Kamis, 12 September 2013

have a dream ??



Percaya pada mimpi ???
Atau takut punya mimpi ??
Masih menganggap FREAK  orang-orang yang punya mimpi tinggi ???
Masih suka berkata ‘halah, jangan mimpi terlalu tinggi, ntar jatuh sakit.!’ ???

Disini gue mau sedikit bercerita tentang sebuah mimpi, nggak menggurui  apalagi pamer tapi sedikit bercerita :)

Oke, kita mulai. ‘mimpi’ yang gue maksud disini bukan sekedar bunga tidur, tapi ‘sebuah impian’ , cita-cita, atau apalah. Awalnya gue sama sekali nggak percaya atas mimpi, dalam kata lain, dulu gue nggak pernah perduli dengan mimpi. Bahkan gue sering berkata ‘nggak usah mimpi lah, kalo jatoh sakit.’ Kata-kata yang sering gue ucapin buat orang yang punya mimpi tinggi. Tapi bukan berarti gue nggak pernah punya mimpi, dulu gue punya mimpi gue bisa ada di atas panggung terus bawa gitar kaya artis idola gue, jadi murid yang dikenal seantero sekolah kaya di sinetron-sinetron, punya fans, nemuin idola gue, jadi motivasi buat orang, kuliah di luar kota, jalan-jalan di jalanan kota gede, nulis cerita romantis, lucu, menyedihkan, bahagia, karya gue di puji-puji, bikin orang ketawa atas cerita gue dan banyaklah mimpi-mimpi konyol gue yang bahkan setiap orang yang denger mungkin Cuma bisa senyum sinis dan nganggep remeh mimpi-mimpi gue. Gue pun nggak pernah kepikiran mimpi-mimpi itu bakal jadi kenyataan ko.

Tapi lambat laun, tanpa gue sadari gue semakin masuk dalam pusaran mimpi-mimpi gue, gue mulai bisa maen gitar tanpa diajarin, Cuma berbekal buku lagu dengan chord yang sebenernya gue nggak paham bener gimana caranya, disitu Cuma ada gambar atau petunjuk chord-nya gue coba iseng-iseng, sampai akhirnya gue bisa maeninnya, dan bisa bawain satu lagu dengan petikan yang semau gue, hingga akhirnya ada yang ngomong “Halah, nggak bisa maen gitar aja gaya,  genjrang-genjreng nggak jelas. Mana nggak enak pula.” Seorang teman cowo sekelas gue waktu SMP yang setau gue dulu dia nggak bisa maen gitar :) sampai pada akhirnya gue masuk SMK dan karena memang kebesaranNya, gue direkrut oleh beberapa orang yang pengen bentuk sebuah band, yaa karena gue sedikit-sedikit bisa maen gitar yaa akhirnya gue di rekrut sebagai bassis -_-. Oke nggak masalah, toh bass dan gitar nggak jauh beda, jadi gue nggak terlalu susah buat belajar bass, sekitar 2 mingguan gue belajar bass, dan tepat pada tanggal 2 Mei 2011 ‘gue ada di atas panggung dengan sebuah gitar bass’ :) meskipun bukan ‘gitar’ seperti apa yang gue harapkan, bukankah ini jalan dari apa yang dulu pernah jadi mimpi gue, ada di atas panggung apalagi dengan tepuk tangan penonton ? bukankah itu lebih dari sekedar apa yang jadi mimpi konyol gue ??

Waktu berjalan, karena penampilan gue yang ‘nyleneh’ dengan rambut pendek gaya cowo dan sikap gue yang ‘agak’ nggak bisa diem dan segala kejailan dan kekonyolan gue, lambat laun gue dikenal sama orang-orang di sekolah, mulai dari temen, kakak kelas, sampai guru. Bahkan karena penampilan gue yang cuek dan kekonyolan gue, gue punya temen dan adek kelas yang ngaku jadi ‘fans’ gue, meski nggak banyak tapi bukankah pada akhirnya ‘gue punya fans’ ??

Untuk selanjutnya tanpa gue sadari orang-orang sekolah mulai kenal gue, tiap gue jalan ada aja orang yang bisa gue senyumin karena dia nyapa gue, dan sampai pada akhirnya, ketika ada anak sekolah gue PKL di kantor bokap gue kerja dan kantor-kantor lain yang pernah bokap gue sambangi, tiap bokap tanya, ‘tau culee ?’ alhamdulillah mereka menjawab ‘oh culee yang maen band itu ? iya tau’ ;) sampai berganti tahun dan berganti adek kelas gue yang PKL ketika dilempar pertanyaan yang sama maka akan keluar juga kalimat yang sama :) meski mereka kurang tau nama asli gue yang sebenernya, tapi setidaknya ‘gue dikenal seantero sekolah’ dengan panggilan unik itu.

Oke sekali lagi ini bukan pamer, tapi sedikit bercerita :D
Ditengah kesibukan gue sebagai pelajar dan merangkap sebagai bassis dari d’viXci band, gue mulai nulis apa yang pengen gue tulis hingga bisa jadi rangkaian kata-kata bahkan cerita, satu persatu judul mulai gue keluarin, dari yang ancur banget sampe alhamdulillah ada beberapa judul yang ‘buat orang nangis, ada yang senyum bahagia, ada juga yang bikin orang ketawa dan berbagai komentar muncul dari tulisan-tulisan gue’ yang waktu itu Cuma gue post di account facebook gue.

Dari berbagai kejadian itu gue beranikan bermimpi, buat kuliah di unniversitas terkenal di Jawa Tengah, simple tapi beberapa orang masih memandang sinis mimpi gue, dengan faktor gue anak SMK dan gue yang nggak pinter-pinter amat apalagi dengan jurusan yang ‘cukup waw’ yang pengen gue ambil. Tapi ditengah mimpi itu gue punya selipan mimpi, pengen ketemu artis idola gue, yang sempat jadi inspirator gue jadi bassis d viXci Band dan tulisan-tulisan gue, sekedar menemui orang yang selama ini Cuma jadi bayangan gue, buat sekedar berterimakasih atas motivasinya. Konyol ?? yah konyol.! Bagi gue yang tinggal di kota yang yaaahh kota kecil yang selalu jadi bahan alasan orang berkata ‘ngapak’, Tegal. Ya memang beberapa artis besar sempat mampir ke kota kecil gue termasuk bapak negara yang biasa di panggil SBY, tapi untuk artis idola gue, ntah kenapa gue nggak yakin. Maka dari itu gue Cuma fokus ngelanjutin mimpi gue buat kuliah dengan syarat gue musti lulus dulu dari SMK, sampai kurang 3 Minggu menjelang Ujian Nasional, gue yang masih fokus buat ujian dapet kabar bahwa artis idola gue bakal perform di kota kecil gue ini, dan dengan pintarnya gue waktu yang tinggal 3 minggu buat ujian, 1 minggu gue gunain buat bikin ‘sesuatu’ yang mungkin bisa gue kasih ke artis idola gue. Nggak sepenuhnya juga, tapi gue nyuri-nyuri waktu luang buat bikin ‘sesuatu’ itu, sampe H-2Minggu UN gue akhirnya berada di tempat konser dan berdiri di barisan depan panggung buat sekedar ‘bertemu artis idola gue’ . Nggak terlalu lama, Cuma sekitar 1 jam, tapi seenggaknya gue bisa natep matanya secara langsung dan bisa di ‘dadah’in dia :)

Waktu berjalan dan gue pun lulus dengan nilai yaaa seenggaknya rata-rata nilai UN masih sama kaya waktu SMP 9,xxx sampai akhirnya gue ikutan test masuk Universitas yang gue pengen, dan gue diterima :) dan ‘gue bisa kuliah di luar kota’
Dan karena gue kuliah di luar kota dan itu merupakan ibukota Jawa Tengah, so ‘jalan-jalanlah gue di kota gede’ ini J


