu, ia selalu mengalami gejolak pertentangan dihatinya apabila berhadapan dengan client, dhike sempat beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri,namun Melody menolaknya, ia termasuk salah satu dari teman seperjuangan Melody untuk membangun kembali perusahaannya, Melodypun tak ingin siapapun keluar dari perusahaan dengan alasan yang masih bisa ditolerir. Melody bukan pemimpin yang kaku, Melody selalu menganggap semua  anak buahnya adalah keluarga, kebetulan perusahan Melody belum begitu besar dan hanya ada beberapa pekerja saja.
 “Auw....” Melody mengaduh ketika masih dalam perjalanan kembali ke kantornya.
“Kenapa mba?” Ucap dhike mengkhawatirkan Melody yang sedari tadi memegangi dada bagian kanannya, kemudian dhike memberikannya sebotol air mineral yang kebetulan ada di dalam tasnya.
“Mba ga kenapa-kenapa?sebaiknya kita kerumah sakit mba.” Tanya dhike lagi.
“Ga ke...mba gapapah,kantor sudah menunggu kita.”ucap Melody yang masih terlihat menahan sakit.
“Tapi mba...”ucap dhike yang langsung dipotong Melody.
 “Udah...”ucap Melody  mengakhiri percakapan.

Sesampainya di kantor Melody memamerkan berkas yang sudah ditanda tangani, semuapun tersenyum melihatnya.
 “Mel,tuh anak-anak interview udah nungguin.”ucap Adit menghadang jalan Melody.
“Haduh..... Adit baik deh, ganteng lagi, hari ini mau makan siang bareng ga dit??” ucap Melody manja, menyandarkan tubuhnya pada tembok penghubung ruangan karyawan dengan ruangannya, menatap Adit penuh maksud.
“Hmmm.....oke adit yg nginterview.....” Adit mengalah saja dengan kalimat sahabatnya yang sudah sangat ia tau maksudnya.
“Makasih Adit.” Kata Melody melempar senyum pada Adit lalu beranjak masuk ke ruangannya.
“Sama-sama,huh...Adit lagi Adit lagi...kalo misalkan manager boleh mecat direktur, udah gue pecat tuh direktur,untung cantik...sahabat gue pula....hadugh.....”ucap adit saat berjalan menuju ruang interview yg tak jauh dari ruangan Melody.
“Apa dit......aku masih denger lho...” Teriak Melody dari dalam ruangannya.
“Ah...ga kog mel,melody cantik kok tadi gue bilangnya” Ucap Adit berlari kecil, Melody yang masih berdiri di balik pintu hanya tersenyum membayangkan kelakuan sahabatnya di luar.

            Hari ini masih seperti biasanya, kantor sibuk, apalagi ada project baru,walaupun tidak terlalu besar ini cukup menguras tenaga dan pikiran Melody, Adit sudah terlihat mengajak Melody untuk pulang, Melodypun bergegas.

            Malam bertabur bintang,begitu terang dan mengagumkan, udara malam begitu menyejukkan, semilir angin terasa masuk hingga ke tulang rusuk, Melodypun segera menutup jendela balkon rumahnya dan menghentikan hikayatnya tentang malam. Rumah itu masih sepi, Melody memang memutuskan untuk tinggal sendiri, tanpa siapapun,tidak juga untuk pembantu, dia lebih memilih melakukan semuanya sendiri, rumah baginya tempat untuk mencari ketenangan dan  melakukan hal yang ia tak bisa lakukan diluar, termasuk menangis, dan ia paling tak suka siapapun melihatnya menangis, karena ia tidak mau terlihat lemah dimata siapapun.
            Melody menuruni anak tangga dan duduk bersantai di ruang tamu, namun ketika dipandanginya tembok sekeliling, di dapatinya banyak foto dan lukisan, yang baginya memandanginyapun seakan tak pernah punya waktu, kali ini ia mengambil salah satu fotonya, disana ada ayah, ibu, dan dua malaikat cantik dengan senyum manisnya, melody mengusapnya satu demi satu gambar foto itu, dan memeluknya, tiba-tiba air matanya mulai terlihat disudut-sudut kelopak matanya. Melody merebahkan tubuhnya di sofa,masih dengan mendekap foto itu iapun terlihat pulas mengantar mimpinya.

***
            Pagi ini Melody telah bersiap seperti biasanya, ia hanya tinggal menunggu sahabatnya membunyikan klakson mobilnya, kali ini Adit mengirim pesan ingin menjemput Melody dan berangkat bersama, hingga akhirnya terlihat juga mobil Adit di depan rumah Melody,Melody segera bergegas.

“Tumben, pake jemput segala.”Ucap Melody mengawali pertemuan.
“Kamu tau kan Jakarta itu macet,macet banget malah” Ucap Adit mulai menjalankan mobilnya, menjauh dari rumah Melody.
“Iya terus ?”
“Kalau di hitung-hitung jumlah mobil di Jakarta itu jumlahnya udah ga seimbang dengan luas jalan raya  yang kuotanya sudah tidak bisa dihitung dan jumlah mobilnya yag sudah tidak terbatas, jadi sebenarnya ga baik kalo naik mobil sendiri-sendiri, mending kaya gini kan lagian kita kan rumahnya deket, tujuan juga sama,lebih hemat, jadi ada temen ngobrol juga,ngurangin jumlah mobil, oia...ngurangin polusi juga, sebagai warga ibukota yang baik, taat dan patuh jadi harus bisa bantuin pemerintah mengurangi banyak masalah di jalanan, jadi......ehm.....maka dari itu.....mel...mellody...kamu ga berhentiin aku ngomong nih??udah panjang banget nih dialognya,mel...” Ucap adit yang dari tadi nyerocos dengan tatapan masih kearah depan dan sekarang mulai memandang sahabatnya yang ternyata sedari tadi memakai headset dan mendengarkan musik jazz dengan volume full.
“Astaga!Melllody.....”ucap Adit smbil menepuk keningnya sendiri.
“Hah?kenapa dit?udah selesai pidatonya?” Kata Melody dengan wajah polosnya sambil melepaskan headsetnya.
“Udah, tuh sekarang acaranya salam-salaman sama penganten terus prasmanan dah...” Adit kesal.
“Haha...ngambek...lagian aku kan Cuma tanya tumben jemput? jawabannya sampai luas jalanlah,mobil lah,apalah tadi,banyak banget.” Melody terkikik menatap wajah sahabatnya.
“Tapi kan mel....”Jawab Adit yang langsung dipotong Melody,
“Udah,ga ada Tapi adanya sarung,udah nyetir ajah yang bener,ga usah bawel deh.”Ucap Melody yang mampu membungkam adit untuk diam.

            Adit dan Melody adalah dua orang sahabat yang rada aneh,satunya cewek tapi jarang ngomong, sedangkan satunya lagi cowok, tapi bawelnya minta ampun, mereka bertemu bukan karena satu perusahaan,mereka dipertemukan di bandara, ketika Melody baru tiba di Indonesia dari Amsterdam sedangkan Adit baru pertama kali ke Jakarta dari Makassar, mereka sama-sama mencari alamat yang sama waktu itu, akhirnya dengan kebingungan keduanya berhasil menemukan alamatnya, walaupun membutuhkan waktu sehari semalam, karena hampir semua angkot mereka naiki, dan ternyata, angkot-angkot itu ga ada yang lewat alamat itu, alhasil taksilah yang mengantarkan mereka berdua,berada di satu tempat kerja membuat mereka semakin dekat, akhirnya jadilah persahabatan mereka.

 “Ibu direktur....ditunggu di ruang meeting sama anak-anak,oia hari ini ada perkenalan asisten barumu,dia juga udah ada disana.” ucap Adit memberitahukan Melody.
 “Dimulai sama kamu dulu deh dit,aku masih harus nyiapin file bwt meetingnya dulu,mulai dulu acara perkenalannya.” Jawab Melody masih fokus dengan file-filenya.
“Okeh.”ucap adit singkat dan langsung menutup pintu ruangan melody dan menuju ke ruang meeting.

            Beberapa waktu berlalu,melodypun bergegas menyusul para pegawainya di ruang meeting,dengan file yang telah di tangan Melody mulai memasuki ruangan, dari  luar terdengar riuh sekali, pasti sedang acara perkenalan, pikirnya. Iapun terlihat tidak sabar melihat rekan kerjanya yang akan selalu mendampinginya bekerja. Ia memulai membuka pintunya, keriuhanpun mulai terhenti.
 “Pagi...” Sapanya sambil membuka pintu.
 “pagi mba...” jawab semuanya kompak.
            Melody langsung melihat kearah semuanya termasuk ke arah pegawai barunya, kemudian Melody terihat menghela nafas dan duduk membuka acara meeting siang itu.
“Oia mel,ini asisten barumu,namanya Stel......” Ucap Adit dengan maksud ingin memperkenalkan asistennya, yang langsung dipotong oleh Melody.
“Ok, tadi acara perkenalannya udah kan,kita mulai meetingnya karena mengingat waktu sudah siang,kita akan bahas project baru kita untuk PT.Rully Sejahtera.”ucap Melody dengan ekspresi malaikat hitamnya yang langsung disambut dengan kernyitan dahi oleh Adit dan anak baru itu.

            Melodypun mulai mempresentasikan semuanya,dibantu dhike yang juga ikut menjelaskan. Hingga acara meetingpun berakhir,semuanya mulai masuk ke ruangan masing-masing,termasuk melody.

     (tok...tok...tok...) Suara ketukan ruangan melody.
“Masuk” Jawab melody sibuk dengan laptopnya.
“Ibu direktur,ini aku mengantarkan asisten baru kamu,ini Stella,Stella itu Melody direktur Lighting Advertising.”ucap Adit memperkenalkan,kemudian Stella mungulurkan tangannya dan disambut oleh Melody.
“OK,Stella itu meja kerja kamu,disini kamu akan membantu tugas-tugas mba Melody,oke Melody aku keluar yah,selamat bekerja Stella” Ucap adit yang mulai genit dengan Stella.

            Stellapun duduk di meja kerjanya yang berada dihadapan meja kerja Melody, beberapa waktu hening, dengan suasana dingin yang Melody bangun karena pekerjaannya yang numpuk dan Stella dengan kebingungannya dengan apa yang akan dilakukannya. Kemudian Stella memberanikan diri menghampiri Melody.
 “Mba...ada yang bisa saya bantu.” Ucap Stella sopan, hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Melody, kemudian Stella kembali ke mejanya, dia membersihkan mejanya sendiri, merapikan beberapa arsip, dan membuka jendela kantor yang tertutup, kemudian Stella keluar ruangan, Melody yang sedari tadi fokus dengan pekerjaannya ternyata diam-diam memperhatikan Stella,meskipun dalam keadaan menunduk. Hingga tak lama Stella kembali.
“Ini mba, saya bawakan milk orange hangat, biar tambah semangat kerjanya.” Ucap Stella meletakkan cangkir berisi minuman yang ntah di sukai Melody atau tidak ,namun naasnya dia tak mendapat respon dari Melody, diapun kembali ke mejanya.

            Jam istirahat makan siangpun tiba, Stellapun beranjak dan mengambil inisiatif untuk mengajak Melody makan siang, namun seperti biasa Melody hanya menjawab dengan gesture tubuhnya saja  Stellapun keluar.
“Hai...cantik....”Ucap Adit menyapa Stella yang terlihat duduk sendiri di kantin kantor.
“Saya??” Jawab kaget stella sambil menunjuk kearah dirinya.
“Iyah kamu,siapa lagi...Kamu ga papa kan??ga terasa sakit gitu??” Ucap Adit lagi merubah ekspresi, kini telah mengambil posisi duduk di hadapan Stella.
“Saya?sakit??ga kok pa.”ucap Stella mulai bingung.
 “Masa ga sakit sih?? kamu kan abis jatoh.” Kata Adit lagi.
“Jatoh???” Stella semakin bingung dengan managernya.
“Iya...kamu kan bidadari cantik yang baru jatoh di muka bumi,masa ga sakit sih...” Ucap adit dengan senyumnya. Stellapun hanya tersenyum,kemudian merekapun akhirnya saling mengobrol dan menghabiskan waktu makan siang bersama.
            Sementara Melody masih sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan waktu makan siangnya,dia akhirnya keluar hanya untuk ke ruang pantry untuk mengambil air putih,setelah kembali,di mejanya telah tersedia nasi gudeg plus krupuk udang kesukaannya.
“Hmm...enak nih kayanya,tau ajah adit” Ucap Melody dan langsung melahapnya.
Pekerjaan hari ini berakhir,masih dengan kepenatan yang sama dan bayang-bayang kelelahan yang mengglayuti.

*

            Pagi ini udara segar begitu menyejukkan, hari libur yang menyenangkan, Melodypun telah siap dengan baju joggingnya, dan mulai lari mengelilingi komplek, sekedar menghilangkan pegal-pegal ditubuhnya. Setelah dirasa keringat telah mulai keluar dan cukup lelah gadis ini pun memutuskan untuk pulang, namun...ketika dia hendak membuka kunci rumah, tiba-tiba pintu rumahnya dalam keadaan tak terkunci, diapun bingung,namun tetap masuk ke rumahnya, terdengar suara ribut di ruang dapurnya, Melodypun mengambil gagang sapu di dekat pintu depannya,dia berjalan perlahan, ternyata benar ada orang lain di rumahnya.
“Adit...........”Ucap melody kaget.
“Apa.....” ucap Adit tanpa dosa yang tengah sibuk membuat sesuatu.
“Aku kira kamu maling,nih...udah aku bawa sapu buat mukul kamu,ngapain sih,masuk rumah orang ga ngomong-ngomong,perasaan udah dikunci deh.”ucap Melody menghampiri sahabatnya.
“Yei....mana ada maling ganteng banget kaya aku gini??kan aku punya duplikatnya, lupa...kamu yang ngasih,pas km nyuruh aku nganterin mobil kamu yang mogok.”ucap Adit menjelaskan.
“Ganteng darimana??dari Hongkong?.pantesan aku cari kunci itu kmn2 ga ada.” Ucap Melody mengingat ingat.
“Bikin apa kamu?hmmm...baunya enak.” Melody mengintip masakan yang Adit buat.
“Nasi goreng.....sayur-sayuran,mnyak goreng,telur dan bumbu lainnya di rumahku abis,jadi aku masak ajah disini,daripada kelaperan.” Jawab Adit santai.
“Yei...enak ajah,emangnya rumah aku apaan?” kesal Melody.
“Pinjem...nanti aku balikin kalo aku udah belanja,lagian aku juga cuma bikin seporsi kok,Cuma sedikit.” Ucap adit.
“Seporsi?trus aku ga dibikinin?laper...” Ucap melody manja sambil memanyunkan bibirnya.
“Bikin aja sendiri.” Ucap adit sambil menjulurkan lidahnya.
            Tapi adit hanya menggoda melody, diapun telah membuatkan nasi goreng untuk melody,akhirnya pagi itu merkapun sarapan bersama.setelah sarapan Melodypun mandi,sedangkan adit bersantai di ruang tamu,dia melihat banyak foto dan lukisan yang indah.Setelah rapi Melodypun keluar.Adit terlihat masih memandangi salah satu foto dua gadis kecil yang tengah bergandengan tangan.
 “itu Nabilah...adeku.”ucap Melody mengagetkan adit.
 “manis banget mel,sekarang dia dimana?”tanya adit.
 “dia di Amsterdam,dia sangat benci denganku.” jawab melody dengan pandangan kosongnya.
“kenapa?” Adit penasaran.
“ehm...kenapa jadi curhat sih,ayo...mau ikut ga...aku mau keluar nih,apa mau jadi penjaga rumahku??’ jawab melody mengalihkan pertanyaan,sambil menarik tangan adit.
Minggu itu Melody megadakan riset,dia berjalan2 ke pusat kota untuk mencari inspirasi pembuatan iklan untuk project barunya, ditemani Adit semuanya terasa lebih menyenangkan,walaupun Adit tidak terlalu berandil membantu, malah lebih ke arah mengganggu, tapi semuanya berjalan cukup baik.Akhirnya mereka putuskan untuk makan malam diluar. 
“segitunya makan nasi gudeg??”Ucap Adit memperhatikan melody makan.
“yei...kan aku suka,suka banget malah”ucap melody sesaat setelah menyuapkan senodk ke mulutnya.
“emang kamu gatau dit??bukannya beberapa hari ini kamu sediain nasi gudeg di mejaku??” Lanjut Melody, mulai merasa aneh.
“Ga kok,ga pernah malah.”Ucap Adit masih sibuk memakan makanannya. Pikiran Melody melayang, memikirkan seseorang yang telah bisa ia tebak.
*

            Senin mulai masuk kembali,hari ini cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Hari ini ada jadwal penting untuk bertemu client dari Jepang, perusahaan ini termasuk perusahaan besar kalau sampai project ini goal maka bisa mengangkat nama perusahaan advertising Melody.

“Dit....nanti temani aku bertemu mister matsumoto yah...” ucap Melody sedikit berteriak di depan pintu ruangannya,ke arah meja anak buahnya.
“Hadugh...bentar lagi ada pertemuan sama pihak Rully kan,kayanya gabisa deh.” ucap Adit.    
“Dhike...” Lanjut melody.
“Tapi mba...” Jawab dhike.Melodypun mengingat kejadian kemarin, dhike ga mungkin bisa.
“Ve....” Ucap melody lagi.    
“Hari ini ada penyetoran uang ke bank mba.” Ucap ve, tanpa di kodekan semua menatap kearah Stella yang baru berjalan dari arah depan. Melodypun tau yang dimaksud mereka, memang seharusnya Melody pergi dengan asistennya tapi Melody terlihat enggan dengan Stella.
“OK.saya pergi sendiri.”ucap Melody dan langsung pergi.

