Sehari yang lalu berjumpa
denganmu, hati luluh lantah dibuatmu....
Mungkin itu kalimat yang
setidaknya bisa sedikit menggambarkan keadaan diri ini setelah kedua kalinya
bertemu dengannya. Awalnya, sungguh aku hanya berharap bertemu dengannya, tanpa
memikirkan untuk bertemu lebih dari sekali, doaku saat itu aku hanya meminta
pada Tuhan untuk mempertemukanku dengannya, barang sekali saja, dan dengan
murah hatinya Tuhan, Dia mengabulkan doaku, aku bertemu dengannya, dengan
pertemuan yang tak begitu sempurna, namun sangat mengesankan, hingga tak dapat
ku lupa setelah lebih dari setengah tahun ini. Tapi ternyata aku salah, setelah
aku bertemu dengannya, rasa lain timbul, rindu.! Aku merindukannya, dan aku
sangat ingin lagi bertemu dengannya, memperbaiki pertemuanku yang dulu tak
sempat ku nikmati benar.
Pertemuan pertama yang berantakan itu berhasil
membuatku ingin lagi bertemu dengannya.! Hampir di setiap doaku sejak ku
bertemu dengannya, ku selipkan kalimat untuk kembali bertemu dengannya, ya
memang bukankah setiap doa akan dikabulkan walau tidak saat itu juga :) iyaa,
nyatanya Tuhan berencana mempertemukanku dengannya lagi.! Awalnya aku tak tau
benar harus bagaimana bersikap untuk menghadapai pertemuan itu, bagaimana aku
memasang wajah saat aku bertemu dengannya lagi, bagaimana ku harus berekspresi
agar semuanya tak seberantakan dulu, aku tak tau bagaimana aku harus mengatur
jantungku ketika dihadapannya, aku tak tau harus bagaimana menemuinya :’) namun
pertanyaan-pertaanyaan itu terlewatkan begitu saja, hari-hari sebelum hari itu
tiba, Tuhan menyibukkanku dengan berbagai urusan dan keperluan yang benar-benar
menyita waktuku dan melupakan pertanyaan-pertanyaan kolot itu. Bahkan sehari
sebelum hari itu, aku tak sadar bahwa besok, hari itu akan tiba, aku akan
menemuinya kembali.! Tapi bodohnya aku, aku masih saja sibuk menyelesaikan
urusanku, yang benar-benar membuatku tak sempat memikirkannya, memikirkan
pertanyaan-pertanyaanku.
Hingga pagi akhirnya tiba.! Aku
terbangun lebih siang dari biasanya demi mengistirahat badan karena hari
kemarin yang membuat tubuh ini benar-benar kehabisan tenaga, kubuka ponsel demi
mengetahui kabarnya yang benarkah hari ini aku akan kembali bertemu dengannya,
namun lagi-lagi yang kutemukan adalah sebuah pesan tentang urusan lain yang
lebih penting, yang membuatku langsung menyelesaikan kegiatan sebelum aku
keluar kos dan segera menyelesaikan urusanku yang satu itu, dan syukurlah tepat
setengah hari, satu urusan selesai, dan aku mendapat kabar, dia telah sampai di
kotaku.! Rasanya ingin cepat-cepat meluncur ke tempatnya sekarang demi
menuntaskan rasa rindu ini, tapi...hujan justru mengguyur tempatku dan aku
terpaku di dalam kamar kos demi menikmati hujan lebat, petir, dan listrik yang
padam.
Sore tiba, tanpa sempat
memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diri sendiri, yang
aku fikirkan, apakah dia masih mengingat aku, setidaknya mengingat namaku,
walau ada selipan harapan dalam diri ini, kalau dia akan menyapa terlebih
dahulu, tapi..iyakah orang seperti dia akan mengingat wajahku, yang baru sekali
menemuinya dan itu sudah lebih dari setengah tahun lalu. Aku menyiapkan diri,
hanya merapikan penampilanku saja, sedikit berdandan, dan meluruskan rambut dengan
setrika rambut, demi dia melihatku lebih rapi dibanding pertemuan pertamaku.
