‘Siang cipo, semangat performnya ya ?’
‘Jangan lupa makan siang stell, semangat
buat hari ini.’
Ahh kemana dia, tab mentionku
terasa sepi tanpa mentionnya. Hahh, sibukkah dia ? Padahal aku sedang butuh
kata semangat darinya. Memang banyak kata semangat dalam tab mentionku tapi
jujur aku mengharap semangat darinya. Ahh aku tau aku salah tapi.....
“Stella, ko
belum make up. Kita bentar lagi on air lho.” Kata Melody membuyarkan ilusiku.
“Ahh, iya.
Iya iya, make up.” Ntahlah apa maksud dari kata yang kuucapkan barusan. Tapi
aku baru tersadar aku sedari tadi hanya duduk di depan meja make up tanpa
sedikitpun menyentuh alat-alat pembuat topeng itu.
“Loe kenapa
sih Stel ?” Tanya Melody duduk di sebelahku dan sedikit merapikan make up nya.
“Gue ? Emang
kenapa ?” Aku yang tak fokus hanya menjawab seadanya seraya berhamburan memoles
wajahku.
“Nha loe,
dari tadi muka ditekuk mulu.” Kata Melody lagi kali ini menghadap ke arahku.
“Masa ?” Aku
membalas tatapannya sekilas.
“Loe itu mau
nutupin gimana pun tetep aja gue tau loe boong stell.” Melody kembali membuang
pandang, mengarahkan wajahnya menghadap bayangan dirinya di cermin itu.
“Sotoy ah
loe, Mel.” Kataku masih sibuk memberi topeng di wajahkku.
“Oke,
terserah loe. Tapi yang gue tau loe harus fokus pas perform nanti. Bye.!”
Melody menyudahi make up-nya dan meninggalkanku.
Benarkah wajahku terlihat kusut
? Aku mencermati bayanganku di cermin, tak begitu terlihat apalagi jika sudah
tersenyum, mungkin Melody saja yang terlalu hafal wajahku. Sudahlah, ini kan
memang profesiku untuk memasang wajah manis di depan kamera bagaimanapun
keadaan hatiku.
Stella Adiccted @TheX
‘Hay
stel ? udah perform ? aku nonton paling depan :’) depan TV ku. Semangat yaa
@stellaJKT48’
“Aaa, Yes
Yes.!!” Seruku girang.
Ahh akhirnya
muncul juga dia :)
“Apaan sih ci.!” Tegur Shania mencubit
pinggangku.
“Eh, Hehe.
Nggak ko. Ini kita perform segment berapa sih ?” Aku mengalihkan dengan
pertanyaan seadanya. ‘Ini jelas salah, salah stel.!’ Aku memaki diriku,
bisa-bisanya aku sangat senang melihat tab mentionku ada namanya dirinya.
“Katanya
segment 4.” Jawab Shania yang sibuk pula dengan Handphonenya.
“Oh, oke.
Makasih Dedek unyu.” Aku dengan jailnya mengacak sedikit rambutnya yang jelas
sudah berkali-kali ia rapikan.
“Ahh,
makasih sih makasih ci, nggak usah maen rambut juga kali.” Shania misuh-misuh
seraya merapikan rambut panjangnya itu, haha. Kalau saja kalian melihatnya muka
ngambeknya sangat lucu ><.
Stella Cornelia @stellaJKT48
‘Segment 4.! See you.’
Aku
mengetikan kata-kata itu, sekedar pemberitahuan agar mereka tak terlalu diberi
harapan palsu di acara ini. Dan baru saja aku menekan tombol share, ratusan
mention langsung memenuhi tab mentionku.
“Ayo siap
siap.” Kata Manager kami dan segera saja kami bersiap di backstage.
***
“Hahhh.” Aku
membanting tubuhku dengan rambut setengah keringnya.
“Akhirnya
selesai juga hari ini.” Gumamku meraih handphone di ujung ranjangku. Seperti
biasa dan sudah pasti kalian tahui, aku membaca ratusan mention-mention dari
fans. Kadang seberapapun lelahku aku masih bisa tersenyum ketika membaca
mention-mention mereka yang beragam, ada yang selalu memuji, berbau candaan,
ahh banyak, dan yang jelas aku senang :) apalagi ketika membaca yang ini.