            Stella pun masih terlihat bingung.diapun akhirnya mengajak bicara adit dan menanyakan semuanya. Terlihat percakapan yang serius terjadi,kemudian terlihat Melody kembali karena ada file yang tertinggal,kemudian melody memandangi keduanya dengan tatapan sinis, dan keluar kembali setelah mengambil file yang tertinggal.
            Baru setengah perjalanan menuju tempat tujuan mobil Melody mengalami kerusakan, sedangkan untuk menghindari kemacetan Melody melewati jalan yang sepi dan tidak dilewati angkutan umum,bingung mulai menghinggapinya,apa yang harus ia lakukan?
            Akhirnya Melody menelpon kantor,dan meminta salah satu dari mereka menemui mister matsumoto,yang jelas waktunya tidak banyak,apalgi orang jepang,paling tidak suka kalau disuruh menunggu.Melody berusaha untuk meminta bantuan,menelpon bengkel,atau menghubungi derek,tapi tak nampak juga ternyata.Hingga 3 jam kemudian pihak bengkel datang,dan mobilnya tetap harus dibawa ke bengkel,Melodypun menunggu,hingga anak buahnya menghubunginya.Akhirnya pesan masukpun datang dari ve.

     From :Ve
     Sukses mba, PT.Hiroshi menyetujui bekerja sama dengan kita.

            Melodypun menghela nafas panjangnya menunjukan kelegaannya.
“Ini awal segalanya mel....semangat.!”ucap melody sendiri.

            Setelah beberapa jam menunggu,mobilpun beres,Melodipun kembali ke kantor. Sampai disana Melody langsung berterimakasih kepada para pegawainya.
“Makasih ve...kamu hebat.”Ucap Melody.
“Bukan saya mba yang kesana.” Jawab Ve yang masih berkutat dengan laptop kerjanya.
“Berarti Adit yah....” ucap Melody lagi.
“Mas Adit masih belum pulang,dari pas tadi pagi.”ucap ve lagi.
“Lalu...??” tanya Melody, kali ini pandangannya diarahkan ke Dhike...
“Bukan Dhike jg mba,Dhike masih belum berani mba,yang kesana Stella mba,setelah denger mba ada masalah dijalan,Stella langsung bergegas menuju ke    tempat Mr.Matsumoto.Dhike hanya menemani Stella mba,dia hebat..presentasinya bagus,dan...” Belum selesai Dhike menjelaskan,Melody telihat langsung masuk ruangannya.
            Melody duduk di mejanya,terlihat Stella masih berkutat dengan filenya.
“Ini mba file dari mr.matsumoto.” ucap Stella,Melody tak meresponnya,Stella kembali ke mejanya setelah meletakkan file di atas meja Melody.
“Makasih.” ucap Melody tanpa menatap Stella. Stellapun langsung tersenyum,ini kali pertama Melody merespon pekerjaannya.
*
            Keesokan paginya pembentukan panitia project barupun dimulai,Kali ini pekerjaan dibagi dua,Adit memimpin di project Rully dan Melody memimpin di project Pt.Hiroshi,yang secara langsung Melody juga akhirnya menunjuk Stella untuk membantunya,karena mau tau atau tidak Stellalah yang berhasil mendapatkan project ini. Melody terlihat memendam sesuatu yang dirasa kepada Stella,namun demikian Melody terlihat mencoba profesional.
            Mulailah project itu dikerjakan,perusahaan Melody mendapat tugas untuk membuat iklan tentang produk makanan cepat saji jepang.Ide mulai dibuka,ternyata kali ini Kepala Melody dan Stella memiliki ide yang berbeda.terjadi perdebatan beberapa saat.
 “Kita harus meyakinkan publik bahwa makanan cepat saji jepang itu berbeda dengan makanan cepat saji negara barat,kita sebaiknya memperlihatkan keindahan jepang di dalamnya,ketertarikan orang Indonesia dengan keindahan negara lain bisa kita tarik disisni.” ucap Melody menjelaskan. Tetapi Stella memiliki ide yang berbeda.
“Kita memang akan membuat iklan produk jepang,tapi kita akan menjualnya di Indonesia, dan bangsa Indonesia juga sekarang sudah memiliki sifat nasionalisme yang tinggi kok,kita bisa menyajikannya dengan budaya Indonesia,dari itu lbih meyakinkan bahwa itu produk yang cocok dengan kita,dan tidak ada kesan produk asing.”ucap Stella.

            Ide mereka seakan berbanding terbalik,keduanya sama bagus,akhirnya diadakan votting,hasilnya sama,mereka mendapat dukungan yang sama.Akhirnya mereka memutuskan untuk merealisasikan keduanya dibawah pimpinan Melody dan Stella,walaupun pada akhirnya hanya satu yang akan terpilih.
Waktu 2bulan diberikan oleh Mister Hiroshi untuk Lighting Advertising menyelesaikan pekerjaannya.
            Kedua srikandi hebat ini sama-sama memiliki kemampuan ,namun dengan cara bekerja yang berbeda,Melody yang bekerja dengan cepat dan waktu yang terus menerus,sedangkan Stella bekerja dengan santai tapi terkonsep.Mereka bekerja di satu tempat,tetapi seakan rona persaingan sungguh terasa.Suatu saat ketika Melody tengah memimpin rapat teamnya,tiba-tiba jantungnya berdetak begitu cepatnya,terlihat Melody memegangi dadany.
 “Ve...tolong pimpin sebentar,saya akan keluar sebentar.”Ucap Melody mencoba terlihat biasa di depan rekan kerjanya. Diapun keluar,dan ketika diluar,dia semakin merasakan sakitnya.Ternyata dari jauh Stella memperhatikan Melody,dia ingin mendekat tapi rasanya dia takut Melody akan marah,hingga ia lihat Melody tersungkur kali ini.
 “Mel......”Ucap Stella berlari dan langsung coba membantu Melody bangun.
 “Lepas.....saya ga butuh bantuan kamu.”ucap Melody melepaskan tangan Stella.
 “Tapi Mel,kamu kenapa? kamu nggak apa-apa ?.”Ucap Stella, terdengar begitu akrab, tanpa sebutan ‘ibu’ untuk seorang direktur seperti Melody.
“Udah, ngga usah kamu pura-pura lagi, kamu kan dari dulu ga pernah peduli denganku, apalagi yang kamu pengen ambil dariku?dulu ishak??sekarang adit?kamu memang ga pernah bisa bikin hidupku sedikit tenang.Tetaplah jadi orang asing bagiku,menjauh dari ku, lepasss..”Ucap Melodi meronta dari tangan Stella yang coba memapahnya,hingga Stella hampir terjatuh,Melodypun mncoba berjalan,tapi baru beberapa langkah Melody te jatuh dan tak sadarkan diri,Stella berlari dan menghampiri Melody.
            Kepalanya masih terasa begitu berat,nafas Melody pun masih memburu ketika ia mulai membuka matanya.
            Dilihatnya sekelilingnya,ini kamar tidurnya,ketika ia rasakan ada kompres yang masih dingin di keningnya.Iapun akan beranjak,namun tubuhnya belum mau tuk bangun.
“Mel...udah bangun...”Ucap suara mengagetkan Melody.
“Ngapain kamu disini.” Jawab ketus Melody, melihat stela yang menyapanya.
“Ini ada bubur,ayo makan dulu.” Ucap Stella tanpa memerdulikan ucapan Melody.
“Saya ngga butuh siapapun,pintu keluar ada disana.” ucap Melody tanpa menatap Stella dan menunjuk kearah pintu.
“Mel,aku tahu kamu masih marah soal masalah beberapa tahun yang lalu,tapi kamu sakit saat ini,aku ga tau harus minta tolong sama siapa?sedangkan rumah ini saja tidak ada satu orangpun,apa aku harus tinggalin kamu sendiri,saat kamu berdiripun belum sanggup.Kalau kamu benci dengan seorang Stella Cornelia,maka lihatlah aku sekarang sebagai assisten kamu bukan sebagai Stella.” ucap Stella menatap  Melody sendu.
            Kemudian keadaan hening sejenak,dan melody mulai membuka mulutnya.
“Apa tadi anak-anak lihat pas aku jatoh?’Ucap Melody masih dengan tidak memandangnya.
“Ngga,mereka ga ada yang tau,aku tau kamu ga mau mereka tau bukan??”ucap Stella kini dengan mulai mengambil mangkok bubur untuk Melody.
“Ayo...sekarang makan....”Ucap Stella mulai menyuapkan bubur ke arah Melody,
“Ngga,aq bisa makan sendiri.”ucap ketus Melody.
“Makan...atau aku akan bilang ke anak-anak kantor kalau kamu sakit?” Tantang Stella, yang dibalas tatapan heran Melody.
            Akhirnya Melodypun membuka mulutnya dan menerima suapan tangan Stella walaupun masih tetap tak memandang wajah Stella, Stellapun terlihat menyinggungkan sedikit senyum dibibirnya.
            Acara makanpun selesai,Stellapun meminumkan obat-obatan kepada Melody,kali ini Melodypun hanya menurut,Stellapun keluar untuk menaruh mangkuk dan gelas,dan ketika ia masuk kembali Melody telah tertidur pulas.Stella terlihat memandangi Melody,diusapnya rambut Melody,kemudian ditariknya selimut untuk menutup tubuh Melody.Stellapun sekarang terlihat mulai tenang dan meninggalkan rumah Melody.
Keesokan paginya Stella kembali ke rumah Melody dijinjingkan rantang makanan yang ia bawa dari rumah.Ia buka pintunya,kemudian ia lihat ke kamar melody,melody sudah tidak ada,ia cari keberadaannya.Ternyata dilihatnya Melody tengah berada ditaman belakang rumahnya tengah  mendendangkan sebuah lagu,

     Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
     Di hari kita saling berbagi
     Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
     Kuperlihat semua hartaku
     Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
     Kesombongan di masa muda yang indah
     Aku raja kaupun raja
     Aku hitam kaupun hitam
     Arti teman lebih dari sekedar materi


.
     Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
     Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
     Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
     Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
     Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
     Aku dan kamu darah abadi
     Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
     Merdeka kita, kita merdeka

     Tak pernah kita pikirkan                     
     Ujung perjalanan ini                                                        
    Tak usah kita pikirkan
     Akhir perjalanan ini


            (Prok...prok..prok....)terdengar suara tepukan tangan dari Stella. Melodypun menoleh kebelakang.Lalu membalikan pandangannya kedepan lagi.
“Masih ingat dengan lagu itu??” Ucap stella tersenyum senang.
“Masih,ini laguku dengan sahabatku, sahabat yang paling mengerti dan paling menyayangiku, sahabat yang dulu selalu bilang bahagiaku adalah bahagianya,dan sedihku adalah sedihnya, dia juga bilang akan selalu ada buat aku,tapi dia sekarang telah hilang entah dimana?”Ucap Melody dengan keketusannya, Stellapun terlihat terdiam dengan pandangannya yang menjadi buram.
“Mel...sebegitu udah ga adakah aku untuk sekarang di hidup kamu,ga adakah yang mampu buat kamu kembali memaafkanku.”Ucap stella.
“Ga ada,stella ku telah mati.” Ucap Melody begitu santai mengucapkan kata ‘Mati’.
“Mel....” bentak stella.
“Apa?? kamu mau berkata bahwa kini kamu telah kembali,kamu mau datang buat aku,atau kamu mau bilang kalau kamulah sahabat aku itu??” Ucap Melody kali ini dengan nada tinggi, emosinya terpantik begitu saja.
“Dulu,aku terlalu takut mengakui,kalau ternyata kita menyukai laki-laki yang sama,atau aku takut mengakui kalau ternyata akulah yang telah mendapat perhatian dari dia,bukan kamu, aku juga takut mengakui kalau sebenarnya.......”ucap Stella yang langsung dipotong Mellody.
“Cuma itu alasan kamu pergi,ninggalin amsterdam,ninggalin rumah pohon kita,ninggalin banyak kenangan yang kamu tinggal,bahkan ninggalin aku,emangnya aku sepicik itu, membenci kamu karena seorang cowok stel,kamu mau tau apa yang terjadi setelah kamu pergi?Aku ingin menemuimu di Indonesia,aku memaksa Ayah dan Ibu untuk berlibur ke Indonesia,tapi ketika kami perjalanan menuju Bandara,Mobil ayah melaju dengan sangat kencang,Mobil ayah menabrak truk,dan kamu tau apa yang terjadi?? ayah.....ibu............mereka tak dapaat tertolong,dan nabilah............” Ucap Melody sesegukan dalam tangisnya,Stella coba memeluknya,namun Melody menolaknya,dan melanjutkan bicaranya.
“Dan nabilah............nabilah buta......,adikku satu-satunya tak bisa lagi melihat,dan tau apa yang terjadi setelah itu,nabilah sangat membenciku,bahkan dia bilang akulah yang menyebabkan kedua orang tuaku mati,andai aku tak memaksa untuk pergi ke Indonesia, mungkin aku tak kan seperti ini,kenapa aku yang harus hidup???kenapa aku yang harus selamat???” ucap Melody yang kali ini dengan air mata yang ia biarkan menuruni wajah mulusnya. Stellapun terlihat kaget dan mencoba membungkam mulut dan wajahnya di saat air matanya juga berderai tak kalah derasnya.
“Dan kamu....dimana kamu saat itu?? dimana stella yang mengaku sahabtku??dimana??kamu tau bagaimana aku setelah itu,aku bagai orang gila???bahkan aku hidup seperti benda mati,dimana kamu???” ucap Melodi dengan sesegukannya.
“Mel....maaf.....maaf...aku ngga tau...ga..ga mungkin.....”Ucap Stella yang tak percaya semua ini,Stellapun mundur,mundur,dan berlari keluar.

