Jumat, 12 Desember 2014

Pertemuan yang lebih baik :))


Sehari yang lalu berjumpa denganmu, hati luluh lantah dibuatmu....

Mungkin itu kalimat yang setidaknya bisa sedikit menggambarkan keadaan diri ini setelah kedua kalinya bertemu dengannya. Awalnya, sungguh aku hanya berharap bertemu dengannya, tanpa memikirkan untuk bertemu lebih dari sekali, doaku saat itu aku hanya meminta pada Tuhan untuk mempertemukanku dengannya, barang sekali saja, dan dengan murah hatinya Tuhan, Dia mengabulkan doaku, aku bertemu dengannya, dengan pertemuan yang tak begitu sempurna, namun sangat mengesankan, hingga tak dapat ku lupa setelah lebih dari setengah tahun ini. Tapi ternyata aku salah, setelah aku bertemu dengannya, rasa lain timbul, rindu.! Aku merindukannya, dan aku sangat ingin lagi bertemu dengannya, memperbaiki pertemuanku yang dulu tak sempat ku nikmati benar. 
Pertemuan pertama yang berantakan itu berhasil membuatku ingin lagi bertemu dengannya.! Hampir di setiap doaku sejak ku bertemu dengannya, ku selipkan kalimat untuk kembali bertemu dengannya, ya memang bukankah setiap doa akan dikabulkan walau tidak saat itu juga :) iyaa, nyatanya Tuhan berencana mempertemukanku dengannya lagi.! Awalnya aku tak tau benar harus bagaimana bersikap untuk menghadapai pertemuan itu, bagaimana aku memasang wajah saat aku bertemu dengannya lagi, bagaimana ku harus berekspresi agar semuanya tak seberantakan dulu, aku tak tau bagaimana aku harus mengatur jantungku ketika dihadapannya, aku tak tau harus bagaimana menemuinya :’) namun pertanyaan-pertaanyaan itu terlewatkan begitu saja, hari-hari sebelum hari itu tiba, Tuhan menyibukkanku dengan berbagai urusan dan keperluan yang benar-benar menyita waktuku dan melupakan pertanyaan-pertanyaan kolot itu. Bahkan sehari sebelum hari itu, aku tak sadar bahwa besok, hari itu akan tiba, aku akan menemuinya kembali.! Tapi bodohnya aku, aku masih saja sibuk menyelesaikan urusanku, yang benar-benar membuatku tak sempat memikirkannya, memikirkan pertanyaan-pertanyaanku.

Hingga pagi akhirnya tiba.! Aku terbangun lebih siang dari biasanya demi mengistirahat badan karena hari kemarin yang membuat tubuh ini benar-benar kehabisan tenaga, kubuka ponsel demi mengetahui kabarnya yang benarkah hari ini aku akan kembali bertemu dengannya, namun lagi-lagi yang kutemukan adalah sebuah pesan tentang urusan lain yang lebih penting, yang membuatku langsung menyelesaikan kegiatan sebelum aku keluar kos dan segera menyelesaikan urusanku yang satu itu, dan syukurlah tepat setengah hari, satu urusan selesai, dan aku mendapat kabar, dia telah sampai di kotaku.! Rasanya ingin cepat-cepat meluncur ke tempatnya sekarang demi menuntaskan rasa rindu ini, tapi...hujan justru mengguyur tempatku dan aku terpaku di dalam kamar kos demi menikmati hujan lebat, petir, dan listrik yang padam.

Sore tiba, tanpa sempat memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diri sendiri, yang aku fikirkan, apakah dia masih mengingat aku, setidaknya mengingat namaku, walau ada selipan harapan dalam diri ini, kalau dia akan menyapa terlebih dahulu, tapi..iyakah orang seperti dia akan mengingat wajahku, yang baru sekali menemuinya dan itu sudah lebih dari setengah tahun lalu. Aku menyiapkan diri, hanya merapikan penampilanku saja, sedikit berdandan, dan meluruskan rambut dengan setrika rambut, demi dia melihatku lebih rapi dibanding pertemuan pertamaku. Walaupun aku tak yakin, dia mampu mengenaliku di malam hari, dan dengan rambut yang ku potong sebahu, jauh berbeda dengan ku yang dulu. Aku berangkat setelah ku menuntaskan 3 rakaat, dan setelah sampai di tempat yang di tentukan, diam sebentar menikmati gerimis kecil yang membasahi rambut bagian depanku, sukses membuat rambut yang kutata rapi jadi berantakan. Tapi ternyata aku tak bisa diam, aku terus-menerus mengajak ngobrol temanku, dan kemudian bertemu teman lagi, kemudian mengobrol dengan mereka, bertemu teman lagi, dan lagi sampai aku..lelah berbicara...hingga dia akhirnya datang ke tempat itu. Aku hanya melihatnya sekilas sebelum dia memasuki sebuah tenda, rasanya.....ahh dia benar-benar datang..aku melihat sosoknya lagi.! Bukannya puas dengan hanya melihatnya sekilas, aku menghampiri dia ketempatnya, menunggunya keluar, hingga akhirnya dia benar-benar keluar dari tenda itu, aku ? aku hanya memerhatikannya dari tempatku berdiri, jaraknya tak lebih dari 5 meter, namun aku tak tau harus berkata apa untuk menyapanya, aku bahkan tak yakin dia masih mengenaliku, apalagi dengan penampilanku yang sedikit berubah. Tapi, tanpa disangka.. dia justru melambaikan tangan ke arahku, dan dengan santainya memanggil namaku, ya.! Dia benar-benar memanggilku, dia mengingat wajahku.! Mengingat aku, namaku.! Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Kemudian dia masuk lagi ke tempatnya. Aku...aku bertingkah tak jelas, berbahagia atasnya yang mengingatku yang dia temui hanya sekali dan lebih dari setengah tahun itu.! Rasanya, lebih dari sekedar rasa senang karena dia mengingatku, tapi karena dia menyapaku terlebih dahulu, terlebih nada yang ia pakai, seperti teman-temanku biasa memanggilku,dan ntah aku yang terlalu pede atau apa tapi dari panggilannya tadi seperti ada...rindu :’) ahh mungkin bayanganku saja :’)  Yang jelas, aku benar-benar merindukan sosoknya terlebih senyumnya. Selanjutnya, karena dia harus pergi ke atas panggung dan bernyanyi, aku pun mengikutinya, aku di bawah, di depannya, berdiri menghadapnya, dekat, sangat dekat.! Dia dalam jangkauanku, dia benar-benar dekat.! Aku memanggilnya, demi dia tau aku di sana, dan berhasil.! Dia tersenyum dan lagi2 membuatku menggila. Berikut-berikutnya, dia bernyanyi seperti biasanya, bedanya...dia jauh lebih baik dari yang ku temui dulu, dia...ahh aku sangat bangga padanya, terlebih dia menyanyikan satu lagu yang...yang sampai saat ini aku hampir selalu meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu itu, masih cinta-kotak :’) tapi...tapi sungguh, aku..merasakan kedekatan yang berbeda darinya, dia benar-benar menganggapku seperti temannya. Iya aku tau, dia memerlakukan semua orang seperti itu, tapi bagiku yang berada di kejauhan sini, dan hanya sekali bertemu, kemudian dia memerlakukanku seperti itu, salah jika aku sangaaattt senang ? Kalau kata temanku, dia memerlakukanku seperti aku dan dia adalah teman dekat yang tinggal beda kota, kemudian hari itu baru bertemu, dan saling rindu :’) Aku tak bisa mengungkapkan dengan kata2, ketika dia meledekku dengan candanya, rasanya ? sungguh..antara senang, gemas, kesal, lucu, salah tingkah, dan...apalah, dia memang menyebalkan, sama seperti saat pertama kumenemuinya.! Ah tidak, bahkan kali ini dia lebih lebih lebih menyebalkan, karena dia tak henti-hentinya menjailiku dengan kata-katanya, dengan bibirnnya yang ia manyunkan, dengan dia yang dekat-dekat ke arahku saat perform, sungguh dia menyebalkan.! Tapi..hmm sayangnya aku justru menyukai dia yang sangat menyebalkan itu.! Aku justru senang dijailinya, aku senang dia menyebalkan dan menggemaskan.! Terlebih, aku senang dia menyebalkan dengan menyapaku terlebih dahulu dari kejauhan :)


Kamu...terimakasih yaaa waktunya, senyumnya, ledekannya, sapaannya, keramahannya, slengekannya, aku senang :) aku senang akhirnya bisa kembali menemuimu dengan pertemuan yang lebih baik dari setengah tahun lalu. Aku senang akhirnya mimpi aku terwujud, bisa lebih dekat denganmu, kamu menyapaku, dan kamu meledekku. Iya, itu mimpi aku :) ternyata terwujud yaa, dan hasilnya kampret banget :’) terimakasih telah menuntaskan rinduku dan terimakasih telah menjadi orang yang sangat menyenangkan, terimakasih kamu, kampretku :) semoga bisa bertemu di lain kesempatan, dan mimpiku yang lain dari kamu bisa terwujud lagi :) aku, merindukanmu (lagi) :)

Sabtu, 29 November 2014

culee gak nakal ko ._.v

Gue mau cerita sedikit, yaa walau nanti kenyataannya panjang, itu bagian dari khilaf gue aja ko.
Ntah kenapa belakangan lagi mikir, kenapa yaa gue akhirnya jadi pribadi seperti ini, kenapa yaa dia kaya gitu, kenapa yaa dia kaya gini, kenapa pacar gebetan kulitnya lebih putih kemerahan kaya kulit babi ya.

