Minggu, 13 Oktober 2013

hanya sebuah rasa sakit.....

Terdiam aku menatap rembulan malam ini.
Rasanya ingin menjadi dia, selalu bisa tersenyum manis dihadapan para penikmat malam.
dengan keindahan yang ia suguhkan, tanpa perduli keadaan bulan sebenarnya.
Aku iri padanya malam ini, bentuknya seakan sedang tertawa puas di tengah kegelapan seperti ini.Ntah kenapa, menertawai diriku yang sedang tak karuan ini mungkin.

Bulan, taukah.! aku sedang tak karuan malam ini.
aku bingung, tapi aku gelisah, hati ini tidak tenang.....
Bulan, tapi aku tak pernah tau apa sebab aku begini, aku seolah kerasukan virus galau yang sebenarnya aku tak tau apa rasanya, bagaimana bentuknya.
Bulan, aku tak tau kenapa, tapi aku sakit, tepat disini, sangat sakit, disalah satu organ tubuhku, organ tubuh yang tak berbentuk dan tak diketahui dimana tempat sebenarnya, tapi dia begitu peka akan sakit ini, akan rasa yang tak pernah kuketahui apa, rasa yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit, perih.
Bulan, taukah ?? aku begitu tersiksa akan rasa ini. aku tersiksa akan sakit yang mungkin telah lama kupendam sendiri tanpa kusadari. Aku tau, tak seharusnya sakit hanya didiamkan, tapi nyatanya, aku telah berusaha menyembuhkannya dan sakit itu tak kunjung membaik, bahkan telah menjadi seperti luka yang menganga.
Sempat ingin menyalahkan pepatah. Rasanya aku telah lama berakit-rakit ke hulu, bahkan aku telah lelah mendayung rakit ini. Tapi dimana tepian itu ? di mana ujung dari kesakitanku ? dimana tepian itu yang menjanjikan kesenangan bagi perakit sepertiku ? Dimana ??? Dan kapan aku akan sampai di tepian itu ? Apa aku tak berhak sampai di tepian itu ?? Apa aku tersesat ? Apa aku salah mengambil jalan ? Atau karena tepian itu telah terlalu banyak perakit yang telah menepi ? Atau tepian itu tak kasat mata, sehingga aku tak dapat melihatnya ? Atau memang tepian itu sangat jauh ??
Bulan, bantu aku.!! Bantu aku menanyakan itu kepada pepatah yang mengatakan hal itu.!
Atau, beri aku jawaban atas pertanyaanku Bulan.! Jawab.!
Aku butuh jawaban atas kesakitanku, ah tidak aku butuh tepian itu, aku telah lelah menjadi perakit yang tak kunjung menemukan tepian.
Atau Bulan, temani aku saja, aku sendirian di rakit ini, aku tak punya apa-apa disini, aku bahkan tak memiliki kompas yang harusnya bisa menunjukkanku arah untuk sampai di tepian itu, aku tak punya bekal apa-apa disini.
Bulaaann, apa harus aku terus mendayung rakit ini sendirian ? Bulan, aku juga butuh teman, setidaknya untuk temanku bercerita, untuk aku menopangkan kepalaku di bahunya saat aku lelah. Bulaaannn, aku juga butuh dekapan seseorang disaat aku merasa dingin disini, dekapan hangat yang mungkin juga bisa menenangkan kegelisahanku, atau mungkin tangan lembutnya yang kan bisa menghapus air mata sakitku.
Bulan, aku butuh teman yang kan menyemangatiku disaat aku melemah seperti ini, aku butuh teman di gelapnya kehidupan ini, aku butuh teman yang kan bisa memberiku petunjuk untuk aku sampai di tepian itu, di tempat yang menjanjikan kesenangan itu.
Bulaannnn, aku lelah :(