     Beberapa hari Melody tak datang ke kantor,bahkan semua pegawai bingung,Stellapun menghilang,sedangkan Adit memang ditugaskan beberapa Minggu untuk membuat iklan untuk PT.Rully di Bali. Melodypun kembali ke kantor,semua pegawai memeluknya dan merindukannya,dia melihat ke semua arah mencari-cari sosok lain yang tidak dilihatnya.
“Where is Stella??”ucapnya mengutarakan pertanyaan hatinya.
“Sudah tiga hari Stella tidak msuk kantor,dia sempat beberapa hari menggantikan mba melody,tp setelah project PT.Hiroshi selesai,dia tak lagi masuk kantor.”ucap Ve menjelaskan.
“lalu selama tiga hari ini,siapa yang menggantikanku??”ucap Melody lagi.
“Saya mba...”Ucap seseorang yang keluar dari ruangan Melody.
“Dhike?”Ucap Melodi kaget.
“Bukankah traumamu?”ucap Melodi masih kaget.
“Stella menyembuhkanku mba,Stella membentakku ketika aku hanya terdiam ketika tak ada lagi orang dikantor selain aku yang bisa menghadiri pertemuan dengan client itu,dia bilang aku slalu bertahan ketika ombak akan menyerangku,dia bilang aku akan selamanya seperti ini jika aku tak mau mencoba,dia bilang hanya pengecut seperti akulah yang akan mati dalam banjir yang hanya semata kaki,karena aku tak mau bergerak,dan aku tak mau mati hanya karena banjir yang semata kaki itu,aku bergerak dan aku ternyata bisa.aku bukan pengecut.” Ucap Dhike dan Melodypun memeluknya.
“Dan tentang project mister matsumoto untuk PT.Hiroshi,kami pakai punya Stella mba,maaf.”Ucap Dhike melanjutkan.
“Dan hasilnya?”tanya Melody ingin tahu.
“Kita berhasil mba....mister matsumoto bahkan akan mengontrak lighting untuk 30 seri iklan kedepannya” Ucap Dhike melanjutkan.
“Benarkah?aku tau...Stella slalu bisa.”Ucap Melody langsung berlari keluar,dan ketika Melody berlari, Aditpun datang.
“Mel....”Ucap Adit.
“Aku titip Lighting....jaga Lighting”Ucap Melody berteriak,dan masuk ke dalam mobilnya.
            Perjalanan itupun berhenti, tepat di depan rumah yang begitu asri dan sejuk. Diparkirnya mobil Melody di depan rumah itu.
 “Assalamualaikum.....”salam melody sambil mengetuk pintu. Kemudian dibukanya pintu itu oleh seorang perempuan empat puluh tahunan.
“Melody...”Ucap ibu itu.
“Siapa bun yang dateng??” teriak anak perempuan dari dalam dan akhirnya keluar juga.
“Melody???”Ucapnya anak perempuan tadi.
“Iya ini aku Melody bun,Stel.”Ucap Melody.
“Ayo nak melodi masuk, bunda akan buatkan minum.”Ucap Bunda Stella.
“Darimana kamu tahu aku disini Mel,dan.....”Ucap Stella yang langsung dipotong oleh Bunda.
“Stella...ajak Melody untuk beristirahat,waktu sudah malam,ngobrolnya lanjutkan besok saja.”Ucap Bunda.
“Iya bun.”ucap Stella.
      Stellapun mengantarkan Melody sampai ke kamarnya, kamar yang tidak terlalu besar,tapi begitu nyaman dan indah.
 “Kamu boleh tidur disini,ini kamarku,biar aku tidur di kamar Bunda bareng Sonia juga.” Ucap Stella kikuk dan langsung berbalik hendak meninggalkan Melody.
“Stell....”Ucap Melody, Stella menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap si pemilik suara.
“Tak maukah kau menemaniku tidur disini? aku takut sendiri?” Ucap Melody, sepersekian detik Stella hanya terdiam, untuk kemudian melempar senyum, dan mengiyakan permintaan Melody.
      Pagi menjelang,sinar mataharipun tlah mnyelinap masuk melalui tirai-tirai kamar, sinarnya menyilaukan, membangunkan Melody yang terlihat begitu lelah. Melodypun terbangun dan keluar dari kamar Stella.Terdengar suara  merdu Stella tengah mengalunkan sebuah lagu sambil menyirami beberapa tanaman melati yang tumbuh dengan subur di taman belakang rumahnya
“Eh....Mel...udah bangun?” Sapa Stella yang menyadari Melody tengah mendengarkan dendangan suaranya.
“Kok ga dilanjutin...” Ucap Melody, Stellapun hanya tersenyum.
“Makasih stell buat semuanya,buat nasi gudeg yang slalu kamu taruh untuk makan siangku.” Ucap Melody,stellapun tersenyum mendengar pernyataan melody.
“Iya sama-sama, kamu harus jaga pola makan mel,makan itu penting,aku ga tega liat kamu bekerja terlalu keras seperti itu.”Ucap Stella menjawab pernyataan Melody, sambil masih menyirami tanaman-tanamannya.
“Makasih juga buat projectnya?kamu memang selalu lebih hebat dari aku,kamu bener,kerjaku hanya pakai tenaga,tapi pikiranku??”Ucap Melody yang langsung dipotong oleh Stella.
“Kamu lebih hebat dari aku kok mel,nyatanya anak-anak lighting sangat menyayangimu bukan,dan kamu bisa hidupin lighting sampai sekarang.”Ucap Stella lagi.
“Tapi...”Ucap Melody yang ucapannya langsung ditimpal Stella.
“Liat deh,tanaman Melatiku,subur yah....seneng deh liat melati-melati ini,walaupun kecil,tapi indah dan kuat,putih,bersih dan......”Ucap Stella dan langsung disambung oleh Melody.
“Suci,kalau aku ditanya bunga apa yang paling indah?pasti kujawab Melati,suatu hari nanti kalau akau udah punya keluarga,aku pengen bikin rumah yang di dalamnya ada taman melatinya,dan semua rumahku akan kubuat dari kaca biar melati-melati itu tetap bisa terlihat walau dari dalam......”Ucap Melody yang kemudian mereka melanjutkannya bersamaan.
“Dan aku akan buat dua kamar besar,satu untuk kamar Melody dan satu untuk kamar Stella,kita akan selalu bersama selamanya,demi melati yang selalu tumbuh indah di taman ini.”Ucap Melody dan Stella melanjutkannya bersama,kemudian mereka saling tersenyum.
“Kamu masih inget mel?” Ucap Stella menatap Melody bangga.
“Ya ingetlah.gimana ngga,dari umur 5tahun kamu slalu bilang kaya gituh,berkali-kali kita ketemu kamu slalu bilang itu,ya jadi hafal lah.”Ucap Melody.
“Apa sesering itu yah??aku ngga sadar.hehe”ucap Stella,kemudian Stella melanjutkan menyiram bunganya dan keadaanpun hening beberapa saat.
“Aku sakit stel.......” Ucap Melody enteng memecah keheningan.
“Sakit apa? pusing?” JawabStella masih dengan menyirami bunganya.
“Kalau pusing lanjutin istirahatnya sana,kamu pasti capek,lagian....”Ucap Stella yang langsung dipotong oleh Melodi.
“Jantungku bocor.” Ucap Melody,Stellapun kaget dan langsung membanting alat penyiram bunganya. Diapun berbalik dan didapati Melody yang menatap dirinya dari belakang dengan air mata di pipinya.
“Mel....ga mungkin.” Ucap Stela kali ini sambil memegangi pundak Melody.
“Dokter bilang umurku hanya tinggal kurang lebih 30hari lagi.”Ucap Melody membuang pandang dari tatapan dalam Stella.
“Sssstt....kamu ga boleh ngomong kaya gituh,kamu pasti berumur panjang,pasti ada cara keluarnya,kamu pasti sembuh.”Ucap Stella meyakinkan,melody hanya menggelengkan kepala.
“Aku kesini karena aku pengen kamu gantiin aku di kantor,Cuma kamu yang bisa bantu aku Stel,aku ga pengen ketika aku mati Lighting mati,aku pengen bisa biayain Nabilah biar dia bisa liat lagi,aku mohon...kalau aku mati nanti jagalah Lighting dan Nabilah untukku,Dokter bilang aku harus mulai perawatan dari seminggu yang lalu,tapi aku ga mau,aku ga mau jadi mayat di rumah sakit,aku takut stel.........aku belum siap.....aku masih pengen lihat senyum nabilah.........” Ucap Melodi semakin menangis, kali ini Stella telah memeluknya dengan erat.
“Kamu harus perawatan mel,kamu harus sembuh,kamu ga boleh takut,aku akan temenin kamu,aku janji.kamu harus sembuh demi nabilah....demi anak-anak di Lighting,mereka semua masih membutuhkan kamu?” Ucap Stella meyakinkan,masih dengan pelukan eratnya untuk Melody.
“Jaga Adit juga,dia pasti akan bahagia denganmu.” Ucap Melodi.
“Adit???”Ucap Stella.
“Stella...Melody...ayo sarapan pagi dulu.”Sapa Bunda membuyarkan keduanya.
“Iya bun”Jawab Stella.Stellapun membersihkan air matanya,begitupun Melody,melody tak ingin siapapun mengetahui tentang sakitnya.
“Ini bunda buatin Nasi goreng,ini buat Melody,yang ini untuk Sonia,dan yang ini buat Stella tanpa sayur.”Ucap Bunda membagi.
“Kamu masih ga suka sayur stel?” Tanya Melody.
“Kayanya aku alergi deh mel,jadi gabisa makan sayur”Ucap Stella beralibi.
“Hah?mana ada alergi sayur,adanya juga kamu males makan sayur.”Ucap Melody sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
“Ada kok,belum diumumin aja.”Ucap Stella.disambut tawa kecil melody dan bunda Stella. Kali ini kesedihan beberapa waktu yang lalu,masih bisa mereka tutupi dengan baik.
“Oh.....ia kak,katanya mau ke Pantai??”Ucap Sonia menghentikan perdebatan keduanya.
“O...I...yah...kakak hampir lupa de,ya udah setelah sarapan kita siap-siap,ok?”Ucap Stella.
“OK.”singkat Sonia.

            Pantai masih tempat yang sangat indah untuk dinikmati,rasanya telah lama melody tak pernah pergi ke tempat seperti ini,waktunya hanya dihabiskan ke kantor,kantor dan kantor lagi.Dipandanginya Sonia yang terlihat sangat bahagia,dengan kamera digital milik Bunda Stella,mereka saling berpose secara bergantian,bagi melody mungkin foto ini bisa menjadi kenangan saat dia tidak ada lagi di dunia.Hari yang begitu membahagiakan,hingga tiba-tiba terlihat Melody kembali memegangi dadanya,dan tergeletak di atas pasir,Stella menyadarinya dan langsung berlari menghampirinya.

 “Mel......”Sapa Stella melihat Melody membuka matanya.
 “Stell...aku dimana?”Ucap Melody terkaget.
 “Kamu di rumah sakit,udah..tenang ada aku disini.”Ucap Stella menggenggam tangan Melody menenangkan.
 “Kamu jangan pergi kemana-mana” Ucap Melody, mengeratkan tangannya dalam genggaman Stella.
“Iyah....aku akan disini.” Jawab Stella dengan senyum damainya.
            Pagi menjelang matahari sudah bertengger di tempatnya,terlihat suster tengah mempersiapkan sarapan pagi untuk Melody.Melody bangun dan mencari sosok Stella tapi tak didapatinya.
“Sus...Stella mana??”Ucap Melody.
“Sus.....” Ucap Melody berkali-kali yang tak kunjung mendapat jawaban dari suster yang menjaganya.
“Mel....kamu kenapa?”Ucap Stella yang ternyata baru datang dan telah memakai pakaian rapinya.
“Kamu darimana Stel??”Tanya Melody dan langsung menggenggam tangan Stella dengan Eratnya.
“Aku ambil baju,aku akan mulai masuk kantor hari ini,bukankah kamu bilang aku harus gantiin kamu,kamu pasti ga mau kan anak-anak tau tentang kamu.”Ucap Stella menjelaskan, Melodypun hanya mengangguk.
“Aku janji,sepulang dari kantor,langsung kesini.Kamu jangan takut ya mel...”Ucap Stella.
            Sebelum berangkat Stella menyempatkan diri untuk menyuapi sarapan pagi untuk sahabatnya itu.