Kenapa gue mikir gini aja gue gak tau kenapa, kalo diliat 4 atau 5 tahun kebelakang, gue suka bilang ‘ya ampun dulu gue nakal banget’ berandalan (?) atau apa yaa gue nyebutnya..5 tahun kebelakang berati gue masih SMP ya, masa dimana gue merasa sok keren dengan kenakalan gue, yaa gak nakal nakal banget lahh, yaa masih wajar gitu, pake kaos kaki dibawah mata kaki, rok dipendekin, kadang ngeluarin baju, pokoknya jadi gak rapi banget. udah gitu, gue kebawa temen, dengan suka ngomong kata-kata kasar, sholat aja jarang, naek motor dengan gaya cabe-cabean, bukan bonceng 3 lagi, bahkan gue pernah bonceng 4, EMPAT.! Padahal itu motor udah diceperin (?) apa sih bahasa yang bener, pokoknya motornya dijadiin pendek gitu sama Mas gue, belakangan gue baru mikir, itu motor gimana rasanya yaa harus dinaikiin empat cewe smp dalam keadaan dia udah diceperin, siksa banget kali ya :3, terus juga dulu dikit-dikit mikir jorok kaya kalo liat eek kambing suka jadi mikir ko eek kambing bulet-bulet kaya gitu yaa, tapi begonya gue dulu, gue merasa sama sekali ga bersalah dan merasa biasa saja, malah merasa keren, iya ga sih ? pokoknya masa SMP gue suram banget sumpah.! ._. tapi dengan segala kenakalan gue, alhamdulillah gue masih bisa lulus dengan rata-rata nilai 9 koma berapa, dengan nilai matematika gue, nilai sempurna :D gimana caranya ?? gue juga lupa, yang jelas bukan bocoran ko, sayang duit gue Cuma buat beli bocoran doang, kalo gitu gausah sekolah lama-lama, daftar aja langsung kelas 3 akhir, ikut ujian, beli bocoran, lulus, beres.!
Tapi gue gak perduli itu nilai gue tinggi apa gimana, bahkan selese pengumuman gue ikut-ikutan keliling-keliling gitu coret-coretan pilok tapi gamodal, jadi gue muter-muterin kota, nanti kalo ketemu orang-orang yang kebetulan coret-coret, gue ngikut aja, terus minta bajunya di coret-coretin :3 gue juga suka kebut-kebutan, sampe begonya gue malah ngegesrekin badan sama aspal, jadilah tubuh ini ledes dimana-mana, lutut, siku, mata kaki, luka berdarah, kaos yang gue pake robet kena gesrekan badan sama aspal, motor rem kakinya jadi nempel sama pijakan kaki, dan lecet dimana-mana. Jadi kejadiannya, gue ngebut, ngebut banget ngejar temen gue yang juga ngebut banget, padahal itu jalan bukan jalan raya yang gede, jalanan komplek lah, yang 5 meter itu buat 2 arah, nha pas ditikungan gue lupa nurunin gas, gue ngebut aja, sampe gue nggesrak (?) bahasa Indonesianya nggesrak apa yaa ._. motornya itu jadi miring dan kena badan jalan gitulah. Itu kecelakaan pertama gue, kecelakaan selanjutnya yang disebabkan karena gue ngebut itu, gue nabrak mobil dari belakang dan alhasil gue jatoh, dan kap motor depan pecah, lepas dari tempatnya. Yang ketiga, gue nggesrak lagi di rel kereta, karena ngebut lagi, hasilnya tangan kanan gue kesleo, spion motor kanan pecah, dan motor lecet, padahal itu motor baru :( baru dibeliin buat gue karena gue lulus SMP dengan nilai tinggi dan masuk 10 besar :( sedih gue.!

