Iyaa, dia benar ada.! Dia bukan hanya sebuah bayangan yang
selama ini aku lihat.! Dia benar-benar nyata ada di hadapanku.! Dia benar-benar
menyapaku, memanggil namaku, menatapku, bahkan memberi senyum untukku.!
Senyumnya nyata.! Bukan hanya bayangan senyumnya saja yang selama ini kulihat
dan kukagumi.! Senyumnya benar-benar......benar-benar bisa membuatku ketagihan
ingin terus melihatnya.! Diaaaa, iya dia benar-benar nyata.! Dia berhasil ku
sentuh, dia bukan hanya bayangan.! Dia nyata.! Dia benar-benar menyentuhku.!
Rasanya ??? ntahlah, harus ku gambarkan bagaimana perasaanku.
Aku terlalu bahagia hanya dengan ketika dia muncul di hadapanku, apalagi sampai
menatapku, lebih-lebih tersenyum ke arahku, bahkan sampai menanyai namaku.! Aku
tak tau lagi bagaimana menggambarkan perasaanku kala itu, bertemu dan
berbincang dengan orang yang selama ini aku kagumi, orang yang selama ini aku
gilai, orang selama ini sangat aku banggakan.
Dia, dia memang bukan orang yang kudamba, sama sekali bukan
hati yang ingin ku miliki, bukan.! Tapi benar, dia membuatku terpana, dan
terpesona.!
Dia hanya seorang yang bergender sama sepertiku.! Hanya saja
dia seorang bintang, seorang bintang yang sudah 678 hari lalu aku kagumi, dan
sangat ingin kutemui.
Konyol ?? iya.! konyolnya aku justru salah tingkah dengan
tatapannya. Iya.! bodohnya aku tak mampu berkutik di hadapannya. Kalimat-kalimatku
sama sekali tak mampu kukeluarkan, aku seperti di skak mat, begitu dia
menyebutkan namaku. Ntahlah, tapi degupan jantungku saat itu, seperti sesaat
setelah kugunakan lari puluhan kilometer, sangat cepat detakannya.! Nafasku beradu.!
Dan fix, Aku lemah dihadapannya.!
Pertemuanku saat itu, bisa dibilang tak begitu special
dibanding orang-orang yang juga menemuinya, tapi toh dengan begitu saja sampai
saat aku menuliskan ini, hatiku masih tertinggal di tempat itu, bahkan otakku seperti
terbawa dia sampai ke kota asalnya. Haha, berlebihankah ??
Namun pertemuan biasa saja itu, sampai sekarang masih
kurasakan indahnya, genggaman tangannya, tatapannya, kehangatannya,
senyumannya, gaya bicaranya, kekonyolannya, suaranya, masih saja terbayang di
otakku, ntahlah mungkin aku saja yang benar-benar sangat berlebihan
menganggapnya :)
Ini bukan apa-apa, hanya sebuah cerita dari hati yang tak
kunjung mau berhenti letupan kegembiraannya. Cerita dari hati yang justru semakin
merindukan tatapannya, tatapan hangat namun dalam, hingga membuat aku ingin
terus menatapnya, walau tak sanggup berbuat apa-apa. Hati yang merindukan
sentuhannya, yang hanya 2 menit aku menyentuhnya.
Kamu....iya kamu si kampretku!!, semoga kamu sempat membaca
tulisan bodoh ini, semoga kamu tak risih dengan kebawelanku di hari-harimu, dan
semoga suatu saat aku bisa menemui kembali, dan mampu mengontrol diri ini untuk
lebih bisa biasa saja di hadapanmu :) terimakasih waktunya, terimakasih moment
indahnya, terimakasih senyumnya, tatapannya, dan terimakasih atas sebutannya :)
semua ini aku buat untukmu, dan karena kamu, kampret! :’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar