Jumat, 12 Desember 2014

Pertemuan yang lebih baik :))


Sehari yang lalu berjumpa denganmu, hati luluh lantah dibuatmu....

Mungkin itu kalimat yang setidaknya bisa sedikit menggambarkan keadaan diri ini setelah kedua kalinya bertemu dengannya. Awalnya, sungguh aku hanya berharap bertemu dengannya, tanpa memikirkan untuk bertemu lebih dari sekali, doaku saat itu aku hanya meminta pada Tuhan untuk mempertemukanku dengannya, barang sekali saja, dan dengan murah hatinya Tuhan, Dia mengabulkan doaku, aku bertemu dengannya, dengan pertemuan yang tak begitu sempurna, namun sangat mengesankan, hingga tak dapat ku lupa setelah lebih dari setengah tahun ini. Tapi ternyata aku salah, setelah aku bertemu dengannya, rasa lain timbul, rindu.! Aku merindukannya, dan aku sangat ingin lagi bertemu dengannya, memperbaiki pertemuanku yang dulu tak sempat ku nikmati benar. 
Pertemuan pertama yang berantakan itu berhasil membuatku ingin lagi bertemu dengannya.! Hampir di setiap doaku sejak ku bertemu dengannya, ku selipkan kalimat untuk kembali bertemu dengannya, ya memang bukankah setiap doa akan dikabulkan walau tidak saat itu juga :) iyaa, nyatanya Tuhan berencana mempertemukanku dengannya lagi.! Awalnya aku tak tau benar harus bagaimana bersikap untuk menghadapai pertemuan itu, bagaimana aku memasang wajah saat aku bertemu dengannya lagi, bagaimana ku harus berekspresi agar semuanya tak seberantakan dulu, aku tak tau bagaimana aku harus mengatur jantungku ketika dihadapannya, aku tak tau harus bagaimana menemuinya :’) namun pertanyaan-pertaanyaan itu terlewatkan begitu saja, hari-hari sebelum hari itu tiba, Tuhan menyibukkanku dengan berbagai urusan dan keperluan yang benar-benar menyita waktuku dan melupakan pertanyaan-pertanyaan kolot itu. Bahkan sehari sebelum hari itu, aku tak sadar bahwa besok, hari itu akan tiba, aku akan menemuinya kembali.! Tapi bodohnya aku, aku masih saja sibuk menyelesaikan urusanku, yang benar-benar membuatku tak sempat memikirkannya, memikirkan pertanyaan-pertanyaanku.

Hingga pagi akhirnya tiba.! Aku terbangun lebih siang dari biasanya demi mengistirahat badan karena hari kemarin yang membuat tubuh ini benar-benar kehabisan tenaga, kubuka ponsel demi mengetahui kabarnya yang benarkah hari ini aku akan kembali bertemu dengannya, namun lagi-lagi yang kutemukan adalah sebuah pesan tentang urusan lain yang lebih penting, yang membuatku langsung menyelesaikan kegiatan sebelum aku keluar kos dan segera menyelesaikan urusanku yang satu itu, dan syukurlah tepat setengah hari, satu urusan selesai, dan aku mendapat kabar, dia telah sampai di kotaku.! Rasanya ingin cepat-cepat meluncur ke tempatnya sekarang demi menuntaskan rasa rindu ini, tapi...hujan justru mengguyur tempatku dan aku terpaku di dalam kamar kos demi menikmati hujan lebat, petir, dan listrik yang padam.

