Sabtu, 07 September 2013

another story of stella.......



‘Selamat siang ci stella, jangan lupa makan siang.’
‘Siang cipo, semangat performnya ya ?’
‘Jangan lupa makan siang stell, semangat buat hari ini.’

                Ahh kemana dia, tab mentionku terasa sepi tanpa mentionnya. Hahh, sibukkah dia ? Padahal aku sedang butuh kata semangat darinya. Memang banyak kata semangat dalam tab mentionku tapi jujur aku mengharap semangat darinya. Ahh aku tau aku salah tapi.....
“Stella, ko belum make up. Kita bentar lagi on air lho.” Kata Melody membuyarkan ilusiku.
“Ahh, iya. Iya iya, make up.” Ntahlah apa maksud dari kata yang kuucapkan barusan. Tapi aku baru tersadar aku sedari tadi hanya duduk di depan meja make up tanpa sedikitpun menyentuh alat-alat pembuat topeng itu.
“Loe kenapa sih Stel ?” Tanya Melody duduk di sebelahku dan sedikit merapikan make up nya.
“Gue ? Emang kenapa ?” Aku yang tak fokus hanya menjawab seadanya seraya berhamburan memoles wajahku.
“Nha loe, dari tadi muka ditekuk mulu.” Kata Melody lagi kali ini menghadap ke arahku.
“Masa ?” Aku membalas tatapannya sekilas.
“Loe itu mau nutupin gimana pun tetep aja gue tau loe boong stell.” Melody kembali membuang pandang, mengarahkan wajahnya menghadap bayangan dirinya di cermin itu.
“Sotoy ah loe, Mel.” Kataku masih sibuk memberi topeng di wajahkku.
“Oke, terserah loe. Tapi yang gue tau loe harus fokus pas perform nanti. Bye.!” Melody menyudahi make up-nya dan meninggalkanku.
                Benarkah wajahku terlihat kusut ? Aku mencermati bayanganku di cermin, tak begitu terlihat apalagi jika sudah tersenyum, mungkin Melody saja yang terlalu hafal wajahku. Sudahlah, ini kan memang profesiku untuk memasang wajah manis di depan kamera bagaimanapun keadaan hatiku.

Stella Adiccted @TheX
 ‘Hay stel ? udah perform ? aku nonton paling depan :’) depan TV ku. Semangat yaa @stellaJKT48’

“Aaa, Yes Yes.!!” Seruku girang.
Ahh akhirnya muncul juga dia :)
 “Apaan sih ci.!” Tegur Shania mencubit pinggangku.
“Eh, Hehe. Nggak ko. Ini kita perform segment berapa sih ?” Aku mengalihkan dengan pertanyaan seadanya. ‘Ini jelas salah, salah stel.!’ Aku memaki diriku, bisa-bisanya aku sangat senang melihat tab mentionku ada namanya dirinya.
“Katanya segment 4.” Jawab Shania yang sibuk pula dengan Handphonenya.
“Oh, oke. Makasih Dedek unyu.” Aku dengan jailnya mengacak sedikit rambutnya yang jelas sudah berkali-kali ia rapikan.
“Ahh, makasih sih makasih ci, nggak usah maen rambut juga kali.” Shania misuh-misuh seraya merapikan rambut panjangnya itu, haha. Kalau saja kalian melihatnya muka ngambeknya sangat lucu ><.

Stella Cornelia @stellaJKT48
‘Segment 4.! See you.’
Aku mengetikan kata-kata itu, sekedar pemberitahuan agar mereka tak terlalu diberi harapan palsu di acara ini. Dan baru saja aku menekan tombol share, ratusan mention langsung memenuhi tab mentionku.
“Ayo siap siap.” Kata Manager kami dan segera saja kami bersiap di backstage.
***

“Hahhh.” Aku membanting tubuhku dengan rambut setengah keringnya.
“Akhirnya selesai juga hari ini.” Gumamku meraih handphone di ujung ranjangku. Seperti biasa dan sudah pasti kalian tahui, aku membaca ratusan mention-mention dari fans. Kadang seberapapun lelahku aku masih bisa tersenyum ketika membaca mention-mention mereka yang beragam, ada yang selalu memuji, berbau candaan, ahh banyak, dan yang jelas aku senang :) apalagi ketika membaca yang ini.