Dari cerita itu, sampe gue lulus smp kemudian masuk smk, gue masih belum berubah. Oh gue masuk SMK karena gue males ke SMK karena materi nya banyak, jadi gue milih masuk smk deh, walaupun jurusan yang gue pilih justru AKUNTANSI, yang gue yakin sebagian orang mikir akuntansi itu kurang kerjaan, ribet, susah, atau apalah, tapi ntah kenapa gue bisa milih akuntansi sebagai jurusan gue.. Oh ya, gue pilih SMK yang di kabupaten, padahal rumah gue di kota, padahal juga di kota ada SMK bisnis management, tapi karena pertimbangan prestasi 2 smk itu, gue akhirnya milih SMK yang di Kabupaten. Awal-awal SMK, masa ospek atau pas jaman gue namanya MOS, gue baru sadar, gue ga ada temen yang satu jurusan dan satu kelas (kelas sementara buat ospek) dan gue kaya orang bego, diajak kenalan sama sepasang teman, kemudian gue ngikutin mereka, karena gue merasa Cuma mereka yang gue kenal, sampe akhirnya gue dapet kenalan, lagi lagi dan lagi, sempet liat ada temen sekelas gue yang tampangnya, kalo di sinetron tuh peran antagonis yang suka nge gank gitu, tampangnya...cantik sii yaa relatif lah, tapi dia udah jago dandan, sedangkan gue...gue nakalnya berandalan sih yaa jadi ga kenal sama dandan apalah itu..jadi gue gak tertarik buat ikut nge gank sama anak itu, tapi kampretnya gue malah sekelompok sama anak itu buat acara PTH(Perkemahan Tunas Harapan) acara penerimaan siswa baru di bidang Kepramukaan, kampretnya lagi yaa ternyata ada temennya dia sejak smp, yang setipe sama dia, eh tapi gue masih sekelompok sama 2 orang temen yang pertama ngajak gue kenalan tadi, jadi gue gak cengo cengo amat lah yaa. Gue masih bawa kebiasaan smp gue, dengan mengucapkan kata-kata kasar, jadi tiap ngomong bawaannya mulut gue ngeluarin kerikil kali ya :3 salah satunya waktu peserta PTH dibarisin, terus temen gue gak sengaja nabrak gue, gue keceplosan bilang ‘brengsek!’ nada ngebentak dikit tapi gak begitu keras ko, oke gue jelasin dulu..bagi gue waktu itu, kata brengsek sama sekali gak kasar, yaa kalo dimisalkan sama jaman sekarang, kaya ‘kampret’ gitu lah. Tapi yang gue lupa, gue sekolah di kabupaten, yang notabene juga siswanya anak kabupaten, yang pergaulannya ga separah di kota padahal sih ya kadang lebih parah anak-anak dari kabupaten sih, jadi temen gue yang 2 itu nyeramahin gue ‘le, ko ngomongnya gitu sih, itu kan kasar, itu tuh blablablabla’ gue gak inget dia ngomong apa aja, yang jelas gue jadi ngerasa hina banget :’)
Terus gue sadar ? NGGAK.! :D gue masih sama, dan nganggap itu angin lalu, walaupun masih keinget sampe saat ini sih. Abis ospek selesai, langsung pembagian kelas, gue masuk kelas 1Akuntansi2, temen 2 itu beda jurusan sama gue, tapi gue sekelas sama temen dari orang yang gayanya kaya disinetron tadi, dan akhirnya gue berteman sama dia, dan beberapa temen lain yang dari kota, karena saat itu gue belum terbiasa sama anak-anak kabupaten yang polos :3 akhirnya gue pun jadi terlihat nge gank, dan dipandang gank serem oleh sebagian(hampir semua) anak-anak kelas. Gue masih nakal, walaupun masih cupu, tapi dengan kecupuan gue, gue pernah cekcok sama kakak kelas, dan dianggap adek kelas paling nyebelin sama kakak kelas yang lain. Oh ya, sekolah gue mayoritas cewek, angkatan gue aja dari 400 siswa, Cuma 10 cowoknya. Jadi sengit-sengitan nya itu kerasa banget, sampe kelas gue pernah dilabrak sama kelas lain, cekcok depan kelas, rame banget.! masalahnya simpel, ‘cowok’.!
Terus berubah jadi baik ? masih enggak jawabannya :D gue bahkan motong pendek rambut gue, it’s look like a boy.! Beneran kaya cowo, disitulah gue justru menjadi-jadi, bahkan ada beberapa cewe kelas gue yang ngira gue gak normal karena mereka ngerasa kalo gue sering ngeliatin mereka dengan tatapan ‘aneh’, dan mereka semakin terlihat serem dimata temen-temen kelas, lagi-lagi gue merasa hina :’) dan yang paling bikin gue merasa hina adalah gue tau ini semua pas gue naek kelas 3, mereka mengakui itu semua :’)
Kenapa mereka ngaku ? padahal kan mereka nganggep gue serem ?
Karena gue berubah pas gue mulai masuk kelas 2, gue mulai dekat dengan beberapa temen-temen lain yang bisa diajak gila juga, seenggaknya mau gue ajak bercandaan, gak terlalu serius kaya anak-anak lain, karena ternyata temen-temen gue serius-serius, pinter-pinter :3 gue merasa hina :’( dari gue yang jarang sholat, temen-temen gue mulai mengaruhin gue, dengan ngajak gue sholat dhuhur pas istirahat kedua, walau awal-awal gue masih suka kabur-kaburan, atau mengeluarkan alasan a b c d, tapi akhirnya gue terbiasa sholat dhuhur pas istirahat, gue yang suka ngomong kasar, karena seringnya di tegur walau hanya dengan kata ‘heh.!’ Setelah kata kasar itu keluar, akhirnya gue bisa terlepas juga dengan kata-kata kasar, paling kalo lagi kesel, kesel banget, baru dehh mereka keluar dari sarangnya, perubahan lainnya, gue yang males ikutan organisasi, diajakin ikutan pramuka, iyaaa awalnya memang karena berangkat pramuka itu wajib, tapi akhirnya gue malah daftar jadi Bantara, dan nerusin jadi Laksana, sampe akhirnya gue jadi Anggota Dewan Ambalan, dan pernah jadi ketua panitia pelantikan laksana, gila gue gak kebayang :3 dengan begitu dari gue yang rada ansos, gue jadi punya banyak temen, dari temen kelas sampe beda kelas dan beda jurusan sampe adek dan kakak kelas, gue deket hampir sama semua temen kelas gue gue si nganggepnya deket, ntah mereka gimana , jadi akhirnya mereka berani jujur, yang ternyata mereka bukan hanya nganggep gue serem, tapi mereka juga benci sama gue, gara-gara gue gaya gue sok banget, sok keren sok anak kota sok populer dan masih banyak alasan lain, tapi justru gue senyum-senyum dengernya, karena gue bangga sama diri gue, setidaknya gue bisa merubah itu, gue bisa merubah diri dari gue yang sok keren segala macem, bisa menjadi lebih sederhana, bisa lebih menghargai sesuatu, mengerti aturan, mengerti agama, mengerti kebersamaan, itu berkat siapa ? berkat temen-temen kelas gue, dan temen-temen lain, yang mengajarkan gue kesederhanaan. Gue sadar ternyata pergaulan memang jadi faktor utama yang mempengaruhi sikap remaja. Gue justru bersyukur karena gue memilih sekolah di Kabupaten, yang orang-orangnya sederhana, gue gak kebayang kalo dulu gue ngikutin usulan sekolah buat masuk di SMA favorit di Kota Tegal yang siswanya notabene hidupnya tinggi, atau gue biasa nyebut high class, yang menye-menye gimana gitu.
Walau gue gak sepenuhnya berubah menjadi baik, tapi setidaknya sekarang gue merasa jauh lebih baik dari cerita-cerita suram gue. Gue sampai saat ini memang masih bandel, tapi gue juga masih takut sama Allah dan orang tua, itu masuk bandek gak sih ya ? gue, walaupun gue belum bisa sesederhana temen-temen gue yang lain, setidaknya gue gak memaksa harus diberi fasilitas yang lebih-lebih buat ngekos, dan hidup di kota orang, gak harus ganti sepatu sama tas setiap bulan, bedak dan seperangkat alat make up lain yang sebulan sekali ganti, yang tiap minggu harus ke salon buat benerin muka yang udah bener, gue alhamdulillah gak gitu, itu Cuma ngerepotin orang tua men, tapi  kalo lo beli itu semua pake uang keringet lo sendiri, gue gak bisa protes, itu sepenuhnya hak lo.!