Dari berbagai kejadian itu dan mungkin karena pemikiran gue yang ‘mulai dewasa’ suatu malam gue berfikir kebelakang dan mengingat mimpi-mimpi konyol gue yang sekarang terwujud, sampai pada akhirnya gue sadar kalau sekonyol apapun mimpi itu kalau kita yakin dan berusaha, terlebih DIA menghendaki mimpi kita terwujud, maka mimpi konyol itu akan menjadi kenyataan yang indah pada saat ini.
.
Meski awalnya kita tak terlalu menginginkannya, tapi setidaknya kita pernah memikirkannya, dan tanpa sadar, otak kita akan berfikir ke arah mimpi yang pernah kita fikirkan. Percaya atau tidak mimpi yang dulu pernah kita punya, tanpa kita sadari sekarang sudah menjadi milik kita.
Mimpi yang dulu bahkan sangat terlihat jauh, sekarang ada di depan kita.
Ini hanya sebagian mimpi-mimpi yang sekarang teruwjud, dan itu hanya sebagian mimpi gue, belum lagi mimpi-mimpi ‘mereka’, orang yang telah sukses atas kemauan dan kerja keras mereka.
Gue bukan orang yang pintar, hanya saja gue selalu percaya pada apa yang menjadi kemauan gue. Gue pikir ,selama gue mau berusaha, selalu percaya sama Tuhan, dan selagi gue masih bisa berdoa, kenapa gue nggak bermimpi ?? Gue punya Tuhan, dan gue percaya Tuhan gue selalu denger apa yang jadi doa gue. Dan terlebih gue punya orang tua yang selalu dukung gue atas mimpi gue.


Terimakasih Tuhan atas semua mimpiku yang telah engkau wujudkan :) dan terimakasih atas malaikat yang Kau kirim dalam bentuk Ayah dan Ibuku :) Terimakasih Ayah Ibu, yang telah mendukungku :)

Satu lagi, gue adalah orang yang keras, gue selalu kesel dengan orang yang meremehkan gue, biasanya gue selalu punya dendam atas perkataan mereka.
Tapi dendam yang akan gue balas bukan dengan kata-kata seperti mereka meremehkan  gue, gue akan balas dengan keyakinan gue bahwa gue bisa melakukan apa yang jadi bahan remehan mereka, terlebih hasil atas apa yang gue peroleh dengan usaha dan doa gue.! Gue bakal buktikan ke mereka kalau gue juga bisa.!!
Menurut gue, sekecil apapun mimpi itu, kalau sudah tertancap di hati kita, maka mimpi itu akan bertumbuh, hingga suatu saat berbuah kenyataan yang indah.

Simple bukan ?? Sekali lagi ini bukan pamer, tapi gue Cuma bercerita.!
Sekaligus ini jalan gue buat ngewujudin salah satu mimpi konyol gue yaitu ‘bisa jadi motivasi orang’.
Ini bukan bahan sesombongan, tapi gue Cuma pengen pembaca bisa ngambil pesan dari cerita nggak berguna gue ini. Haha.
Soo, masih takut punya mimpi ????




Sabtu, 07 September 2013

another story of stella.......



‘Selamat siang ci stella, jangan lupa makan siang.’
‘Siang cipo, semangat performnya ya ?’
‘Jangan lupa makan siang stell, semangat buat hari ini.’

                Ahh kemana dia, tab mentionku terasa sepi tanpa mentionnya. Hahh, sibukkah dia ? Padahal aku sedang butuh kata semangat darinya. Memang banyak kata semangat dalam tab mentionku tapi jujur aku mengharap semangat darinya. Ahh aku tau aku salah tapi.....
“Stella, ko belum make up. Kita bentar lagi on air lho.” Kata Melody membuyarkan ilusiku.
“Ahh, iya. Iya iya, make up.” Ntahlah apa maksud dari kata yang kuucapkan barusan. Tapi aku baru tersadar aku sedari tadi hanya duduk di depan meja make up tanpa sedikitpun menyentuh alat-alat pembuat topeng itu.
“Loe kenapa sih Stel ?” Tanya Melody duduk di sebelahku dan sedikit merapikan make up nya.
“Gue ? Emang kenapa ?” Aku yang tak fokus hanya menjawab seadanya seraya berhamburan memoles wajahku.
“Nha loe, dari tadi muka ditekuk mulu.” Kata Melody lagi kali ini menghadap ke arahku.
“Masa ?” Aku membalas tatapannya sekilas.
“Loe itu mau nutupin gimana pun tetep aja gue tau loe boong stell.” Melody kembali membuang pandang, mengarahkan wajahnya menghadap bayangan dirinya di cermin itu.
“Sotoy ah loe, Mel.” Kataku masih sibuk memberi topeng di wajahkku.
“Oke, terserah loe. Tapi yang gue tau loe harus fokus pas perform nanti. Bye.!” Melody menyudahi make up-nya dan meninggalkanku.
                Benarkah wajahku terlihat kusut ? Aku mencermati bayanganku di cermin, tak begitu terlihat apalagi jika sudah tersenyum, mungkin Melody saja yang terlalu hafal wajahku. Sudahlah, ini kan memang profesiku untuk memasang wajah manis di depan kamera bagaimanapun keadaan hatiku.

Stella Adiccted @TheX
 ‘Hay stel ? udah perform ? aku nonton paling depan :’) depan TV ku. Semangat yaa @stellaJKT48’

“Aaa, Yes Yes.!!” Seruku girang.
Ahh akhirnya muncul juga dia :)
 “Apaan sih ci.!” Tegur Shania mencubit pinggangku.
“Eh, Hehe. Nggak ko. Ini kita perform segment berapa sih ?” Aku mengalihkan dengan pertanyaan seadanya. ‘Ini jelas salah, salah stel.!’ Aku memaki diriku, bisa-bisanya aku sangat senang melihat tab mentionku ada namanya dirinya.
“Katanya segment 4.” Jawab Shania yang sibuk pula dengan Handphonenya.
“Oh, oke. Makasih Dedek unyu.” Aku dengan jailnya mengacak sedikit rambutnya yang jelas sudah berkali-kali ia rapikan.
“Ahh, makasih sih makasih ci, nggak usah maen rambut juga kali.” Shania misuh-misuh seraya merapikan rambut panjangnya itu, haha. Kalau saja kalian melihatnya muka ngambeknya sangat lucu ><.

Stella Cornelia @stellaJKT48
‘Segment 4.! See you.’
Aku mengetikan kata-kata itu, sekedar pemberitahuan agar mereka tak terlalu diberi harapan palsu di acara ini. Dan baru saja aku menekan tombol share, ratusan mention langsung memenuhi tab mentionku.
“Ayo siap siap.” Kata Manager kami dan segera saja kami bersiap di backstage.
***

“Hahhh.” Aku membanting tubuhku dengan rambut setengah keringnya.
“Akhirnya selesai juga hari ini.” Gumamku meraih handphone di ujung ranjangku. Seperti biasa dan sudah pasti kalian tahui, aku membaca ratusan mention-mention dari fans. Kadang seberapapun lelahku aku masih bisa tersenyum ketika membaca mention-mention mereka yang beragam, ada yang selalu memuji, berbau candaan, ahh banyak, dan yang jelas aku senang :) apalagi ketika membaca yang ini.

Stella Adiccted @TheX
Tadi siang kamu seperti biasa, cantik :) performancemu selalu memukau. @stellaJKT48

Ahh benarkah yang dia katakan ?? Memang banyak yang mengatakannya tapi ntah mengapa ketika dia yang mengatakan serasa special. :’)
“Aaaaa Stella.! Lu nggak boleh gini. Okee ? ini salah.! Salah.!!” Seruku memukul-mukul pelan kepalaku.

Cinta memang aneh, ketika ribuan orang memujiku, ribuan orang menyapaku, ribuan orang mengucapkan kata-kata manis untukku, ribuan orang mengatakan cinta padaku, dan ribuan orang sangat memerhatikanku, tapi ketika ‘dia’ hanya berkata sedikit saja aku mampu melayang. Aku tak bisa berhenti memikirkan kata-katanya yang bahkan sudah sangat biasa aku baca di tab mention dengan orang yang berbeda, tapi hanya miliknyalah yang special.
Aku tau, ini salah.! Tak seharusnya aku sebahagia ini, tak seharusnya aku senang ketika dia memerhatikanku, tak seharusnya rasa terlarang itu tumbuh dengan ganasnya dan tak seharusnya semua rasa itu menjurus pada satu kata ‘cinta’.! Hah, padahal aku sangat hafal aturan management tempatku bernaung, yang melarangku untuk memliki hubungan special dengan lawan jenis. Apalagi dengan orang yang notabene adalah ‘penggemar’ku ><. Kalaupun aku diperbolehkan memiliki hubungan pun aku pasti akan mengecewakan para penggemarku yang lain, yang menyayangiku dengan segala rasa ingin memiliki diriku.
Tapi apa salah jika idol sepertiku memiliki sebuah rasa ‘cinta’ ? Bukankah idol juga manusia ? Gadis biasa yang sedang melalui masa remajanya dengan selipan rasa cinta pada lawan jenis, salahkah ?

Tapi bodohnya aku, aku bahkan belum pernah melihatnya secara jelas depan mataku, setauku dia belum pernah menemuiku disini, di tempatku menggariskan alur mimpiku, ‘Theater JKT48’ . Dan setauku juga, dia tinggal di luar jabodetabek. Konyol.! Bagaimana mungkin aku bisa memiliki rasa dengan orang yang bahkan tak pernah aku temui ?
***
“Stell, kalau rambut gue diginiin bagus ?” Tanya Melody yang dengan seenaknya mengusik kegiatanku membaca-baca isi mention.
“Santai aja lah, mau loe apain rambut loe, juga fans bakal bilang loe cantik.” Kataku mengalihkan pandanganku pada Melody.
 “Haha, bisa aja sih sahabat gue yang satu ini.” Katanya sedetik kemudian langsung menghilang dari pandangku.
“Tapi secantik apapun loe, masih cantikan juga gue.” Aku meneriaki Melody yang sudah menghilang.

                Aku sedang di backstage Theater, kurang lebih setengah jam lagi theater akan dimulai, tapi aku masih saja gusar dengan diriku sendiri, padahal di luar sudah pasti banyak orang yang ingin melihat performance terbaikku. Aku gusar, beberapa hari ini aku sama sekali tak melihat namanya di tab mentionku. Terakhir aku membuka timeline dirinya, yang kutahu dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, ntah benar atau tidak sepertinya dia tengah sibuk dengan dinasnya di luar kota, ntahlah mungkin dia benar-benar sibuk hingga lupa atas aku, atau mungkin dia telah memiliki orang yang lebih dia perhatikan dibandingku, atau mungkin dia sudah tak menjadi penggemarku barang kali. Sudahlah, tak seharusnya juga aku terlalu memikirkannya. Toh energi yang penggemarku beri lewat mention lebih banyak.

Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu, dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu @stellaJKT48 :)

“Haaahh ???” Seruku tak percaya, dan sudah dapat dipastikan orang-orang di sekelilingku akan memprotes, atau kepo, dan lain sebagainya.
“Kenapa Stel ?” Tanya Kinal, yang berada beberapa meter di sampingku.
“Biasa Kak, ci stella kalo lagi kumat ya gitu.” Shania  menyambar saja jawabanku.
“Enak aja loe.!” Aku tak terlalu menanggapi troll anak kecil itu, yang ku harus lakukan adalah memastikan apa benar dia ada disini.

Stella Adiccted @TheX
Sampai Jakarta, dinas kerja.! Kalau sempat bakal nemuin dia.