Stella Adiccted @TheX
Tadi siang kamu seperti biasa, cantik :) performancemu selalu memukau. @stellaJKT48

Ahh benarkah yang dia katakan ?? Memang banyak yang mengatakannya tapi ntah mengapa ketika dia yang mengatakan serasa special. :’)
“Aaaaa Stella.! Lu nggak boleh gini. Okee ? ini salah.! Salah.!!” Seruku memukul-mukul pelan kepalaku.

Cinta memang aneh, ketika ribuan orang memujiku, ribuan orang menyapaku, ribuan orang mengucapkan kata-kata manis untukku, ribuan orang mengatakan cinta padaku, dan ribuan orang sangat memerhatikanku, tapi ketika ‘dia’ hanya berkata sedikit saja aku mampu melayang. Aku tak bisa berhenti memikirkan kata-katanya yang bahkan sudah sangat biasa aku baca di tab mention dengan orang yang berbeda, tapi hanya miliknyalah yang special.
Aku tau, ini salah.! Tak seharusnya aku sebahagia ini, tak seharusnya aku senang ketika dia memerhatikanku, tak seharusnya rasa terlarang itu tumbuh dengan ganasnya dan tak seharusnya semua rasa itu menjurus pada satu kata ‘cinta’.! Hah, padahal aku sangat hafal aturan management tempatku bernaung, yang melarangku untuk memliki hubungan special dengan lawan jenis. Apalagi dengan orang yang notabene adalah ‘penggemar’ku ><. Kalaupun aku diperbolehkan memiliki hubungan pun aku pasti akan mengecewakan para penggemarku yang lain, yang menyayangiku dengan segala rasa ingin memiliki diriku.
Tapi apa salah jika idol sepertiku memiliki sebuah rasa ‘cinta’ ? Bukankah idol juga manusia ? Gadis biasa yang sedang melalui masa remajanya dengan selipan rasa cinta pada lawan jenis, salahkah ?

Tapi bodohnya aku, aku bahkan belum pernah melihatnya secara jelas depan mataku, setauku dia belum pernah menemuiku disini, di tempatku menggariskan alur mimpiku, ‘Theater JKT48’ . Dan setauku juga, dia tinggal di luar jabodetabek. Konyol.! Bagaimana mungkin aku bisa memiliki rasa dengan orang yang bahkan tak pernah aku temui ?
***
“Stell, kalau rambut gue diginiin bagus ?” Tanya Melody yang dengan seenaknya mengusik kegiatanku membaca-baca isi mention.
“Santai aja lah, mau loe apain rambut loe, juga fans bakal bilang loe cantik.” Kataku mengalihkan pandanganku pada Melody.
 “Haha, bisa aja sih sahabat gue yang satu ini.” Katanya sedetik kemudian langsung menghilang dari pandangku.
“Tapi secantik apapun loe, masih cantikan juga gue.” Aku meneriaki Melody yang sudah menghilang.

                Aku sedang di backstage Theater, kurang lebih setengah jam lagi theater akan dimulai, tapi aku masih saja gusar dengan diriku sendiri, padahal di luar sudah pasti banyak orang yang ingin melihat performance terbaikku. Aku gusar, beberapa hari ini aku sama sekali tak melihat namanya di tab mentionku. Terakhir aku membuka timeline dirinya, yang kutahu dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, ntah benar atau tidak sepertinya dia tengah sibuk dengan dinasnya di luar kota, ntahlah mungkin dia benar-benar sibuk hingga lupa atas aku, atau mungkin dia telah memiliki orang yang lebih dia perhatikan dibandingku, atau mungkin dia sudah tak menjadi penggemarku barang kali. Sudahlah, tak seharusnya juga aku terlalu memikirkannya. Toh energi yang penggemarku beri lewat mention lebih banyak.

Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu, dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu @stellaJKT48 :)

“Haaahh ???” Seruku tak percaya, dan sudah dapat dipastikan orang-orang di sekelilingku akan memprotes, atau kepo, dan lain sebagainya.
“Kenapa Stel ?” Tanya Kinal, yang berada beberapa meter di sampingku.
“Biasa Kak, ci stella kalo lagi kumat ya gitu.” Shania  menyambar saja jawabanku.
“Enak aja loe.!” Aku tak terlalu menanggapi troll anak kecil itu, yang ku harus lakukan adalah memastikan apa benar dia ada disini.

Stella Adiccted @TheX
Sampai Jakarta, dinas kerja.! Kalau sempat bakal nemuin dia.

Itu tweetnya beberapa hari lalu, benar dia sedang dinas di luar kota, untungnya di Jakarta. Haha, aku sengaja membuka Timelinenya, sekedar stalker dia.  Ya memang seperti inilah kerjaanku kalau kepo sudah memenuhi lingkup otakku :D, bukan untuk orang itu-itu saja, tapi semua fansku.! Apalagi yang sering membuatku kepo ><

Stella Adiccted @TheX
At FX Sudirman.!

Stella Adiccted @TheX
Semoga dia perform dengan baik.

Stella Adiccted @TheX
Row 3.!!

Stella Adiccted @TheX
Aku di row 3, jaket hitam, kaos sketsamu, dan topi dengan usernameku. Semoga bisa melihat performance terbaikmu @stellaJKT48 :)

Stella Adiccted @TheX
Semangat stel.! Semoga dapet eyelock dari kamu.! Haha*no mention*

Ternyata dia benar-benar disini, dan ahh >< aku sangat nervous kali ini. Aku membuang handphone begitu saja. Ntah apapun yang terjadi aku harus terlihat cantik malam ini.! Dan yang terpenting aku harus menampilkan yang terbaik.!
“Nju, Make up gue rapi ?” Tanyaku tak menatap Shania yang juga tengah menatap dirinya di cermin.
“Kenapa tiba-tiba nanya gitu ?” Shania yang tak menjawab hanya berheran-heran ria atas pertanyaanku.
“Yaelah, tinggal jawab aja susah amat.” Aku masih menatap diriku di cermin.
“Aduh, ini rambut enaknya di gimanain ya.” Aku malah memberantakan rambutku sendiri.
“Aduh, kalo diurai udah mainstream.”
“Di ponytail kaya anak kecil.”
“Di kepang, kelamaan. Aduuhh.” Aku justru gusar dengan rambutku, yang tinggal 15 menit lagi aku perform.
“Kenapa sih loe ci ?” Tanya Shania yang memerhatikanku.
“Ya ini rambut gue mau di apaain njuuu.” Aku kesal, masih sibuk membolak-balik rambutku.
“Iya, maksudnya kenapa ribet amat, biasanya juga loe cuek sama gaya rambut. Lagi kenapa ?”
“Yaaa, gue harus keliatan beda, soalnya kan ada.........” Aku menghentikan sejenak kegiatanku, astaga aku keceplosan ><
“Ada apa ?” Shania yang makin kepo menatapku heran dan penuh tanda tanya sepertinya.
“Emm, adaaa..mm. Ini rambutnya bagusnya di gimanain ya nju ?” Aku mengalihkan pembicaraan, dan kembali sibuk dengan rambutku.
“Tau lah.!” Shania yang kesal justru meninggalkanku dengan wajah manyunnya. Begitulah dia jika aku sedang tidak jujur padanya, haaa anak kecil kepo.!


“Eh, Ini make up gue rapi kan yah ?” Tanyaku pada Melody sesaat sebelum show dimulai.
“Iya, rapi banget stell.” Melo menjawab dengan sabarnya.
“Rambut gue ? rapi kan ? nggak berantakan kan Mel ?” Aku kembali merusuh di tengah kesibukan member lain yang tengah berdoa untuk kelancaran show malam ini.
“Rapi stella.” Kembali Melody menjawab dengan nada baiknya yang dibuat-buat.
“Poni ?”
“Ya ampuuunn stellaa. Lu udah cantik ko.! Cantik banget.!.” kata Melody tegas.
“Serius mel ?” Kebawelanku belum saja berhenti, sebenarnya hanya penutup rasa nervousku saja. Ntahlah, tapi malam ini jantungku berdetak lebih-lebih dari biasanya.
“Iya. Lagian kenapa sih ? Biasanya aja nggak ribet.” Dan ucapan Melody kali ini berhasil membuatku tersadar atas keremponganku, dan membuat si empunya kalimat tadi curiga. Oh god.!
“Ahh, nggak ko.! Mm, pengen tampil beda aja, iya tampil beda. Hehe.” Oke  kegugupanku jelas membuat Melody memandang dengan tatapan sinisnya.
“Aneh.” Satu kata itu keluar begitu saja dari mulut manisnya sebelum sedetik kemudian dia berlalu dari hadapanku.