Demikianlah cerita kenakalan gue waktu remaja gue :) sebenernya masih banyak cerita-cerita kebandelan gue yang lain, tapi kalo dicatet disini, terlalu panjang, jadi sekian dan terimakasih. Saran gue, silahkan lo berbuat nakal, silahkan berbuat semau lo, selagi lo belum sadar kalo yang lo lakuin itu salah, kalo lo sadar, berubahlah :)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Hari ulangtahunku...



                Dilihat dari judulnya, kaya tulisan anak SD yang curhat tentang hari ulang tahunnya ya :D Sebelumnya mau tiup-tiuin debu dulu ah , bersihin spiderman (?) yang nyasar ke sini :D sebenernya, bingung juga, mau nulis apa enggak lagian ini H+10 juga, tapi yaaa sekedar refresh otak lah yaa, sama ngecek jari masih bisa diajak ngetik apa enggak :p tapi begitu mau nulis malah bingung, ini mau ditulis kaya bahasa anak kecil, apa bahasa penulis, terus pake bahasa santai kaya gini, atau bahasa formal seperti ini ._. kebanyakan bingung, ujung-ujungnya malah gajadi nulis ._.v biasanya sih gitu :3
8 Oktober, ini hari spesial sepanjang masa buat gue, hari lahir, hari ulang tahun, hari...apalah itu namanya, yang jelas tanggal 8 Oktober 1995  itu gue dilahirkan titik.
Ntah kenapa yaa, gue pribadi gak pernah percaya sama orang yang dengan basa-basinya ‘ehh kamu inget, padahal aku sendiri lupa kalau hari ini hari ulang tahun aku.’ pret. Gue yakin, memasuki bulan ultah aja udah excited, bahkan sebulan sebelumnya pun pasti udah pada nginget-nginget sih. Mungkin (?) dan ntah kenapa gue juga gak setuju sama yang bilang ‘aku sih gak berharap apa-apa di ulang tahun ini.’ Dan ntah kenapa sebelum hari H dateng gue juga mengucapkan kalimat itu, tapi begitu sampai H-1 ulang tahun pasti kepikiran, ‘besok ada kejutan apa ya?’ ‘besok siapa yang ngucapin pertama ya?’ ‘si itu inget ga ya ultah gue?’ ‘besok siapa ya yang ngejeburin gue ke selokan depan rumah.’ Dan sebagainya...tanpa disadari itu pasti melintas di otak kita semua, dan masih bisa bilang ‘gak berharap apa-apa.’ ?
Ngomong-ngomong, 19 tahun, udah tua juga yak gue ._. ehh muda deng dibanding ibu-ibu warteg yang kemaren rayain ultah di warungnya :3 19 tahun dibilang bentar yaa, ga bentar, dibilang lama yaa ga lama..kalo diitung pake hari berapa hari tuh kan yang udeh kelewat, 19x365= ??? males ngitung gue, itung sendiri lahh, yang jelas lebih dari 1000 malam ya ._.
Sembilan belas tahun, udah banyak banget yang gue dapet....meskipun belum ada apa-apanya dibanding mereka-mereka yang udeh sukses diluaran sana, tapi seenggaknya gue mulai belajar mempelajari apa aja yang udah gue dapet selama gue hidup, nyoba ngerti bahwa hidup gak sekedar jalan di satu jalur yang lurus mulus kaya kaki jenjang sapi yang dagingnya udeh pada pindah ke perut-perut pembaca tulisan gue :(
Dulu, duluuuu banget..yang gue tau hidup itu manis..hidup itu seneng-seneng, hidup itu....ketawa bahagia, tapi masuk masa-masa remaja gue mulai tau hidup itu bukan Cuma sekedar seneng-seneng, hidup itu gak selalu manis, kadang juga asin asam.! Dan gue sadar sekarang, asin asam itu lama-lama juga bisa jadi pahit, walaupun manis juga gak mau kalah gitu aja sama pahit, tapi mereka tetep aja bersatu dan mewarnai kehidupan. Hidup itu kaya kita minum kopi susu, mau itu manis atau pahit, kita harus nelen semuanya.! karena minum kopi pahit-pahit terus kita bisa mati rasa, minum susu manis terus juga lama-lama enek, lama-lama bosen. Makanya mending minum kopi susu, selain bisa buat kita ngerti, dia juga bisa bikin melek :D ini filosofi ngaco :D
Hari ulang tahun, berarti harus melangkah satu langkah lebih jauh dari sebelumnya, artinya gue harus meninggalkan umur 18 tahun gue, suka duka umur 18 tahun..ntah banyakan sukanya atau dukanya, kalo di review jadi terlalu panjang, tapi...kayanya lebih banyak sukanya sih, dari mulai ketemu ketiga idola gue, dan artis2 lain, menikmati Semarang, nikmatin masa kuliah, dapet temen-temen baru, walaupun di umur 18 juga nenek dan budhe gue meninggal, mamah kena stroke, dan duka-duka lain yang kayanya gak sreg gue tumpahin di sini. Tapi walaupun begitu, seenggaknya, semua ini, entah seneng atau dukanya, bisa bikin gue selangkah lebih mengerti kehidupan, bukan lebih dewasa, karena sampai saat ini, gue ngerasa masih kaya anak SD :)