Itu tweetnya beberapa hari lalu, benar dia sedang dinas di luar kota, untungnya di Jakarta. Haha, aku sengaja membuka Timelinenya, sekedar stalker dia.  Ya memang seperti inilah kerjaanku kalau kepo sudah memenuhi lingkup otakku :D, bukan untuk orang itu-itu saja, tapi semua fansku.! Apalagi yang sering membuatku kepo ><

Stella Adiccted @TheX
At FX Sudirman.!

Stella Adiccted @TheX
Semoga dia perform dengan baik.

Stella Adiccted @TheX
Row 3.!!

Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu, dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu @stellaJKT48 :)

Stella Adiccted @TheX
Semangat stel.! Semoga dapet eyelock dari kamu.! Haha*no mention*

Ternyata dia benar-benar disini, dan ahh >< aku sangat nervous kali ini. Aku membuang handphone begitu saja. Ntah apapun yang terjadi aku harus terlihat cantik malam ini.! Dan yang terpenting aku harus menampilkan yang terbaik.!
“Nju, Make up gue rapi ?” Tanyaku tak menatap Shania yang juga tengah menatap dirinya di cermin.
“Kenapa tiba-tiba nanya gitu ?” Shania yang tak menjawab hanya berheran-heran ria atas pertanyaanku.
“Yaelah, tinggal jawab aja susah amat.” Aku masih menatap diriku di cermin.
“Aduh, ini rambut enaknya di gimanain ya.” Aku malah memberantakan rambutku sendiri.
“Aduh, kalo diurai udah mainstream.”
“Di ponytail kaya anak kecil.”
“Di kepang, kelamaan. Aduuhh.” Aku justru gusar dengan rambutku, yang tinggal 15 menit lagi aku perform.
“Kenapa sih loe ci ?” Tanya Shania yang memerhatikanku.
“Ya ini rambut gue mau di apaain njuuu.” Aku kesal, masih sibuk membolak-balik rambutku.
“Iya, maksudnya kenapa ribet amat, biasanya juga loe cuek sama gaya rambut. Lagi kenapa ?”
“Yaaa, gue harus keliatan beda, soalnya kan ada.........” Aku menghentikan sejenak kegiatanku, astaga aku keceplosan ><
“Ada apa ?” Shania yang makin kepo menatapku heran dan penuh tanda tanya sepertinya.
“Emm, adaaa..mm. Ini rambutnya bagusnya di gimanain ya nju ?” Aku mengalihkan pembicaraan, dan kembali sibuk dengan rambutku.
“Tau lah.!” Shania yang kesal justru meninggalkanku dengan wajah manyunnya. Begitulah dia jika aku sedang tidak jujur padanya, haaa anak kecil kepo.!


“Eh, Ini make up gue rapi kan yah ?” Tanyaku pada Melody sesaat sebelum show dimulai.
“Iya, rapi banget stell.” Melo menjawab dengan sabarnya.
“Rambut gue ? rapi kan ? nggak berantakan kan Mel ?” Aku kembali merusuh di tengah kesibukan member lain yang tengah berdoa untuk kelancaran show malam ini.
“Rapi stella.” Kembali Melody menjawab dengan nada baiknya yang dibuat-buat.
“Poni ?”
“Ya ampuuunn stellaa. Lu udah cantik ko.! Cantik banget.!.” kata Melody tegas.
“Serius mel ?” Kebawelanku belum saja berhenti, sebenarnya hanya penutup rasa nervousku saja. Ntahlah, tapi malam ini jantungku berdetak lebih-lebih dari biasanya.
“Iya. Lagian kenapa sih ? Biasanya aja nggak ribet.” Dan ucapan Melody kali ini berhasil membuatku tersadar atas keremponganku, dan membuat si empunya kalimat tadi curiga. Oh god.!
“Ahh, nggak ko.! Mm, pengen tampil beda aja, iya tampil beda. Hehe.” Oke  kegugupanku jelas membuat Melody memandang dengan tatapan sinisnya.
“Aneh.” Satu kata itu keluar begitu saja dari mulut manisnya sebelum sedetik kemudian dia berlalu dari hadapanku.


                Show dimulai, sudah dapat dipastikan, aku mencari sosoknya, seseorang berjaket hitam dengan kaos putih dan topi....
‘The X ?’ Batinku membaca tulisan di topi salah satu penontonku, ditengah tarian dan senyumku. Ntahlah tapi jantung ini berdetak lebih cepat dari sebelum aku berada di stage.! Aku masih berusaha menguasai diriku agar tetap fokus dan menampilkan yang terbaik untuk semua penonton hari ini dan ‘dia’ khususnya. Jujur malam ini aku tak bisa berhenti tersenyum, aku tak tau pasti perasaan apa ini, tapi mataku seolah tertarik oleh magnet pada topi ‘The X’ itu.
Tuhan, jika boleh aku minta, aku ingin waktu berhenti sebentar saja untuk aku menyapa dia, bukan di sesi hitouch, tapi saat ini, aku ingin sedikit berbicara dengannya, mendengar suaranya, mendengar kata-kata yang dia tuliskan dari acc twitter miliknya secara langsung dihadapanku, tapi tanpa ada seorang pun yang tau, aku ingin berbicara 4 mata dengannya, aku ingin berbicara secara ‘intim’ dengannya. Tapi.......
“Stella malah nglamun, bentar lagi kamu perform unit song.” Seorang staff menegurku, dan menyadarkanku dari ilusi-ilusi yang ku bangun sendiri. Sudahlah, mungkin dengan caraku menampilkan yang terbaik dia akan tau bagaimana rasa senangku dia berada disini :)

Jika saja aku punya satu kesempatan untuk berbicara banyak, maka aku akan mengatakan ini kepadanya, sekaligus meminta maaf pada semua penggemarku yang menginginkanku untuk menjadi milik mereka, maaf atas rasa terlarang yang harusnya tak hadir kepadaku untuk seorang yang juga penggemarku.


“Terimakasih, datang lagi yaa...Terimakasih...Haloo, terimakasih yaa.” Aku tengah sibuk berterimakasih ria di sesi hi-touch ini. Yahh, kalian tau pasti, aku menunggunya. Menunggu sosoknya, menunggu kata-kata yang mungkin akan dia ucapkan padaku, dan aahhh aku terlalu gugup untuk menghadapinya.
“Hay Stella. :)” Dan orang itu kini ada di depanku. Sejenak terdiam.
“Hay, makasih udah dateng :) lain kali dateng lagi yaa.” Jawabku sebiasa mungkin di hadapannya dan penggemarku yang lain.
“Iya sama-sama.” Yeah, flat. Seperti yang lain, ntah. Tapi aku merasa ada yang ganjil, dia seperti dingin denganku. Atau mungkin ini sifat aslinya ?
“Haloo Melody :) kamu keren banget tadi. :) semangat terus yaa.” Ntah benar atau tidak, aku seperti mendengar kalimat itu dari seseorang yang baru saja menyapaku. Ku tengok sesaat, dannn...
“Stellaaa :).” Seseorang menyapaku, membuat ku kembali pada posisi awal.
“Hay, terimakasih ya :)” Jawabku semanis mungkin, menghalau kabut kecewa yang mulai berhamburan tak jelas memenuhi lingkup hatiku. Jumlah penonton yang mengantri untuk hi-touch masih banyak, tapi jujur saja aku ingin ini cepat selesai. Masih dalam topeng senyumku, aku membayangkan sosoknya yang bahkan terkesan lebih perhatian kepada member lain. Bukankah dia berkata aku ini oshinya, bukankah seharusnya dia memujiku, dan layaknya seorang fans ku, harusnya dia lebih perhatian padaku, harusnya pula dia lebih excited ketika bertemu denganku, lantas mengapa seperti ini ? ini sangat jauh dari apa yang aku fikirkan sebelumnya. Aaahhh, kenapa seperti ini jadinya. Aku kira dia berbeda, ternyata sama saja.