                Show dimulai, sudah dapat dipastikan, aku mencari sosoknya, seseorang berjaket hitam dengan kaos putih dan topi....
‘The X ?’ Batinku membaca tulisan di topi salah satu penontonku, ditengah tarian dan senyumku. Ntahlah tapi jantung ini berdetak lebih cepat dari sebelum aku berada di stage.! Aku masih berusaha menguasai diriku agar tetap fokus dan menampilkan yang terbaik untuk semua penonton hari ini dan ‘dia’ khususnya. Jujur malam ini aku tak bisa berhenti tersenyum, aku tak tau pasti perasaan apa ini, tapi mataku seolah tertarik oleh magnet pada topi ‘The X’ itu.
Tuhan, jika boleh aku minta, aku ingin waktu berhenti sebentar saja untuk aku menyapa dia, bukan di sesi hitouch, tapi saat ini, aku ingin sedikit berbicara dengannya, mendengar suaranya, mendengar kata-kata yang dia tuliskan dari acc twitter miliknya secara langsung dihadapanku, tapi tanpa ada seorang pun yang tau, aku ingin berbicara 4 mata dengannya, aku ingin berbicara secara ‘intim’ dengannya. Tapi.......
“Stella malah nglamun, bentar lagi kamu perform unit song.” Seorang staff menegurku, dan menyadarkanku dari ilusi-ilusi yang ku bangun sendiri. Sudahlah, mungkin dengan caraku menampilkan yang terbaik dia akan tau bagaimana rasa senangku dia berada disini :)

Jika saja aku punya satu kesempatan untuk berbicara banyak, maka aku akan mengatakan ini kepadanya, sekaligus meminta maaf pada semua penggemarku yang menginginkanku untuk menjadi milik mereka, maaf atas rasa terlarang yang harusnya tak hadir kepadaku untuk seorang yang juga penggemarku.


“Terimakasih, datang lagi yaa...Terimakasih...Haloo, terimakasih yaa.” Aku tengah sibuk berterimakasih ria di sesi hi-touch ini. Yahh, kalian tau pasti, aku menunggunya. Menunggu sosoknya, menunggu kata-kata yang mungkin akan dia ucapkan padaku, dan aahhh aku terlalu gugup untuk menghadapinya.
“Hay Stella. :)” Dan orang itu kini ada di depanku. Sejenak terdiam.
“Hay, makasih udah dateng :) lain kali dateng lagi yaa.” Jawabku sebiasa mungkin di hadapannya dan penggemarku yang lain.
“Iya sama-sama.” Yeah, flat. Seperti yang lain, ntah. Tapi aku merasa ada yang ganjil, dia seperti dingin denganku. Atau mungkin ini sifat aslinya ?
“Haloo Melody :) kamu keren banget tadi. :) semangat terus yaa.” Ntah benar atau tidak, aku seperti mendengar kalimat itu dari seseorang yang baru saja menyapaku. Ku tengok sesaat, dannn...
“Stellaaa :).” Seseorang menyapaku, membuat ku kembali pada posisi awal.
“Hay, terimakasih ya :)” Jawabku semanis mungkin, menghalau kabut kecewa yang mulai berhamburan tak jelas memenuhi lingkup hatiku. Jumlah penonton yang mengantri untuk hi-touch masih banyak, tapi jujur saja aku ingin ini cepat selesai. Masih dalam topeng senyumku, aku membayangkan sosoknya yang bahkan terkesan lebih perhatian kepada member lain. Bukankah dia berkata aku ini oshinya, bukankah seharusnya dia memujiku, dan layaknya seorang fans ku, harusnya dia lebih perhatian padaku, harusnya pula dia lebih excited ketika bertemu denganku, lantas mengapa seperti ini ? ini sangat jauh dari apa yang aku fikirkan sebelumnya. Aaahhh, kenapa seperti ini jadinya. Aku kira dia berbeda, ternyata sama saja.