Walaupun aku tak yakin, dia mampu mengenaliku di malam hari, dan dengan rambut
yang ku potong sebahu, jauh berbeda dengan ku yang dulu. Aku berangkat setelah
ku menuntaskan 3 rakaat, dan setelah sampai di tempat yang di tentukan, diam
sebentar menikmati gerimis kecil yang membasahi rambut bagian depanku, sukses
membuat rambut yang kutata rapi jadi berantakan. Tapi ternyata aku tak bisa
diam, aku terus-menerus mengajak ngobrol temanku, dan kemudian bertemu teman
lagi, kemudian mengobrol dengan mereka, bertemu teman lagi, dan lagi sampai
aku..lelah berbicara...hingga dia akhirnya datang ke tempat itu. Aku hanya
melihatnya sekilas sebelum dia memasuki sebuah tenda, rasanya.....ahh dia
benar-benar datang..aku melihat sosoknya lagi.! Bukannya puas dengan hanya
melihatnya sekilas, aku menghampiri dia ketempatnya, menunggunya keluar, hingga
akhirnya dia benar-benar keluar dari tenda itu, aku ? aku hanya memerhatikannya
dari tempatku berdiri, jaraknya tak lebih dari 5 meter, namun aku tak tau harus
berkata apa untuk menyapanya, aku bahkan tak yakin dia masih mengenaliku,
apalagi dengan penampilanku yang sedikit berubah. Tapi, tanpa disangka.. dia
justru melambaikan tangan ke arahku, dan dengan santainya memanggil namaku,
ya.! Dia benar-benar memanggilku, dia mengingat wajahku.! Mengingat aku,
namaku.! Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Kemudian dia masuk lagi
ke tempatnya. Aku...aku bertingkah tak jelas, berbahagia atasnya yang
mengingatku yang dia temui hanya sekali dan lebih dari setengah tahun itu.! Rasanya,
lebih dari sekedar rasa senang karena dia mengingatku, tapi karena dia
menyapaku terlebih dahulu, terlebih nada yang ia pakai, seperti teman-temanku
biasa memanggilku,dan ntah aku yang terlalu pede atau apa tapi dari panggilannya
tadi seperti ada...rindu :’) ahh mungkin bayanganku saja :’) Yang jelas, aku benar-benar merindukan
sosoknya terlebih senyumnya. Selanjutnya, karena dia harus pergi ke atas
panggung dan bernyanyi, aku pun mengikutinya, aku di bawah, di depannya,
berdiri menghadapnya, dekat, sangat dekat.! Dia dalam jangkauanku, dia
benar-benar dekat.! Aku memanggilnya, demi dia tau aku di sana, dan berhasil.!
Dia tersenyum dan lagi2 membuatku menggila. Berikut-berikutnya, dia bernyanyi
seperti biasanya, bedanya...dia jauh lebih baik dari yang ku temui dulu, dia...ahh
aku sangat bangga padanya, terlebih dia menyanyikan satu lagu yang...yang
sampai saat ini aku hampir selalu meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu itu,
masih cinta-kotak :’) tapi...tapi sungguh, aku..merasakan kedekatan yang
berbeda darinya, dia benar-benar menganggapku seperti temannya. Iya aku tau,
dia memerlakukan semua orang seperti itu, tapi bagiku yang berada di kejauhan
sini, dan hanya sekali bertemu, kemudian dia memerlakukanku seperti itu, salah
jika aku sangaaattt senang ? Kalau kata temanku, dia memerlakukanku seperti aku
dan dia adalah teman dekat yang tinggal beda kota, kemudian hari itu baru
bertemu, dan saling rindu :’) Aku tak bisa mengungkapkan dengan kata2, ketika dia
meledekku dengan candanya, rasanya ? sungguh..antara senang, gemas, kesal,
lucu, salah tingkah, dan...apalah, dia memang menyebalkan, sama seperti saat
pertama kumenemuinya.! Ah tidak, bahkan kali ini dia lebih lebih lebih
menyebalkan, karena dia tak henti-hentinya menjailiku dengan kata-katanya,
dengan bibirnnya yang ia manyunkan, dengan dia yang dekat-dekat ke arahku saat
perform, sungguh dia menyebalkan.! Tapi..hmm sayangnya aku justru menyukai dia
yang sangat menyebalkan itu.! Aku justru senang dijailinya, aku senang dia
menyebalkan dan menggemaskan.! Terlebih, aku senang dia menyebalkan dengan
menyapaku terlebih dahulu dari kejauhan :)
Kamu...terimakasih yaaa waktunya,
senyumnya, ledekannya, sapaannya, keramahannya, slengekannya, aku senang :) aku
senang akhirnya bisa kembali menemuimu dengan pertemuan yang lebih baik dari
setengah tahun lalu. Aku senang akhirnya mimpi aku terwujud, bisa lebih dekat
denganmu, kamu menyapaku, dan kamu meledekku. Iya, itu mimpi aku :) ternyata
terwujud yaa, dan hasilnya kampret banget :’) terimakasih telah menuntaskan
rinduku dan terimakasih telah menjadi orang yang sangat menyenangkan,
terimakasih kamu, kampretku :) semoga bisa bertemu di lain kesempatan, dan
mimpiku yang lain dari kamu bisa terwujud lagi :) aku, merindukanmu (lagi) :)