Sore tiba, tanpa sempat memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diri sendiri, yang aku fikirkan, apakah dia masih mengingat aku, setidaknya mengingat namaku, walau ada selipan harapan dalam diri ini, kalau dia akan menyapa terlebih dahulu, tapi..iyakah orang seperti dia akan mengingat wajahku, yang baru sekali menemuinya dan itu sudah lebih dari setengah tahun lalu. Aku menyiapkan diri, hanya merapikan penampilanku saja, sedikit berdandan, dan meluruskan rambut dengan setrika rambut, demi dia melihatku lebih rapi dibanding pertemuan pertamaku. Walaupun aku tak yakin, dia mampu mengenaliku di malam hari, dan dengan rambut yang ku potong sebahu, jauh berbeda dengan ku yang dulu. Aku berangkat setelah ku menuntaskan 3 rakaat, dan setelah sampai di tempat yang di tentukan, diam sebentar menikmati gerimis kecil yang membasahi rambut bagian depanku, sukses membuat rambut yang kutata rapi jadi berantakan. Tapi ternyata aku tak bisa diam, aku terus-menerus mengajak ngobrol temanku, dan kemudian bertemu teman lagi, kemudian mengobrol dengan mereka, bertemu teman lagi, dan lagi sampai aku..lelah berbicara...hingga dia akhirnya datang ke tempat itu. Aku hanya melihatnya sekilas sebelum dia memasuki sebuah tenda, rasanya.....ahh dia benar-benar datang..aku melihat sosoknya lagi.! Bukannya puas dengan hanya melihatnya sekilas, aku menghampiri dia ketempatnya, menunggunya keluar, hingga akhirnya dia benar-benar keluar dari tenda itu, aku ? aku hanya memerhatikannya dari tempatku berdiri, jaraknya tak lebih dari 5 meter, namun aku tak tau harus berkata apa untuk menyapanya, aku bahkan tak yakin dia masih mengenaliku, apalagi dengan penampilanku yang sedikit berubah. Tapi, tanpa disangka.. dia justru melambaikan tangan ke arahku, dan dengan santainya memanggil namaku, ya.! Dia benar-benar memanggilku, dia mengingat wajahku.! Mengingat aku, namaku.! Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Kemudian dia masuk lagi ke tempatnya. Aku...aku bertingkah tak jelas, berbahagia atasnya yang mengingatku yang dia temui hanya sekali dan lebih dari setengah tahun itu.! Rasanya, lebih dari sekedar rasa senang karena dia mengingatku, tapi karena dia menyapaku terlebih dahulu, terlebih nada yang ia pakai, seperti teman-temanku biasa memanggilku,dan ntah aku yang terlalu pede atau apa tapi dari panggilannya tadi seperti ada...rindu :’) ahh mungkin bayanganku saja :’)  Yang jelas, aku benar-benar merindukan sosoknya terlebih senyumnya. Selanjutnya, karena dia harus pergi ke atas panggung dan bernyanyi, aku pun mengikutinya, aku di bawah, di depannya, berdiri menghadapnya, dekat, sangat dekat.! Dia dalam jangkauanku, dia benar-benar dekat.! Aku memanggilnya, demi dia tau aku di sana, dan berhasil.! Dia tersenyum dan lagi2 membuatku menggila. Berikut-berikutnya, dia bernyanyi seperti biasanya, bedanya...dia jauh lebih baik dari yang ku temui dulu, dia...ahh aku sangat bangga padanya, terlebih dia menyanyikan satu lagu yang...yang sampai saat ini aku hampir selalu meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu itu, masih cinta-kotak :’) tapi...tapi sungguh, aku..merasakan kedekatan yang berbeda darinya, dia benar-benar menganggapku seperti temannya. Iya aku tau, dia memerlakukan semua orang seperti itu, tapi bagiku yang berada di kejauhan sini, dan hanya sekali bertemu, kemudian dia memerlakukanku seperti itu, salah jika aku sangaaattt senang ? Kalau kata temanku, dia memerlakukanku seperti aku dan dia adalah teman dekat yang tinggal beda kota, kemudian hari itu baru bertemu, dan saling rindu :’) Aku tak bisa mengungkapkan dengan kata2, ketika dia meledekku dengan candanya, rasanya ? sungguh..antara senang, gemas, kesal, lucu, salah tingkah, dan...apalah, dia memang menyebalkan, sama seperti saat pertama kumenemuinya.! Ah tidak, bahkan kali ini dia lebih lebih lebih menyebalkan, karena dia tak henti-hentinya menjailiku dengan kata-katanya, dengan bibirnnya yang ia manyunkan, dengan dia yang dekat-dekat ke arahku saat perform, sungguh dia menyebalkan.! Tapi..hmm sayangnya aku justru menyukai dia yang sangat menyebalkan itu.! Aku justru senang dijailinya, aku senang dia menyebalkan dan menggemaskan.! Terlebih, aku senang dia menyebalkan dengan menyapaku terlebih dahulu dari kejauhan :)


Kamu...terimakasih yaaa waktunya, senyumnya, ledekannya, sapaannya, keramahannya, slengekannya, aku senang :) aku senang akhirnya bisa kembali menemuimu dengan pertemuan yang lebih baik dari setengah tahun lalu. Aku senang akhirnya mimpi aku terwujud, bisa lebih dekat denganmu, kamu menyapaku, dan kamu meledekku. Iya, itu mimpi aku :) ternyata terwujud yaa, dan hasilnya kampret banget :’) terimakasih telah menuntaskan rinduku dan terimakasih telah menjadi orang yang sangat menyenangkan, terimakasih kamu, kampretku :) semoga bisa bertemu di lain kesempatan, dan mimpiku yang lain dari kamu bisa terwujud lagi :) aku, merindukanmu (lagi) :)