Stella Cornelia @stellaJKT48
Terimakasih yang sudah datang malam ini :) Yang udah dateng jauh-jauh, makasih banget. Yang belum bisa, mudah-mudahan lain waktu bisa :).

Sekedar menutupi rasa kecewaku, mengkodekan padanya bahwa aku senang dia datang, walau akhirnya membuat kecewa.

Pertemuan yang sangat singkat, dan dengan kejadian yang sama sekali tak kusangka sebelumnya, awalnya dia berhasil menghipnotisku dengan kata-katanya, hingga aku terbuai dan terlena dalam satu rasa terlarang itu. Tapi setelahnya dia justru menjatuhkanku dengan sikap dinginnya, salah siapa ? Hampa, kesal, emosi, seluruhnya terkumpul di benakku. Sudahlah, setidaknya aku sempat memilikinya, sebagai fans. Walau tak berapa lama, tapi aku cukup senang dengan cara dia memperlakukanku dulu :)

Stella Adiccted @TheX
Dia cantik, tapi ada yang lebih cantik dan menarik :3 maafkan aku stella :D

Stella Adiccted @TheX
Tapi kamu bagus, Cuma lagi goyah aja. Semangat terus stella :)

Padahal hanya beberapa kalimat saja. Tapi mampu memenuhi ruang hatiku, memenuhi otakku, membuatnya sesak, dan desahan gelisah mengumpul hingga menyeruak menjadi buliran air yang mengantri keluar di ujung mata ini. Tuhaaaaan, harusnya aku tau, ini dunia peridolan, ini dunia yang tak seharusnya di rasa menggunakan hati. Atau cara kasarnya, tak seharusnya aku percaya dengan segala bualan dan kata-kata manis yang memenuhi tab mention di setiap hariku. Aku harusnya tau kalau dia bisa saja berganti oshi, dan memuji-mujinya seperti halnya dia memujiku. Jujur saja, saat ini aku ingin marah, jujur saja ingin kutunjukan pada semua yang ada disini, bahwa aku kecewa atas perlakuannya, atas sikapnya yang seolah mempermainkanku.

Hahhh, Tuhaann, lumpuhkanlah saja ingatanku, hapuskan tentang dia, dan semua memory tentangnya. Aku bahkan sangat menyesal  atas sikapku yang seolah selalu mementingkannya dari pada penggemarku yang lain. Aku mungkin sangat terlihat bodoh di matanya saat ini. Ya, dia berhasil menaklukan ku atas kata-kata manisnya yang ternyata hanya bualan belaka. Atau kalaupun itu nyata, itu hanya cinta sesaat yang.....ah sudahlah, setidaknya aku tau lebih awal, dan aku tak perlu lagi meneruskan cinta terlarang ini, tak perlu terkurung dalam rasa yang tak seharusnya ada, rasa yang tak wajar, dan yang terpenting aku tak perlu lagi membohongi penggemar-penggemarku yang lain. Aku harusnya bisa lebih adil dalam membagi rasa sayangku untuk mereka :)


Beberapa hari ini memang aku tak melihatnya di tab mention ku, dan berkat ke’kepo’anku akhirnya aku menemukan jawabannya :)

Melo Adiccted @TheX
Hay @melodyJKT48 ,aku yang waktu itu pake jaket item topi ‘the-X’. Kamu bener-bener cantik, lebih dari yang kulihat di TV :3.


Melo Adiccted @TheX
Melody, welcome to my live :)

Ntah benar atau tidak, ketika aku biasanya menulis ‘TheX’ di tab search, maka akan muncul ‘Stella Addicted’ tapi sekarang yang kutemukan.....
“Waw, Melo Addicted.” Melody bergumam di sebelahku.
“Apa Mel ?” Tanyaku tak begitu mendengar jelas ucapannya.
“Ah, nggak papa.” Jawab Melody berusaha santai dibalik senyum girangnya.

--End--

1 komentar: