Kamis, 29 Mei 2014

Kosong ^_^



Kosong.!
Bodoh.! Berjam-jam aku menghadap pada layar datar dengan papan ketik sebagai pasangannya, namun sama sekali tak ada kata yang dapat aku tulis.! Konyol, ini konyol.!! Ketika otak ini memerintahkan jari-jariku bergerak di atas tombol-tombol itu, tapi tak ada satu katapun yang bisa aku keluarkan dari otak ini, ahh salah dari hati ini.! Ini resikonya ketika aku hanya menulis jika sesuai dengan keadaan hatiku saja, karena pada saat hati sedang kosong, hampa dan tidak merasa apapun, maka tak kan ada kalimat yang dapat aku tuangkan.! Fix lah aku ini tak cocok jadi penulis.! Apalagi penulis profesional.!

Inikah rasanya ketika hati tak juga merasakan apa-apa. Sakit ? tidak. bahagia ? tidak. Kecewa ? tidak. Sedih ? Senang ? Cemburu ? Jatuh Cinta ?? tidak, semua rasa itu tak ada di hati ini, bahkan aku heran dengan diriku yang saat ini, kemanakah indra perasaku yang satu ini.! Heyyy.! Mati rasakah aku ??

Hatii!!! Halooooww, hati bersahabatlah.! Aku ingin menulis, aku ingin kembali merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat penghibur. Jariku sudah gatal untuk segera berlarian di atas papan ketik ini. Tolonglah, tolong sampaikan apa yang sedang kamu rasa.! Tolong sampaikan pada otakku, untuk kemudian otakku memerintahkan jariku untuk segera menulis, ayoo.! Cepat.! Aku ingin segera menulis.!

Heyyy hati.! Apakah kamu tega membiarkan halaman ini menjadi kosong hanya karena kamu yang tak kunjung mendapatkan sebuah rasa untuk aku tuangkan ? tega kah kamu pada diri ini yang tersiksa akan rasa yang menggelitik ini, rasa menulis yang tidak kunjung bisa terlaksana. Tegakah kamu atas nafsu menulis yang tertahan di ujung jariku ini.!
Tunggu.! Siapakah yang salah ? hatiku kah ?? atau justru jariku yang tak mau berlari, jariku yang sedang tidak ingin aku perintahkan untuk berlari, atau justru mereka kekurangan ion sehingga dia tak mau berlari ?? ahh tidak.! itu terlalu konyol.! Mana mungkin itu terjadi, bodoh.! ._.
Lalu dimana letak kesalahannya, otakku kah ?? otakku yang tidak bisa memerintahkan jariku untuk menulis, atau otakku yang terlalu lemah untuk menjelaskan apa yang sedang aku rasa, atau dia yang sedang gesrek sehingga tak dapat aku ajak kerja sama ?? heyyy, tolonglah.! Siapa yang salah dalam kasus ini.! Siapa yang salah atas keinginan menulisku yang tertahankan.?


Hay pembaca.! Apa yang sedang kalian lakukan ?? membaca tulisanku ?? heyy, aku bahkan sedari tadi tak mampu menulis apa-apa.! Lalu apa yang kalian baca ??
Haha konyol.! Apakah ini termasuk sebuah tulisanku ?? silahkan pikir sedapatnya.! :D

Sabtu, 17 Mei 2014

Dia Memang Dia :)




Dia tak lagi hanya bayangan.!

Iyaa, dia benar ada.! Dia bukan hanya sebuah bayangan yang selama ini aku lihat.! Dia benar-benar nyata ada di hadapanku.! Dia benar-benar menyapaku, memanggil namaku, menatapku, bahkan memberi senyum untukku.! Senyumnya nyata.! Bukan hanya bayangan senyumnya saja yang selama ini kulihat dan kukagumi.! Senyumnya benar-benar......benar-benar bisa membuatku ketagihan ingin terus melihatnya.! Diaaaa, iya dia benar-benar nyata.! Dia berhasil ku sentuh, dia bukan hanya bayangan.! Dia nyata.! Dia benar-benar menyentuhku.!

Rasanya ??? ntahlah, harus ku gambarkan bagaimana perasaanku. Aku terlalu bahagia hanya dengan ketika dia muncul di hadapanku, apalagi sampai menatapku, lebih-lebih tersenyum ke arahku, bahkan sampai menanyai namaku.! Aku tak tau lagi bagaimana menggambarkan perasaanku kala itu, bertemu dan berbincang dengan orang yang selama ini aku kagumi, orang yang selama ini aku gilai, orang selama ini sangat aku banggakan. 

Dia, dia memang bukan orang yang kudamba, sama sekali bukan hati yang ingin ku miliki, bukan.! Tapi benar, dia membuatku terpana, dan terpesona.!
Dia hanya seorang yang bergender sama sepertiku.! Hanya saja dia seorang bintang, seorang bintang yang sudah 678 hari lalu aku kagumi, dan sangat ingin kutemui.

Konyol ?? iya.! konyolnya aku justru salah tingkah dengan tatapannya. Iya.! bodohnya aku tak mampu berkutik di hadapannya. Kalimat-kalimatku sama sekali tak mampu kukeluarkan, aku seperti di skak mat, begitu dia menyebutkan namaku. Ntahlah, tapi degupan jantungku saat itu, seperti sesaat setelah kugunakan lari puluhan kilometer, sangat cepat detakannya.! Nafasku beradu.! Dan fix, Aku lemah dihadapannya.!

Pertemuanku saat itu, bisa dibilang tak begitu special dibanding orang-orang yang juga menemuinya, tapi toh dengan begitu saja sampai saat aku menuliskan ini, hatiku masih tertinggal di tempat itu, bahkan otakku seperti terbawa dia sampai ke kota asalnya. Haha, berlebihankah ??
Namun pertemuan biasa saja itu, sampai sekarang masih kurasakan indahnya, genggaman tangannya, tatapannya, kehangatannya, senyumannya, gaya bicaranya, kekonyolannya, suaranya, masih saja terbayang di otakku, ntahlah mungkin aku saja yang benar-benar sangat berlebihan menganggapnya :)

Ini bukan apa-apa, hanya sebuah cerita dari hati yang tak kunjung mau berhenti letupan kegembiraannya. Cerita dari hati yang justru semakin merindukan tatapannya, tatapan hangat namun dalam, hingga membuat aku ingin terus menatapnya, walau tak sanggup berbuat apa-apa. Hati yang merindukan sentuhannya, yang hanya 2 menit aku menyentuhnya.
Kamu....iya kamu si kampretku!!, semoga kamu sempat membaca tulisan bodoh ini, semoga kamu tak risih dengan kebawelanku di hari-harimu, dan semoga suatu saat aku bisa menemui kembali, dan mampu mengontrol diri ini untuk lebih bisa biasa saja di hadapanmu :) terimakasih waktunya, terimakasih moment indahnya, terimakasih senyumnya, tatapannya, dan terimakasih atas sebutannya :) semua ini aku buat untukmu, dan karena kamu, kampret! :’)