Stella Adiccted @TheX
Tadi siang kamu seperti biasa, cantik :)
performancemu selalu memukau. @stellaJKT48
Ahh benarkah
yang dia katakan ?? Memang banyak yang mengatakannya tapi ntah mengapa ketika
dia yang mengatakan serasa special. :’)
“Aaaaa
Stella.! Lu nggak boleh gini. Okee ? ini salah.! Salah.!!” Seruku memukul-mukul
pelan kepalaku.
Cinta memang
aneh, ketika ribuan orang memujiku, ribuan orang menyapaku, ribuan orang
mengucapkan kata-kata manis untukku, ribuan orang mengatakan cinta padaku, dan
ribuan orang sangat memerhatikanku, tapi ketika ‘dia’ hanya berkata sedikit
saja aku mampu melayang. Aku tak bisa berhenti memikirkan kata-katanya yang
bahkan sudah sangat biasa aku baca di tab mention dengan orang yang berbeda,
tapi hanya miliknyalah yang special.
Aku tau, ini
salah.! Tak seharusnya aku sebahagia ini, tak seharusnya aku senang ketika dia
memerhatikanku, tak seharusnya rasa terlarang itu tumbuh dengan ganasnya dan
tak seharusnya semua rasa itu menjurus pada satu kata ‘cinta’.! Hah, padahal
aku sangat hafal aturan management tempatku bernaung, yang melarangku untuk
memliki hubungan special dengan lawan jenis. Apalagi dengan orang yang notabene
adalah ‘penggemar’ku ><. Kalaupun aku diperbolehkan memiliki hubungan pun
aku pasti akan mengecewakan para penggemarku yang lain, yang menyayangiku dengan
segala rasa ingin memiliki diriku.
Tapi apa
salah jika idol sepertiku memiliki sebuah rasa ‘cinta’ ? Bukankah idol juga
manusia ? Gadis biasa yang sedang melalui masa remajanya dengan selipan rasa
cinta pada lawan jenis, salahkah ?
Tapi
bodohnya aku, aku bahkan belum pernah melihatnya secara jelas depan mataku,
setauku dia belum pernah menemuiku disini, di tempatku menggariskan alur
mimpiku, ‘Theater JKT48’ . Dan setauku juga, dia tinggal di luar jabodetabek.
Konyol.! Bagaimana mungkin aku bisa memiliki rasa dengan orang yang bahkan tak
pernah aku temui ?
***
“Stell,
kalau rambut gue diginiin bagus ?” Tanya Melody yang dengan seenaknya mengusik
kegiatanku membaca-baca isi mention.
“Santai aja
lah, mau loe apain rambut loe, juga fans bakal bilang loe cantik.” Kataku
mengalihkan pandanganku pada Melody.
“Haha, bisa aja sih sahabat gue yang satu
ini.” Katanya sedetik kemudian langsung menghilang dari pandangku.
“Tapi
secantik apapun loe, masih cantikan juga gue.” Aku meneriaki Melody yang sudah
menghilang.
Aku sedang di backstage Theater,
kurang lebih setengah jam lagi theater akan dimulai, tapi aku masih saja gusar
dengan diriku sendiri, padahal di luar sudah pasti banyak orang yang ingin
melihat performance terbaikku. Aku gusar, beberapa hari ini aku sama sekali tak
melihat namanya di tab mentionku. Terakhir aku membuka timeline dirinya, yang
kutahu dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, ntah benar atau tidak sepertinya
dia tengah sibuk dengan dinasnya di luar kota, ntahlah mungkin dia benar-benar
sibuk hingga lupa atas aku, atau mungkin dia telah memiliki orang yang lebih
dia perhatikan dibandingku, atau mungkin dia sudah tak menjadi penggemarku
barang kali. Sudahlah, tak seharusnya juga aku terlalu memikirkannya. Toh
energi yang penggemarku beri lewat mention lebih banyak.
Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu,
dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu @stellaJKT48
:)
“Haaahh ???”
Seruku tak percaya, dan sudah dapat dipastikan orang-orang di sekelilingku akan
memprotes, atau kepo, dan lain sebagainya.
“Kenapa Stel
?” Tanya Kinal, yang berada beberapa meter di sampingku.
“Biasa Kak,
ci stella kalo lagi kumat ya gitu.” Shania
menyambar saja jawabanku.
“Enak aja
loe.!” Aku tak terlalu menanggapi troll anak kecil itu, yang ku harus lakukan
adalah memastikan apa benar dia ada disini.
Stella Adiccted @TheX
Sampai Jakarta, dinas kerja.! Kalau sempat bakal
nemuin dia.
Itu tweetnya
beberapa hari lalu, benar dia sedang dinas di luar kota, untungnya di Jakarta.
Haha, aku sengaja membuka Timelinenya, sekedar stalker dia. Ya memang seperti inilah kerjaanku kalau kepo
sudah memenuhi lingkup otakku :D, bukan untuk orang itu-itu saja, tapi semua
fansku.! Apalagi yang sering membuatku kepo ><
Stella Adiccted @TheX
At FX Sudirman.!
Stella Adiccted @TheX
Semoga dia perform dengan baik.
Stella Adiccted @TheX
Row 3.!!
Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu,
dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu
@stellaJKT48 :)
Stella Adiccted @TheX
Semangat stel.! Semoga dapet eyelock dari
kamu.! Haha*no mention*
Ternyata dia
benar-benar disini, dan ahh >< aku sangat nervous kali ini. Aku membuang
handphone begitu saja. Ntah apapun yang terjadi aku harus terlihat cantik malam
ini.! Dan yang terpenting aku harus menampilkan yang terbaik.!
“Nju, Make
up gue rapi ?” Tanyaku tak menatap Shania yang juga tengah menatap dirinya di
cermin.
“Kenapa
tiba-tiba nanya gitu ?” Shania yang tak menjawab hanya berheran-heran ria atas
pertanyaanku.
“Yaelah,
tinggal jawab aja susah amat.” Aku masih menatap diriku di cermin.
“Aduh, ini
rambut enaknya di gimanain ya.” Aku malah memberantakan rambutku sendiri.
“Aduh, kalo
diurai udah mainstream.”
“Di ponytail
kaya anak kecil.”
“Di kepang,
kelamaan. Aduuhh.” Aku justru gusar dengan rambutku, yang tinggal 15 menit lagi
aku perform.
“Kenapa sih
loe ci ?” Tanya Shania yang memerhatikanku.
“Ya ini
rambut gue mau di apaain njuuu.” Aku kesal, masih sibuk membolak-balik
rambutku.
“Iya,
maksudnya kenapa ribet amat, biasanya juga loe cuek sama gaya rambut. Lagi
kenapa ?”
“Yaaa, gue
harus keliatan beda, soalnya kan ada.........” Aku menghentikan sejenak
kegiatanku, astaga aku keceplosan ><
“Ada apa ?”
Shania yang makin kepo menatapku heran dan penuh tanda tanya sepertinya.
“Emm,
adaaa..mm. Ini rambutnya bagusnya di gimanain ya nju ?” Aku mengalihkan
pembicaraan, dan kembali sibuk dengan rambutku.
“Tau lah.!”
Shania yang kesal justru meninggalkanku dengan wajah manyunnya. Begitulah dia
jika aku sedang tidak jujur padanya, haaa anak kecil kepo.!
“Eh, Ini
make up gue rapi kan yah ?” Tanyaku pada Melody sesaat sebelum show dimulai.
“Iya, rapi
banget stell.” Melo menjawab dengan sabarnya.
“Rambut gue
? rapi kan ? nggak berantakan kan Mel ?” Aku kembali merusuh di tengah
kesibukan member lain yang tengah berdoa untuk kelancaran show malam ini.
“Rapi
stella.” Kembali Melody menjawab dengan nada baiknya yang dibuat-buat.
“Poni ?”
“Ya ampuuunn
stellaa. Lu udah cantik ko.! Cantik banget.!.” kata Melody tegas.
“Serius mel
?” Kebawelanku belum saja berhenti, sebenarnya hanya penutup rasa nervousku
saja. Ntahlah, tapi malam ini jantungku berdetak lebih-lebih dari biasanya.
“Iya. Lagian
kenapa sih ? Biasanya aja nggak ribet.” Dan ucapan Melody kali ini berhasil
membuatku tersadar atas keremponganku, dan membuat si empunya kalimat tadi
curiga. Oh god.!
“Ahh, nggak
ko.! Mm, pengen tampil beda aja, iya tampil beda. Hehe.” Oke kegugupanku jelas membuat Melody memandang
dengan tatapan sinisnya.
“Aneh.” Satu
kata itu keluar begitu saja dari mulut manisnya sebelum sedetik kemudian dia
berlalu dari hadapanku.
Show dimulai, sudah dapat
dipastikan, aku mencari sosoknya, seseorang berjaket hitam dengan kaos putih
dan topi....
‘The X ?’
Batinku membaca tulisan di topi salah satu penontonku, ditengah tarian dan
senyumku. Ntahlah tapi jantung ini berdetak lebih cepat dari sebelum aku berada
di stage.! Aku masih berusaha menguasai diriku agar tetap fokus dan menampilkan
yang terbaik untuk semua penonton hari ini dan ‘dia’ khususnya. Jujur malam ini
aku tak bisa berhenti tersenyum, aku tak tau pasti perasaan apa ini, tapi
mataku seolah tertarik oleh magnet pada topi ‘The X’ itu.
Tuhan, jika
boleh aku minta, aku ingin waktu berhenti sebentar saja untuk aku menyapa dia,
bukan di sesi hitouch, tapi saat ini, aku ingin sedikit berbicara dengannya,
mendengar suaranya, mendengar kata-kata yang dia tuliskan dari acc twitter
miliknya secara langsung dihadapanku, tapi tanpa ada seorang pun yang tau, aku
ingin berbicara 4 mata dengannya, aku ingin berbicara secara ‘intim’ dengannya.
Tapi.......
“Stella
malah nglamun, bentar lagi kamu perform unit song.” Seorang staff menegurku,
dan menyadarkanku dari ilusi-ilusi yang ku bangun sendiri. Sudahlah, mungkin
dengan caraku menampilkan yang terbaik dia akan tau bagaimana rasa senangku dia
berada disini :)
Jika saja
aku punya satu kesempatan untuk berbicara banyak, maka aku akan mengatakan ini
kepadanya, sekaligus meminta maaf pada semua penggemarku yang menginginkanku
untuk menjadi milik mereka, maaf atas rasa terlarang yang harusnya tak hadir
kepadaku untuk seorang yang juga penggemarku.
“Terimakasih,
datang lagi yaa...Terimakasih...Haloo, terimakasih yaa.” Aku tengah sibuk
berterimakasih ria di sesi hi-touch ini. Yahh, kalian tau pasti, aku
menunggunya. Menunggu sosoknya, menunggu kata-kata yang mungkin akan dia
ucapkan padaku, dan aahhh aku terlalu gugup untuk menghadapinya.
“Hay Stella.
:)” Dan orang itu kini ada di depanku. Sejenak terdiam.
“Hay,
makasih udah dateng :) lain kali dateng lagi yaa.” Jawabku sebiasa mungkin di
hadapannya dan penggemarku yang lain.
“Iya
sama-sama.” Yeah, flat. Seperti yang lain, ntah. Tapi aku merasa ada yang
ganjil, dia seperti dingin denganku. Atau mungkin ini sifat aslinya ?
“Haloo
Melody :) kamu keren banget tadi. :) semangat terus yaa.” Ntah benar atau
tidak, aku seperti mendengar kalimat itu dari seseorang yang baru saja
menyapaku. Ku tengok sesaat, dannn...
“Stellaaa
:).” Seseorang menyapaku, membuat ku kembali pada posisi awal.
“Hay,
terimakasih ya :)” Jawabku semanis mungkin, menghalau kabut kecewa yang mulai berhamburan
tak jelas memenuhi lingkup hatiku. Jumlah penonton yang mengantri untuk
hi-touch masih banyak, tapi jujur saja aku ingin ini cepat selesai. Masih dalam
topeng senyumku, aku membayangkan sosoknya yang bahkan terkesan lebih perhatian
kepada member lain. Bukankah dia berkata aku ini oshinya, bukankah seharusnya
dia memujiku, dan layaknya seorang fans ku, harusnya dia lebih perhatian
padaku, harusnya pula dia lebih excited ketika bertemu denganku, lantas mengapa
seperti ini ? ini sangat jauh dari apa yang aku fikirkan sebelumnya. Aaahhh,
kenapa seperti ini jadinya. Aku kira dia berbeda, ternyata sama saja.