Sembilan belas tahun itu kata orang, harus mulai dewasa, bukan mulai deng, tapi DEWASA.! Padahal, tanpa mereka tau, justru umur 18-19 tahun itu umur-umur dimana remaja-remaja semakin bergejolak hatinya..masa-masa remaja akhir, yang benar-benar ingin menghabiskan masa remajanya dengan bersenang-senang. Ya walaupun gue tau, gak semua remaja umuran segini bisa seneng-seneng, tapi yang lebih mendominasi kan yang seneng-seneng :3 masa dimana status jomblo adalah musibah banget.! ._.
Jujur, awalnya gue takut ngadepin umur 19 tahun ini, sama kaya dulu, waktu mau masuk 17 tahun, karena pasti di setiap ucapan temen2 terselip kata ‘dewasa’, bukan ‘harus dewasa’, tapi ada juga yang justru lebih mengerti, walau sama maksudnya, tetapi lebih mengena, yaa kalo diibaratin sih yaaa kaya orang mau minjem duit lah, diputer2in dulu ceritanya, endingnya juga ‘minjem duit’. Yaa meskipun begitu, seneng juga ucapan-ucapan dan harapan-harapan mereka insyaallah ditampung dan di jadiin bekal hidup, salaman-salaman dari mereka, semoga juga bisa jadi semangat kedepannya, dan cukup bisa tau kalau banyak orang yang sayang sama gue, walaupun setelah salaman dan ngucapin selamat pasti belakangnya ‘makan-makan jangan lupa’ hvft ._. filosofi dari mana ya, kalau orang ulang tahun harus makan-makan, eh tapi itu masih mending daripada filosofi ajaib temen gue ‘orang ulang tahun itu, wajib disiksa, gak boleh kesakitan ataupun ngeluh.’ Asli gue gak trima ._.
Ulang tahun kali ini, dibilang special...ya nggak, dibilang gak special..juga enggak. Karena setengah hari pas hari itu juga gada apa2, selain sms, bbm, mention dari beberapa temen-temen YANG INGET, atau yang kebetulan ngeliat mention temen yang inget, bahkan gue sempet ngebatin kalo emang ultah paling special itu ultah yang ke 17.! Tapi setelah menjelang sore, kabar kalau hari itu gue ultah mulai berhembus sama anak-anak kelas yang emang mereka gatau atau lupa gue juga gak ngeh sih..tapi jujur gue gak berharap mereka inget, soalnya mereka pasti bukannya ngucapin tapi malah malakin+ngerjain gue, gue yakin itu.! Dan memang, terjadilah..sore menjelang pulang kuliah pada malakin :3 segala bilang ‘laper nih le’ ‘dosen gak masuk lho le’ ‘haus le’ ‘le atm 24 jam lho’ dan sebagaisebagainya ._.v  tapi itu gak seberapa dibanding malemnya, yang gue diguyur aer sabun, aer kopi, telor, terigu, kurang puasnya mereka, guyurin gue pake aer kran kamar mandi, sekitar jam 9 malem, depan kos.! Yang dinginnya, ya allah gue berdiri aja gemeteran ._. yaa tapi gue hargai niat mereka yang sudah susah payah beliin kue+bakpao buat gue, rajinnya mereka beli kopi kemudian diseduh ditaroh di botol, nyeduh pewangi, beli telor, beli terigu, semuanya..makasih :’) walau gak sespecial yang ke 17, tapi ini berkesan :) sungguh.! Walaupun dingin, tapi liat tawa puas mereka gue seneng ko, iya seneng.!! Seneng banget ._.v
At least, akhirnya gue 19 tahun, bye 18 tahun.! makasih buat segal momentnya, dan buat temen-temen makasih buat semua ucapannya, dari yang biasa aja sampe yang ngena banget.!! dari temen deket yang deket, sampe temen deket yang jauh diseberang-seberang sana. makasih buat kejutan-kejutannya, makasih buat guyurannya, makasih buat salamannya, makasih buat semangat-semangatnya, makasih buat yang gak inget juga, dan makasih buat senyum yang kalian beri lewat sebuah kata ‘selamat ulang tahun.’
SELAMAT ULANG TAHUN KAMU DIRIKU SEBENARNYA :) Maafkan mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun sama culee, padahal yang ulang tahun kamu :’3 semoga besok-besok kamu bisa lebih menguasai diri kamu sendiri dibanding culee :*