            Semakin hari kondisi Melody semakin memburuk,kondisi ini selalu bisa membuat Stella berurai air mata,hingga suatu malam ketika Stella akan pulang.
“Kok belum tidur sih mel....udah malem lho...”Ucap Stella, memerhatikan Melody yang nampak gelisah dengan pikirannya.
“Kamu mau nggak,menuhin permintaanku.” Ucap Melody, menatap serius pada Stella.
“Apa aja buat kamu mel...” Jawab Stella.
“Nyanyiin aku sebuah lagu sampai aku tertidur pulas.” Pinta Melody yang langsung diiyakan oleh Stella. Kemudian ia mulai melantunkan suara merdunya,dia mulai menyanyikan lagunya,sambil sesekali mengusap rambut Melody.

     Kita yang pernah merasakan hitam terangnya cinta
     Bersamamu kan ku jelang hari bahagia
     Tanpamu ku gelap, tanpamu gelap

     Simpan saja semua cerita tentang hitamnya cinta
     Bersamamu kan ku jelang hari bahagia
     Tanpamu ku gelap, engkaulah terang

     dan aku tlah yakinkan hatiku
     Bahagiakan ku jelang bersamamu
     Dan aku yang tak bisa tanpamu
     Karna engkaulah terang dalam gelapku

    Bulan bintang yang selalu datang setia terangi malam
    Tak seterang hatimu
    Tak seterang cinta yang kau berikan
    Yang kau berikan

             Kemudian Stellapun menghentikan nyanyiannya ketika dilihat Melody tlah tertidur pulas,tapi ketika Stella akan beranjak,tangan Melody tiba-tiba memegangi lengan Stella,padahal mata melody sudah dalam keadaan  tertutup,kemudian dengan perlahan Stella melepaskannya.

            Hari-hari setelah itu Melody masih dirawat di rumah sakit,walupun kali ini Stella telah jarang terlihat menghampiri Melody.
“Sus.....Stella udah dateng??”Tanya melody setiap kali suster menghampirinya,tapi jawabannya selalu gelengan. Berkali-kali Melody menanyakan itu,tapi Stella selalu belum hadir juga. Hingga akhirnya tiba dimana Melody harus melakukan operasi cangkok jantung,karena jantung yang ada di tubuhnya sudah tak mampu di pertahankan,dia harap Stella ada disampingnya,dia begitu takut,dalam keadaan seperti ini sosok stellalah yang ia butuhkan,karena tidak ada satu orangpun yang tau kalau dirinya sakit,tapi semakin ia cari,sosok Stella tak terlihat, “mungkin ia tengah sibuk dengan kantor” pikir benaknya.
            Masuklah ia ke dalam kamar operasi,lampu yang begitu menyilaukan memulai segalanya. 8 jam Melody berkutat dengan alat kedokteran,dan berharap bius ini akan segera berakhir,dan ia bisa kembali hidup,walaupun sangat sulit bagi penderita jantung bocor sepertinya untuk bertahan,hingga akhirnya waktu itu berakhir.

            Operasi berakhir,6 dokter yang mengoperasi Melody menyatakan operasinya berhasil,Melody perlahan membuka matanya,pandangannya masih kabur,lalu sedikit demi sedikit mulai jelas...ada Adit,Ve,Dhike,dan beberapa pegawai lainnya,namun pandangannya masih belum berhenti,ia masih mencari sosok yang lain.
“Melodi...ini Adit,lihat kesini,tolong Mel,jangan kaya gini lagi, aku takut kehilangan kamu, kuatlah.....aku sayang kamu, Mel.” Ucap Adit sambil menciumi tangan Melody.
“Dit....aku juga sayang sama kamu,tapi Stella,bukankah kau mencintainya?”Ucap Melody yang memang selama ini telah memendam rasa dengan Adit.
“Stella??dia telah memiliki kekasih,dia dekat denganku,karena dia ingin tau tentangmu,hanya itu.”Ucap Adit menjelaskan.
“Lalu dimana stella??” Tanya Melody yang tak kunjung melihat Stella sejak malam dimana dia tertidur dengan lantunan suara Stella.
            Semua hanya diam,semuanya tak tau dimana Stella,beberapa waktu Stella menggantikan Melody,tapi setelah itu menghilang entah kemana.
“Kak Melody.............” Suara teriakan yang jelas Melody kenal. Gadis manis yang begitu tersenyum bagaikan malaikat yang turun ke bumi.
“Nabilah kangen Kak Melody.....” Ucapnya yang langsung memeluk Melody.
“Nabilah......Kakak juga kangen kamu dek” Ucap Melody membalas pelukan Nabilah. Kemudian nabilah berdiri,dan Melodypun memainkan tangannya di wajah Nabilah.
“Nabilah udah bisa liat ka....Allah maha baik,Allah juga membuka mata hati nabilah,bahwa nabilah ga boleh benci kakak,seperti kata kak Stella bahwa Kak Melody pasti akan bertahan hidup demi Nabilah dan Nabilah akan tetap Melihat demi kak Melody.”jelas Nabilah.
“Kak Stella??”Tanya Melody.
“Beberapa waktu yang lalu,kak stella menemui nabilah,dia kasih banyak cerita ke nabilah,tentang kakak,tentang hidup,dan tentang bahagia,nabilah sadar,nabilah ga punya siapa-siapa lagi selain kak Melo,dan Nabilah akan bertahan demi Kak Melody”Ucap Nabilah kembali memeluk Melodi.

*

            Beberapa waktu berlalu,hidup Melody semakin baik,adik yang begitu baik,perusahaan yang sangat maju dan juga kekasih yang sangat mengerty melody,namun bayang-bayang tentang Stella semakin menari-nari di pikiran Melody,rumah yang beberapa waktu disimbanginyapun sudah tak berpenghuni lagi,hal yang sama terulang kembali,Stella meninggalkan Melody,Melodypun merasa Stella mungkin telah lelah dengannya,lelah dengan kerepotan yang ia berikan.

            Sampai akhirnya,tiba-tiba akhir-akhir ini jantung Melody terasa berdetak lebih cepat,kadang sampai terasa sakit,ia takut jantungnya mengalami masalah lagi. Kemudian Ia putuskan untuk menemui dokter yang merawatnya waktu itu.Dan ia juga ingin mencari tau,siapa orang baik yang telah mendonorkan jantung untuknya.