Stella Cornelia @stellaJKT48
Terimakasih yang sudah datang malam ini :)
Yang udah dateng jauh-jauh, makasih banget. Yang belum bisa, mudah-mudahan lain
waktu bisa :).
Sekedar
menutupi rasa kecewaku, mengkodekan padanya bahwa aku senang dia datang, walau
akhirnya membuat kecewa.
Pertemuan
yang sangat singkat, dan dengan kejadian yang sama sekali tak kusangka
sebelumnya, awalnya dia berhasil menghipnotisku dengan kata-katanya, hingga aku
terbuai dan terlena dalam satu rasa terlarang itu. Tapi setelahnya dia justru
menjatuhkanku dengan sikap dinginnya, salah siapa ? Hampa, kesal, emosi,
seluruhnya terkumpul di benakku. Sudahlah, setidaknya aku sempat memilikinya,
sebagai fans. Walau tak berapa lama, tapi aku cukup senang dengan cara dia
memperlakukanku dulu :)
Stella Adiccted @TheX
Dia cantik, tapi ada yang lebih cantik dan
menarik :3 maafkan aku stella :D
Stella Adiccted @TheX
Tapi kamu bagus, Cuma lagi goyah aja.
Semangat terus stella :)
Padahal
hanya beberapa kalimat saja. Tapi mampu memenuhi ruang hatiku, memenuhi otakku,
membuatnya sesak, dan desahan gelisah mengumpul hingga menyeruak menjadi
buliran air yang mengantri keluar di ujung mata ini. Tuhaaaaan, harusnya aku
tau, ini dunia peridolan, ini dunia yang tak seharusnya di rasa menggunakan
hati. Atau cara kasarnya, tak seharusnya aku percaya dengan segala bualan dan
kata-kata manis yang memenuhi tab mention di setiap hariku. Aku harusnya tau
kalau dia bisa saja berganti oshi, dan memuji-mujinya seperti halnya dia
memujiku. Jujur saja, saat ini aku ingin marah, jujur saja ingin kutunjukan
pada semua yang ada disini, bahwa aku kecewa atas perlakuannya, atas sikapnya
yang seolah mempermainkanku.
Hahhh, Tuhaann,
lumpuhkanlah saja ingatanku, hapuskan tentang dia, dan semua memory tentangnya.
Aku bahkan sangat menyesal atas sikapku
yang seolah selalu mementingkannya dari pada penggemarku yang lain. Aku mungkin
sangat terlihat bodoh di matanya saat ini. Ya, dia berhasil menaklukan ku atas
kata-kata manisnya yang ternyata hanya bualan belaka. Atau kalaupun itu nyata,
itu hanya cinta sesaat yang.....ah sudahlah, setidaknya aku tau lebih awal, dan
aku tak perlu lagi meneruskan cinta terlarang ini, tak perlu terkurung dalam
rasa yang tak seharusnya ada, rasa yang tak wajar, dan yang terpenting aku tak
perlu lagi membohongi penggemar-penggemarku yang lain. Aku harusnya bisa lebih
adil dalam membagi rasa sayangku untuk mereka :)
Beberapa
hari ini memang aku tak melihatnya di tab mention ku, dan berkat ke’kepo’anku
akhirnya aku menemukan jawabannya :)
Melo Adiccted @TheX
Hay @melodyJKT48 ,aku yang waktu itu pake
jaket item topi ‘the-X’. Kamu bener-bener cantik, lebih dari yang kulihat di TV
:3.
Melo Adiccted @TheX
Melody, welcome to my live :)
Ntah benar
atau tidak, ketika aku biasanya menulis ‘TheX’ di tab search, maka akan muncul
‘Stella Addicted’ tapi sekarang yang kutemukan.....
“Waw, Melo
Addicted.” Melody bergumam di sebelahku.
“Apa Mel ?”
Tanyaku tak begitu mendengar jelas ucapannya.
“Ah, nggak
papa.” Jawab Melody berusaha santai dibalik senyum girangnya.
--End--

hmmm....... :(
BalasHapus