Sabtu, 12 Juli 2014

Sebentar

Ini sudah lebih dari 24 jam sejak aku berkata ‘aku pulang. Kapan datang?’ kemudian dengan nada menjanjikan, kamu menjawab ‘Iya, sebentar lagi aku datang.’
Tapi.. lihatlah, hari sudah berubah semenjak kamu mengucapkan janji itu, dari ketika matahari masih malu-malu untuk menampakkan dirinya, hingga dia mulai begitu semangat menyinari bumi, sampai dia mulai lelah, lelah, dan langitpun menjadi gelap, bahkan sampai pagi ini, kamu belum juga datang.
Seberapa lama sebentar yang kamu maksud ? Sehari ? dua hari ? satu minggu ? atau bahkan bertahun-tahun, masih bisa kau anggap sebentar ?

Heyy kamu....tak sadarkah ?? kalimatmu itu membuatku menunggu, dan berharap.
Ini sudah lebih dari 24 jam.!! Masih bisa berkata sebentar ?
Atau mungkin, detik jamku saja yang bergerak sangat cepat dibanding jam milikmu ? sebegitu lambatkah pergerakan detik di jammu ?

Sesibuk itukah kamu ? lupakah padaku, pada ‘sebentar’ yang kau katakan sehari yang lalu.? Lupakah ??
Seberapa lama lagi aku harus menunggu ? seberapa lama lagi aku harus menyakinkan diriku bahwa waktu yang telah ku buang sejak janjimu itu adalah sebentar ?
Katakan.!! Katakan apa yang sedang kamu lakukan di sana ? katakan apa yang sedang terjadi.! Apa ?? apa yang membuatmu lupa atas aku yang kau beri janji ‘sebentar’ ??

Kamu tau jika hari ini terus berganti, tanpa kedatanganmu. Tanpa ketepatan janji pada sebentarmu itu ? aku kecewa.! Aku tak tau lagi, harus apa ? ini sudah lebih dari batas aku menanti kamu, ini sudah lebih dari perjuanganku untuk menunggumu, menahan rasa kecewa atas sebentarmu yang menjelma menjadi sangat lama. Aku lelah menghubungimu dengan tanpa adanya balasan atau ketika berhasil menghubungi, kemudian hanya dijawab ‘iya’. lalu mana usahamu ? haruskah aku yang selalu berjuang ? berjuang demi menantimu, berjuang demi bertemu denganmu, berjuang demi satu sentuhan hangat darimu, haruskah selalu aku ?
Mana kamu ? mana kamu yang dulu selalu berkata ‘lebih baik aku yang menunggu, dibanding kamu yang harus berlama-lama menungguku.’ Mana ? lupakah ? mana kamu yang dulu selalu melindungiku ? bahkan sekarang kamu membiarkanku terlantar .!!
Maaf, jika nantinya aku tak lagi berharap atas kamu. maaf jika nanti, aku tak lagi menganggapmu ada. Maaf jika pada akhirnya aku.........pada akhirnya tak akan ada buncahan rasa bahagia ketika aku melihatmu datang demi memenuhi ‘sebentar’mu itu :’)

Ini bukan hanya tentang ‘sebentar’ yang kau katakan, tapi atas harapan yang kau munculkan, harapan yang kau berikan untukku, darahmu :’)

Kamis, 29 Mei 2014

Kosong ^_^



Kosong.!
Bodoh.! Berjam-jam aku menghadap pada layar datar dengan papan ketik sebagai pasangannya, namun sama sekali tak ada kata yang dapat aku tulis.! Konyol, ini konyol.!! Ketika otak ini memerintahkan jari-jariku bergerak di atas tombol-tombol itu, tapi tak ada satu katapun yang bisa aku keluarkan dari otak ini, ahh salah dari hati ini.! Ini resikonya ketika aku hanya menulis jika sesuai dengan keadaan hatiku saja, karena pada saat hati sedang kosong, hampa dan tidak merasa apapun, maka tak kan ada kalimat yang dapat aku tuangkan.! Fix lah aku ini tak cocok jadi penulis.! Apalagi penulis profesional.!

Inikah rasanya ketika hati tak juga merasakan apa-apa. Sakit ? tidak. bahagia ? tidak. Kecewa ? tidak. Sedih ? Senang ? Cemburu ? Jatuh Cinta ?? tidak, semua rasa itu tak ada di hati ini, bahkan aku heran dengan diriku yang saat ini, kemanakah indra perasaku yang satu ini.! Heyyy.! Mati rasakah aku ??

Hatii!!! Halooooww, hati bersahabatlah.! Aku ingin menulis, aku ingin kembali merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat penghibur. Jariku sudah gatal untuk segera berlarian di atas papan ketik ini. Tolonglah, tolong sampaikan apa yang sedang kamu rasa.! Tolong sampaikan pada otakku, untuk kemudian otakku memerintahkan jariku untuk segera menulis, ayoo.! Cepat.! Aku ingin segera menulis.!

Heyyy hati.! Apakah kamu tega membiarkan halaman ini menjadi kosong hanya karena kamu yang tak kunjung mendapatkan sebuah rasa untuk aku tuangkan ? tega kah kamu pada diri ini yang tersiksa akan rasa yang menggelitik ini, rasa menulis yang tidak kunjung bisa terlaksana. Tegakah kamu atas nafsu menulis yang tertahan di ujung jariku ini.!
Tunggu.! Siapakah yang salah ? hatiku kah ?? atau justru jariku yang tak mau berlari, jariku yang sedang tidak ingin aku perintahkan untuk berlari, atau justru mereka kekurangan ion sehingga dia tak mau berlari ?? ahh tidak.! itu terlalu konyol.! Mana mungkin itu terjadi, bodoh.! ._.
Lalu dimana letak kesalahannya, otakku kah ?? otakku yang tidak bisa memerintahkan jariku untuk menulis, atau otakku yang terlalu lemah untuk menjelaskan apa yang sedang aku rasa, atau dia yang sedang gesrek sehingga tak dapat aku ajak kerja sama ?? heyyy, tolonglah.! Siapa yang salah dalam kasus ini.! Siapa yang salah atas keinginan menulisku yang tertahankan.?


Hay pembaca.! Apa yang sedang kalian lakukan ?? membaca tulisanku ?? heyy, aku bahkan sedari tadi tak mampu menulis apa-apa.! Lalu apa yang kalian baca ??
Haha konyol.! Apakah ini termasuk sebuah tulisanku ?? silahkan pikir sedapatnya.! :D