“Maaf mba Melody....saya tidak bisa menyebutkan nama pendonornya,ini sudah ada di kode etik kedokteran.”Ucap dokter setelah melody mengungkapkan maksud kedatangannya.
“Tapi dok,akhir-akhir ini jantung saya berdetak begitu cepat bahkan terasa sakit,tapi dokter bilang jantung saya dalam keadaan baik-baik saja.Pasti pemilik jantung ini ada apa-apa,mungkin keluarganya,saya hanya ingin mengucapkan terimakasih dok,saya mohon....saya tidak bisa terus hidup dengan jantung yang alur detaknyapun tak mau mengikuti saya.”Ucap Melody memohon.
“Ok mba melody.sebelum dia mendonorkan jantungnya,dia seorang pasien kanker,saya tidak bisa memberikan alamatnya,tapi saya akan beri tahu nama rumah sakitnya,RS.Kasih,saya harap Mba melody tak menanyakan tentang ini lagi kepada saya.”Ucap dokter mengakhiri percakapan.
Melodypun langsung melanjutkan perjalanannya ke RS.Kasih,dia terus berlari bahkan jantung ini tak menginginkan melody untuk berjalan,cepat lebih cepat dan lebih cepat lagi,hingga akhirnya Melody menabrak seorang dokter. 
“Maaf mba....mba ga papah??”Ucap dokter itu,ia membantu melody berdiri.
“Ishak???”Ucap Melody mengenali laki-laki itu.
“Melody??”Ucap Ishak kepada Melody.
“Ishak....kamu harus bantu aku....pokoknya kamu harus bantu aku...”Ucap Melody terengah-engah.
“Ok Mel,aku akan bantu kamu,tapi tenangin diri kamu dulu,lebih baik kita bicara di ruangan ku.”Ucap Ishak.
            Kemudian Ishak mengajak Melody ke ruangan kerjanya,tiba-tiba Melody melihat sebuah pigura foto diatas meja kerja Ishak.
 “Stella....”Ucap melody melihat gambar di dalam pigura tersebut. Ishakpun hanya mengangguk,dan mengelus foto stella tersebut.
“Jadi semenjak di Amsterdam sampai disini kalian masih berhubungan?”Ucap Melody lagi.
“Aku sangat mencintai Stella mel,bahkan ketika Stella memutuskan hubungan kita,karena kalian bertengkar,aku tetap mencintai Stella,aku ke Indonesiapun karena aku ingin dekat dengan Stella.”jawab Ishak Menjelaskan.
“Lalu dimana Stella sekarang?”Ucap Melody,Ishakpun hanya menjawab dengan mengangkat  bahunya.
“Ok,sekarang aku mau tahu siapa pendonor jantungku??dokter yang pernah merawatku bilang dia berasal dari rumah sakit ini,dan aku mau tau,jantungku terasa berdetak lebih cepat,tapi dokter bilang aku baik2 saja,aku ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya?”Ucap Melody sudah tidak sabar.
“Kamu benar-benar ingin tahu??”Ucap Ishak.
“Jelas aku ingin tahu.”ucap Melody.
“Dia adalah seorang perempuan,dia penderita kanker otak semenjak tiga tahun yang lalu,orangnya begitu ceria,bahkan ia tak seperti orang yang sedang sakit,dia selalu menyemangati orang lain,bahkan orang yang lebih sehat darinya,hingga akhirnya 3bulan yang lalu,kankernya mulai masuk ke stadium akhir,dia harusnya melakukan perawatan,kemotheraphy,radioaktif atau theraphy yang lainnya,tapi dia tidak mau,dengan alasan dia tidak mau menghabiskan waktunya di rumah sakit,dia ingin membahagiakan orang yang dia sayang sebelum dia pergi,saya jatuh cinta dengannya,sangat mencintainya,tapi dia bilang,cinta saya sudah jelas,tapi cinta untuk orang itu belum pernah ia ungkapan,dia ingin menebus kesalahan masa lampau yang ia pernah lakukan.,dia tak ingin mati di rumah sakit,dia ingin mati dengan membawa senyuman dari orang yang ia sayang,dan sekarang aku yakin dia telah mendapatkannya.”Jelas Ishak panjang Lebar.
“Lalu siapa??kenapa aku yang dia pilih untuk diberikan jantungnya?”Ucap Melody penasaran,kini jantungnya kembali berdetak dengan hebatnya,bahkan lebih kencang dari sebelumnya,Melody mulai memegangi jantungnya lagi,bahkan kali ini diremas,karena begitu sakitnya.
“Dia orang yang kamu kenal,dia menghabiskan sisa hidupnya denganmu,untukmu,dan demi senyummu,dia Stella,Stella Cornelia.”Ucap Ishak,yang langsung disambut dengan derasnya air mata dari Melody.
“Ga.....ga mungkin,Stella...ga mungkin,dia ga bilang apa-apa.....ga mungkin.”Ucap Melody dan kini jantungnya seakan mulai memompa dengan cepatnya,seakan lepas dari tempatnya.Dan Melodypun tergeletak tak berdaya.
 *
“suara itu...suara yang kukenal,Stella.........stel......kamu dimana??”Ucap Melody di tengah hamparan pulau putih yang tak terlihat siapapun ada disana,hanya saja dia mendengar suara emas sahabatnya,suara stella tengah bernyanyi. Dari jauh terlihat sosoknya,Terlihat Stella begitu cantik,memakai gaun putih,dan banyak bunga menghiasi mahkota kepalanya.
“Stella.......”Ucap Melody menepuk pundaknya.
“Melody....”Ucap Stella terkaget. Mereka berduapun saling berpeluk begitu erat,menumpahkan kerinduan,hingga tetesan air mata jatuh dari pipi Melody.
“Stella...kamu kemana aja....aku kangen sama kamu.” Tanya Melody melepaskan pelukannya.
“Aku disini Mel, lihat semua ini,taman melati yang begitu luas.....ini mimpiku mel,mimpi yang menjadi kenyataan,lihat air ini,ketika ku menyiramnya,akan tumbuh ribuan Melati,ini indah kan mel.....”Ucap Stella dengan senyumnya menceritakan semuanya.
“Lihat bangunan itu?”Ucap Stella dengan menunjuk kesebuah bangunan diujung sana.
“Iyah,seperti istana.”Kata Melody terkagum dengan bangunan yang di tunjukkan Stella.
“Itu tempat tinggalku,disana ada ribuan melati,semuanya terbuat dari kaca,jadi kita bisa lihat melati dari dalam rumah,disana juga ada dua kamar besar,kamar Melody dan Kamar Stella,itu tempat kita mel..”Ucap Stella.
“Tapi ini...”Melody menunjuk kearah jantungnya.
“Aku tidak butuh jantung disini,disini lebih banyak detak yang lain yang lebih indah,biarkan jantungku tetap hidup bersamamu,dan dua kornea mataku yang hidup di Nabilah,dia sangat cantik bukan??dia sangat menyayangimu mel,dia seperti malaikat yang begitu manis.”Ucap Stella.
“Tapi aku ingin bersamamu stel..”Ucap Melody menggenggam tangan Stella.
“Disana udah ada kamar untuk kita berdua,kamu tenang saja,aku akan menjemputmu nanti,tapi bukan sekarang,pulanglah Mel.....”Ucap Stella.
“Stella.......stella.....stella......”Ucap suara besar dari arah langit.
“Iyah...stella akan kembali.”Stella seakan menjawab suara itu.
“Stel kamu mau kemana?aku ikut....stella.......aku ikut denganmu.......”Ucap Melody tapi stella tetap berjalan diatas pelangi yang tiba-tiba hadir.Melody coba mengejarnya tapi dia tidak bisa.
“Sampaikan pada ishak,aku sangat mencintainya....”Ucap Stella setelah mencapai puncak dan melambaikan tangan pada melody.
“Stelllaaaaaaaaaaaa............”Ucap Melody dan kemudian ia membuka matanya.
“Melody......mel......Ya Tuhan Syukurlah...”Ucap Adit yang bersyukur atas sadarnya Melody,Melody tak sadarkan diri sejak kejadian itu,dokter mengatakan Melody koma,melody koma selama 7hari,dia seakan tak mau menerima jantung yang berdetak ditubuhnya.
“Ini keajaiban”Ucap dokter yang merawat Melody.
“Kak Melo....nabilah ga mau kehilangan kakak.”Ucap Nabilah memeluk Kakaknya yang masih belum sadar betul dengan yang terjadi.
“Stella....tadi aku bertemu stella.....stella begitu cantik...stella....”Ucap Melody yang langsung dihentikan oleh Adit.
“Sssstt....Melody kamu harus sadar,stella udah ga ada,dia udah kembali kepada Tuhan,biarkan dia tenang disana.”Ucap Adit. Mendengar ucapan itu Melody menangis, ‘apakah kejadian itu hanya mimpi??’pikir benaknya.

          
Akhirnya Melody menyadari kejadian sebenarnya, Stella telah pergi ke tempat impiannya, dengan jantung yang ia titipkan pada Melody. Melody masih terdiam membayangkan wajah Stella yang terakhir ia lihat, membayangkan penderitaan Stella, sakitnya, kekalutan hatinya, bahkan ketika dalam sakitnya pun masih bisa tersenyum, memberikan ketegaran untuk sahabatnya. Melody menggigit bibir bawahnya, dia merasa tak pernah menjadi sahabat yang baik untuk Stella, bahkan ketika sahabatnya dalam keadaan hancur, dan dalam sisa waktunya, Melody masih bisa menyalahkan Stella atas apa yang terjadi pada dirinya, atas apa yang membuat dirinya sebenarnya tak lebih hancur dari Stella yang kehidupannya dibayang-bayangi kematian.
(cklak....)suara pintu terbuka,kemudian terlihat Ishaklah yang memasuki ruang rawat Melody.
“Ishak...”Ucap Melody ketika melihat seseorang yang membuka pintu.
“Akhirnya kamu sadar Mel,Bagaimana keadaanmu sekarang?”Ucap Ishak.
“Aku baik-baik saja.”Jawab Melody.
“Aku bawakan ini,titipan terakhir stella yang dia berikan ketika di saat-saat terakhir hidupnya,bacalah...”Ucap Ishak sambil menyerahkan sepucuk surat bersampul merah muda itu,kemudian Melody membukanya dan mulai membacanya.
  