Stella Cornelia @stellaJKT48
Terimakasih yang sudah datang malam ini :) Yang udah dateng jauh-jauh, makasih banget. Yang belum bisa, mudah-mudahan lain waktu bisa :).

Sekedar menutupi rasa kecewaku, mengkodekan padanya bahwa aku senang dia datang, walau akhirnya membuat kecewa.

Pertemuan yang sangat singkat, dan dengan kejadian yang sama sekali tak kusangka sebelumnya, awalnya dia berhasil menghipnotisku dengan kata-katanya, hingga aku terbuai dan terlena dalam satu rasa terlarang itu. Tapi setelahnya dia justru menjatuhkanku dengan sikap dinginnya, salah siapa ? Hampa, kesal, emosi, seluruhnya terkumpul di benakku. Sudahlah, setidaknya aku sempat memilikinya, sebagai fans. Walau tak berapa lama, tapi aku cukup senang dengan cara dia memperlakukanku dulu :)

Stella Adiccted @TheX
Dia cantik, tapi ada yang lebih cantik dan menarik :3 maafkan aku stella :D

Stella Adiccted @TheX
Tapi kamu bagus, Cuma lagi goyah aja. Semangat terus stella :)

Padahal hanya beberapa kalimat saja. Tapi mampu memenuhi ruang hatiku, memenuhi otakku, membuatnya sesak, dan desahan gelisah mengumpul hingga menyeruak menjadi buliran air yang mengantri keluar di ujung mata ini. Tuhaaaaan, harusnya aku tau, ini dunia peridolan, ini dunia yang tak seharusnya di rasa menggunakan hati. Atau cara kasarnya, tak seharusnya aku percaya dengan segala bualan dan kata-kata manis yang memenuhi tab mention di setiap hariku. Aku harusnya tau kalau dia bisa saja berganti oshi, dan memuji-mujinya seperti halnya dia memujiku. Jujur saja, saat ini aku ingin marah, jujur saja ingin kutunjukan pada semua yang ada disini, bahwa aku kecewa atas perlakuannya, atas sikapnya yang seolah mempermainkanku.

Hahhh, Tuhaann, lumpuhkanlah saja ingatanku, hapuskan tentang dia, dan semua memory tentangnya. Aku bahkan sangat menyesal  atas sikapku yang seolah selalu mementingkannya dari pada penggemarku yang lain. Aku mungkin sangat terlihat bodoh di matanya saat ini. Ya, dia berhasil menaklukan ku atas kata-kata manisnya yang ternyata hanya bualan belaka. Atau kalaupun itu nyata, itu hanya cinta sesaat yang.....ah sudahlah, setidaknya aku tau lebih awal, dan aku tak perlu lagi meneruskan cinta terlarang ini, tak perlu terkurung dalam rasa yang tak seharusnya ada, rasa yang tak wajar, dan yang terpenting aku tak perlu lagi membohongi penggemar-penggemarku yang lain. Aku harusnya bisa lebih adil dalam membagi rasa sayangku untuk mereka :)


Beberapa hari ini memang aku tak melihatnya di tab mention ku, dan berkat ke’kepo’anku akhirnya aku menemukan jawabannya :)

Melo Adiccted @TheX
Hay @melodyJKT48 ,aku yang waktu itu pake jaket item topi ‘the-X’. Kamu bener-bener cantik, lebih dari yang kulihat di TV :3.


Melo Adiccted @TheX
Melody, welcome to my live :)

Ntah benar atau tidak, ketika aku biasanya menulis ‘TheX’ di tab search, maka akan muncul ‘Stella Addicted’ tapi sekarang yang kutemukan.....
“Waw, Melo Addicted.” Melody bergumam di sebelahku.
“Apa Mel ?” Tanyaku tak begitu mendengar jelas ucapannya.
“Ah, nggak papa.” Jawab Melody berusaha santai dibalik senyum girangnya.

--End--