Sabtu, 31 Agustus 2013

GARA-GARA GEDUNG TINGGI, SUNSET TAK TERLIHAT LAGI DARI TEMPAT ITU......

Sebuah tulisan iseng, yang berantakan, bukan cerpen atau cerbung apalagi novel, hanya sebuah penyampaian dari hati yang paling dalam. Tak begitu berguna, tapi jika membacanya dengan otak yang terbuka, insyaallah tau maksud saya yang sebenarnya :)


‘Ayo maen, katanya mau maen.’
‘Iya, kita liat sunset ya ?’
‘Oke, aku tunggu.’


“Ntar kalo udah gede, kita tetep ke sini ya.”
“Iya, pokoknya ini tempat favorit kita ya.”

                ‘Sopari’ sebuah julukan untuk tempat favorit kami, tak begitu menarik memang jika di pandang dengan kasat mata. Hanya hamparan sawah yang tak begitu penuh dengan tanaman, dan pohon-pohon besar mengelilinginya. Awalnya pun aku sama sekali tak tertarik ke tempat itu, tapi sejak aku mengunjunginya bersama mereka aku jadi bisa merasakan suasananya yang begitu bersahabat, apalagi jika menatap matahari tenggelam disana, warna jingga dan angin yang menghembus rambutku serasa menyejukan hati yang kala itu aku begitu tau benar cara mengatasi masalah, yang aku tau, aku hanya ingin bersenang-senang dan bebas.
“Ayo udah hampir malem, pulang.”
“Tapi masih betah.”
“Anginnya sejuk banget.”
Saat itu kami masih bersekolah dengan rok biru tua dan kemeja putih. Hingga akhirnya kami lulus, melepas seragam smp, dan beranjak SMK, kami terpisah satu sama lain. Karena perbedaan sekolah, dan perbedaan kesibukkan itulah membuat kami jarang sekali bertemu, untuk mengunjungi tempat favorit kami pun sangat sulit untuk mengatur waktunya.
1 tahun berlalu.......
2 tahun, 3 tahun..............
Saat itu aku tak sengaja lewat tempat itu, ntah salah siapa, tapi tempat itu benar-benar berubah. Jalanan yang dulunya aspal sekarang penuh dengan kerikil, tempat yang awalnya begitu indah tempat yang terlihat luas sekarang semua terhalang oleh ‘gedung tinggi’ itu. Gedung yang belum sepenuhnya jadi, masih dalam tahap pembangunan. Tempat favorit kami sudah hilang, bukan hilang mungkin, lebih tepaatnya tertutupi oleh sebuah gedung tinggi.
Haruskah gedung itu berdiri di tempat ini ??? tempat favorit kami. Mungkin bukan hanya untuk kami, tapi beberapa orang pun pasti merasakan nyaman disini ketika bisa melihat hamparan sawah dengan angin sepoy-sepoy dan disuguhi pemandangan sunset, siapa yang tak suka ?
“Sopari, udah jadi gedung tinggi.”
“Iya, waktu itu aku kesana sopari udah rusak.”


Sawah itu, pohon-pohon itu, angin itu.......mereka kemana ? di telan gedung tinggi itukah ?
Haruskah dia berdiri di tempat itu ? haruskah dia merusak tempat yang seharusnya bisa menjadi paru-paru kota. ? Haruskah gedung itu menghalangi angin-angin sejuk yang harusnya menerpa ku ?
Lalu ini salah siapa ? kami tak menyesalkan tempat favorit kami, toh kami telah menemukan tempat baru yang lebih bisa memberi kenyamanan, tapi apakah ada yang bisa menjamin tempat kami sekarang tak akan dijajah lagi ? tempat kami yang sekarang tak akan berubah menjadi gedung lagi ? mungkin beberapa tahun lagi, atau mungkin hitungan bulan saja keindahan ini bisa saja ditelan gedung-gedung besar itu.
Lalu kemana kami harus mencari keindahan kota ini lagi ? kemana kami harus berlari ketika keindahan kota ini lama-lama lenyap ditelan gedung-gedung itu ? Kemana kami ketika kami hendak mencari kenyamanan ?  Apa yang bisa kami banggakan dari kota kami jika semua tempat telah menjadi gedung tinggi ?? Kemana anak cucu kami ketika mereka hendak mencari apa yang dulu kami cari ???
Ini salah siapa jika sunset tak terlihat lagi dari tempat itu ????





Tidak ada komentar:

Posting Komentar