Dear,
Melody Nurramdhani Laksani
Pagi yang indah saat kutulis surat ini,pagi yang di dalamnya kumasih bisa memikirkan segala yang indah tentang bumi,tentang bunda,tentang Almarhum Ayah,Tentang Sonia,dan tentang kamu....sahabatku.
Menulis surat ini seakan mengingatkanku pada kematian,kematian yang sebenarnya tak begitu kutakutkan,kematian yang tiga tahun belakangan selalu menjadi bayang-bayang pengikut dihidupku.
Tepat tiga tahun yang lalu,dokter memfonisku menderita kanker otak,penyakit yang memikirkannya saja bahkan aku tak pernah,aku menangis saat itu,bukan menangis karena takut mati,tapi menangis karena ternyata aku akan cepat pergi meninggalkanmu, meninggalkan rumah pohon kita, keceriaan kita dan banyak kenangan tentang kita.Semakin melihatmu pada waktu itu membuatku semakin takut kehilanganmu.
Lambat laun waktu terus bergulir,cepat atau lambat kamu akan mengetahui tentang ini, karena itu aku memutuskan untuk pindah ke Indonesia,selain bagi bunda pengobatan di Amsterdam begitu mahal,akupun ingin ketika meninggal nanti tak melihat air matamu,aku juga ingin meninggal di dekat pusara ayah.
Waktu masih berjalan saat itu,Tuhan masih baik hingga memberikanku waktu selama tiga tahun ini,hingga akhirnya. Ishak bilang sisa waktu hidupku hanya tinggal tiga bulan,pada saat itu entah mengapa otakku yang telah rusak ini seakan memutarkan bayangan tentangmu, tentang kebersamaan kita dan tentang tawa kita yang pernah kita lalui bersama.
Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam hidupmu kembali,ku masih lihat melody yang cantik,kuat,tangguh dan pekerja keras.Aku tak peduli kamu tak menganggapku ada, yang terpenting adalah aku bahagia saat aku masih bisa melihat kamu.
Mel, salahkanlah saja aku atas semua yang terjadi, aku hanya tak ingin kamu melihatku sakit, karena aku tau kamu pasti akan merasakan sakit yang sama, walaupun aku mengerti tak seharusnya aku pergi di saat-saat terakhir kebersamaan kita.
Untuk masalah Adit, aku sedikitpun tak mencintainya, karena dia sangat mencintaimu,kamupun demikian kan? dia sangat baik,tapi aku masih mencintai cinta yang lain.Kamu masih ingat Ishak? aku masih mencintainya sampai sekarang,bahkan hingga aku tlah mengetahui umurku tak panjang lagi,dia masih berada disisiku.
Aku telah memutuskan untuk pergi, tapi yakinlah aku tak mati, aku masih hidup seiring berdetaknya jantungmu,dan kamu masih bisa melihat aku di kedua kelopak mata nabilah. Ingatlah Mel, aku akan tetap hidup diantara kalian dan selamanya akan seperti itu.
Tetaplah berdetak untukku,untukmu,dan untuk kita.
From,
Stella Cornelia.

            Air mata kini tak dapat dibendung lagi, perjalanan yang panjang, hingga akhirnya ia sembuh atas kematian sahabatnya. Didekapnya dengan kuat surat itu,kini jantung itu telah mampu berdetak mengikuti alur detak Melody, kemudianpun Melody menatapi mata Nabilah, dia melihat Stella didalamnya,yang tengah tersenyum kearahnya.
“Kamu akan selamanya hidup Stell”Ucapnya dalam hati dalam deraian harunya.
“Stella sangat menyayangimu mel,bahkan saat kejadian tiga tahun yang lalu dia lebih memilihmu dari padaku,dia lebih memilih menghabiskan sisa waktunya denganmu,bahkan menuliskan surat terakhirnyapun untukmu,dan jantungnya yang berdetak itu diapun berikan kepadamu,mata indahnya dia beri untuk selalu mendampingimu,dia bahkan lebih mencintaimu dari pada kepadaku.”Ucap Ishak kali ini terlihat butir air mata diujung mata yang mulai membasahi kaca mata yang dikenakannya.
“Ishak.....Stella sangat mencintaimu,bahkan dia mengucapkannya dengan jelas ketika dia kembali ke langit,dia mengatakan dia sangat mencintaimu,dan kamu harus percaya itu.”Ucap Melody yang kali ini mulai menggenggam tangan Ishak untung menangkannya.
“Aku percaya mel,aku sangat percaya.”Ucap Ishak.



“Jasmine.................makan sayurnya sayang.”Ucap Melody mengejar gadis cilik berusia lima tahunan.
“Ngga,ngga bunda,jasmine ga suka sayur,ngga bunda..jasmine alergi sayur.”Ucap anak kecil yang bernama jasmine itu sambil terus berlari.
“Ngga ada itu yang namanya alergi sayur,Kalau kamu ngga mau makan sayur,kamu akan gampang sakit.”Ucap Melody masih seperti bermain kucing-kucingan dengan Jasmine.
“Halo.....Selamat Pagi....”Ucap seorang laki-laki dari arah pintu depan.
“Paman Ishak....”Ucap jasmine berlari,kearah laki-laki itu,dan laki-laki itupun langsung menggendong Jasmine.
“Biarin Jasmin gampang sakit bunda,kan ada paman Ishak jadi pasti akan sembuh,iya kan paman??”Ucap Jasmin,dan langsung dijawab anggukan dan kecupan pipi dari pamannya itu.
“Ishak....jangan bela Jasmine terus,nanti dia kebiasaan.”Ucap Melody agak kesal melihat tingkah putri tunggalnya.
“Udahlah Mel...biarin,sekali-kali.Lihat senyum manisnya,mana ada yang kuat ngelihat senyum itu.”Ucap Ishak dengan menatap Jasmine yang masih dalam gendongannya,dan Jasminepun memainkan senyumnya di hadapan bundanya.
“Akh...selalu saja.”Ucap Melody dan pergi meninggalkan keduanya.
“Sipp deh paman,paman Ishak memang TOP BGT deh.Jasmine pengen cepet-cepet besar biar bisa jadi pendamping paman,kata eyang paman lagi cari pendamping,biar jasmine ajah”Ucap Jasmine,dan kali ini Ishak hanya tertawa kecil mendengar ucapan anak kecil itu.
“Oia paman,mau lihat taman melati punya Jasmine ga??sekarang semakin banyak Bunganya,kemarin Jasmine tanam lagi,biar tambah banyak.”Ucap Jasmine sambil menunjukan taman melati miliknya dari dalam rumah,rumah Melody dindingnya terbuat dari kaca,jadi bisa melihat ke arah luar dari dalam.
“Ishak,Jasmine...Ini ada kue,ayo kesini.”Ucap Melody memanggil keduanya.

            Merekapun bergegas menuju ruang keluarga,disana semua keluarga sudah berkumpul.

“Hmmm....enak kuenya bunda,Jasmine sayang banget sama Bunda”Ucap Jasmine sambil mengambil kuenya.
“lebih Sayang manakalau dibandingin  sama paman Ishak?”Ucap Melody dan terlihat Jasmine kebingungan menjawabnya,seluruh keluargapun tertawa dengan tingkah lucu putri kecil itu.
“Oia,Jasmine itu sayang semuanya,sayang Bunda,Ayaah,Paman Ishak,Eyang putri,Tante Nabilah,Tante Sonia,dan semuanya dengan cinta yang sama besarnya,jawaban yang ini bener kan paman Ishak?”Jawab Jasmine dengan lugunya dan dijawab oleh Ishak dengan mengangkat kedua jempolnya,dan mereka pun saling menepukkan tangannya.
Hari minggu yang menyenangkan saat ini,semua keluarga berkumpul dengan tawa mereka. Terlihat Melody berdiam diri di ujung tangga sambil memperhatikan seluruh keluarga yang tengah sama-sama bersendau gurau.
“Mel.....”Sapa seseorang dari belakang.
“Bunda...”Ucap Melody sambil segera menghapus butiran air mata yang mulai keluar.
“kamu pasti lagi inget sama Stella yah?”Tanya Bunda lagi.
“Iya bun..coba Stella ada disini mungkin semuanya akan terasa lengkap.”Ucap Melody dengan pandangan masih kearah yang sama.
“Lihat Jasmine,dia tumbuh bagaikan Stella kecil,sama-sama tidak suka sayur,dan sama-sama sangat mencintai Melati sepertinya namanya Jasmine,bahkan dia juga sangat menyayangi orang yang disayangi Stella yaitu Ishak.”Terang Bunda sambil melihat kearah Jasmine.
“Stella sudah tenang disana,dia pasti bahagia melihat kita bahagia,makasih juga Melody udah ijinkan Bunda menjadi bagian dari bahagia kalian.”Ucap Bunda lagi.
“Kok bunda ngomong gitu sih?bunda adalah bunda Stella,bunda Melody juga,bunda adalah satu-satunya orang tua untuk Melody sekarang,Bunda dan Sonia adalah bagian dari keluarga ini,Melody sayang banget sama Bunda.”Ucap Melody sambil memeluk Bunda dan dibalas oleh Bundanya.
“Bunda juga sayang sama kamu mel...”Balas Bunda.
“Lho kok ada acara peluk-pelukan ngga ngomong sih??”Ucap Adit dari belakang dan langsung ikut memeluk keduanya,semuanyapun ikut bergabung, kini pelukan erat itu sangat begitu indah,semuaa bahagia,dan Stellapun pasti juga bahagia disana.

            Kadang untuk mendapatkan bahagia memang butuh banyak pengorbanan, bahkan butuh banyak ribuan butir air mata sebelumnya. Perdebatan bukan selamanya malapetaka bagi hidup, tapi perdebatan bisa menjadi kunci menuju kebahagiaan. Jagalah setiap bahagia yang kita miliki, genggam dan dekaplah. Bagi yang belum merasa bahagia,tetaplah berjuang,karena setiap manusia akhirnya harus bahagia,meskipun bahagia yang kekal adalah kebahagiaan di padang surga sana.
Tersenyumlah semua saat ini,untuk memulai bahagia.
Keep fighting!


The End.